Cari disini...
Nasional
Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mengevaluasi progres pembangunan Tahap II untuk memastikan target Nusantara sebagai ibu kota politik pada 2028 dapat tercapai.
Evaluasi dilakukan bersama kementerian, investor, penyedia jasa konstruksi, konsultan, hingga manajemen konstruksi guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal.
Berdasarkan siaran pers Otorita IKN pada 15 Juli 2026, pembangunan Tahap II dibiayai melalui tiga skema, yakni APBN, kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dan investasi swasta.
Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik, rinciannya sembilan paket telah selesai, sebanyak 15 paket proyek masih dalam tahap konstruksi, sedangkan 16 paket lainnya memasuki proses lelang.
Paket-paket tahap konstruksi meliputi pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga sistem penyediaan air minum.
Sementara itu, proyek yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dari 90 paket pekerjaan, 12 paket masih berjalan mencakup pembangunan Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung lainnya.
Paket pekerjaan yang dikelola Kementerian Permukiman dan Kawasan menyisakan pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi guna mendukung penataan kawasan.
Di sisi investasi, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama. Sembilan proyek telah rampung, sedangkan enam lainnya masih dalam tahap konstruksi, di antaranya Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, dan sejumlah proyek apartemen.
Sementara melalui skema KPBU, Otorita IKN mencatat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas sektor hunian dan jalan.
Dalam waktu dekat, dua proyek hunian akan memasuki tahap pembangunan, yakni 108 rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan delapan menara rumah susun oleh PT Nindya Karya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menegaskan percepatan pembangunan harus tetap mengutamakan keselamatan kerja dan kualitas hasil pembangunan.
"Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita 2028 dengan tetap menjaga kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," katanya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Nasional

Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mengevaluasi progres pembangunan Tahap II untuk memastikan target Nusantara sebagai ibu kota politik pada 2028 dapat tercapai.
Evaluasi dilakukan bersama kementerian, investor, penyedia jasa konstruksi, konsultan, hingga manajemen konstruksi guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal.
Berdasarkan siaran pers Otorita IKN pada 15 Juli 2026, pembangunan Tahap II dibiayai melalui tiga skema, yakni APBN, kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dan investasi swasta.
Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik, rinciannya sembilan paket telah selesai, sebanyak 15 paket proyek masih dalam tahap konstruksi, sedangkan 16 paket lainnya memasuki proses lelang.
Paket-paket tahap konstruksi meliputi pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga sistem penyediaan air minum.
Sementara itu, proyek yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dari 90 paket pekerjaan, 12 paket masih berjalan mencakup pembangunan Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung lainnya.
Paket pekerjaan yang dikelola Kementerian Permukiman dan Kawasan menyisakan pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi guna mendukung penataan kawasan.
Di sisi investasi, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama. Sembilan proyek telah rampung, sedangkan enam lainnya masih dalam tahap konstruksi, di antaranya Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, dan sejumlah proyek apartemen.
Sementara melalui skema KPBU, Otorita IKN mencatat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas sektor hunian dan jalan.
Dalam waktu dekat, dua proyek hunian akan memasuki tahap pembangunan, yakni 108 rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan delapan menara rumah susun oleh PT Nindya Karya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menegaskan percepatan pembangunan harus tetap mengutamakan keselamatan kerja dan kualitas hasil pembangunan.
"Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita 2028 dengan tetap menjaga kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," katanya.
(Sf/Rs)