Nasional

    Panda Bond Indonesia Raih Peringkat AAA di China, Pemerintah Optimistis Tarik Investasi Global

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    24 Juli 2026 pukul 22:45 WITA

    Ilustrasi Panda Bonds ( Ilustrasi AI)

    Samarinda — Pemerintah Indonesia memperoleh angin segar menjelang penerbitan Panda Bond, setelah lembaga pemeringkat asal China, Lianhe Credit Rating, memberikan peringkat AAA dengan prospek stabil (AAA/Stable) kepada surat utang pemerintah Indonesia yang akan diterbitkan di pasar keuangan China. 

    Predikat tertinggi tersebut diyakini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus mempermudah pemerintah menghimpun pembiayaan jangka panjang guna mendukung pembangunan nasional.

    Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026), yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kementerian Keuangan RI.

    "Kita akan menerbitkan Panda Bond. Itu surat utang Pemerintah Indonesia di pasar China. Lianhe Credit Rating memberikan rating AAA/Stable. Itu yang paling tinggi. Dengan rating AAA ini, harusnya kita tidak terlalu sulit menerbitkan surat utang di sana," ujar Purbaya.

    Menurutnya, peringkat tertinggi tersebut menjadi modal penting karena China merupakan salah satu pasar obligasi terbesar di dunia dengan likuiditas yang sangat besar. 

    Pemerintah optimistis instrumen tersebut akan menarik minat investor internasional untuk berinvestasi pada surat utang Indonesia.

    Purbaya menjelaskan, lembaga pemeringkat memberikan nilai AAA/Stable karena menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. 

    Beberapa indikator yang menjadi pertimbangan di antaranya pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas 5 persen, fundamental ekonomi yang solid, posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, serta ketahanan terhadap berbagai guncangan eksternal.

    "Pertimbangannya sama sebenarnya. Ekonomi tetap kuat di atas 5 persen, fundamental ekonomi solid, didukung skala ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terutama terhadap guncangan eksternal," katanya.

    Ia juga menepis keraguan terhadap data ekonomi nasional. Menurutnya, seluruh indikator yang digunakan pemerintah bersumber dari data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

    Pemerintah menargetkan penerbitan perdana Panda Bond pada 23 Juli 2026 sebagai salah satu strategi diversifikasi pembiayaan APBN sekaligus memperluas basis investor global. 

    Instrumen tersebut diharapkan menjadi sumber pendanaan jangka panjang dengan memanfaatkan besarnya pasar keuangan China.

    Panda Bond merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau lembaga asing di pasar obligasi domestik China menggunakan mata uang yuan (renminbi). 

    Melalui instrumen ini, Indonesia dapat memperoleh pembiayaan langsung dari investor di China tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar obligasi berbasis dolar Amerika Serikat.

    Selain memperluas sumber pembiayaan negara, penerbitan Panda Bond juga diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan China sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

    (Sf/Rs)

    Nasional

    Panda Bond Indonesia Raih Peringkat AAA di China, Pemerintah Optimistis Tarik Investasi Global

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    24 Juli 2026 pukul 22:45 WITA

    Ilustrasi Panda Bonds ( Ilustrasi AI)

    Samarinda — Pemerintah Indonesia memperoleh angin segar menjelang penerbitan Panda Bond, setelah lembaga pemeringkat asal China, Lianhe Credit Rating, memberikan peringkat AAA dengan prospek stabil (AAA/Stable) kepada surat utang pemerintah Indonesia yang akan diterbitkan di pasar keuangan China. 

    Predikat tertinggi tersebut diyakini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus mempermudah pemerintah menghimpun pembiayaan jangka panjang guna mendukung pembangunan nasional.

    Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026), yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kementerian Keuangan RI.

    "Kita akan menerbitkan Panda Bond. Itu surat utang Pemerintah Indonesia di pasar China. Lianhe Credit Rating memberikan rating AAA/Stable. Itu yang paling tinggi. Dengan rating AAA ini, harusnya kita tidak terlalu sulit menerbitkan surat utang di sana," ujar Purbaya.

    Menurutnya, peringkat tertinggi tersebut menjadi modal penting karena China merupakan salah satu pasar obligasi terbesar di dunia dengan likuiditas yang sangat besar. 

    Pemerintah optimistis instrumen tersebut akan menarik minat investor internasional untuk berinvestasi pada surat utang Indonesia.

    Purbaya menjelaskan, lembaga pemeringkat memberikan nilai AAA/Stable karena menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. 

    Beberapa indikator yang menjadi pertimbangan di antaranya pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas 5 persen, fundamental ekonomi yang solid, posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, serta ketahanan terhadap berbagai guncangan eksternal.

    "Pertimbangannya sama sebenarnya. Ekonomi tetap kuat di atas 5 persen, fundamental ekonomi solid, didukung skala ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terutama terhadap guncangan eksternal," katanya.

    Ia juga menepis keraguan terhadap data ekonomi nasional. Menurutnya, seluruh indikator yang digunakan pemerintah bersumber dari data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

    Pemerintah menargetkan penerbitan perdana Panda Bond pada 23 Juli 2026 sebagai salah satu strategi diversifikasi pembiayaan APBN sekaligus memperluas basis investor global. 

    Instrumen tersebut diharapkan menjadi sumber pendanaan jangka panjang dengan memanfaatkan besarnya pasar keuangan China.

    Panda Bond merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau lembaga asing di pasar obligasi domestik China menggunakan mata uang yuan (renminbi). 

    Melalui instrumen ini, Indonesia dapat memperoleh pembiayaan langsung dari investor di China tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar obligasi berbasis dolar Amerika Serikat.

    Selain memperluas sumber pembiayaan negara, penerbitan Panda Bond juga diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan China sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

    (Sf/Rs)