Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Nasional
Ilustrasi. (Pinterest)
Bontang - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan masyarakat terkait potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini disebut mulai terjadi sejak April dan diprediksi masih meluas hingga Mei dan Juni 2026.
Dalam unggahan resmi akun Instagram @kemenkes_ri pada Senin (8/6/2026), Kemenkes menyampaikan bahwa dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan suhu panas, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat akibat penurunan kualitas udara dan keterbatasan air bersih.
Menurut Kemenkes, situasi ini dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), polusi udara, serta memicu berbagai penyakit yang dipengaruhi oleh perubahan lingkungan.
Risiko kesehatan yang perlu diwaspadai
Dalam informasi tersebut, Kemenkes RI menyoroti beberapa gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat selama musim kemarau, di antaranya:
Kelompok yang disebut paling rentan terhadap dampak ini meliputi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta.
Imbauan langkah pencegahan
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
Kemenkes menegaskan bahwa risiko kesehatan selama musim kemarau dapat diminimalkan apabila masyarakat disiplin dalam melakukan langkah pencegahan.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Nasional

Ilustrasi. (Pinterest)
Bontang - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan masyarakat terkait potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini disebut mulai terjadi sejak April dan diprediksi masih meluas hingga Mei dan Juni 2026.
Dalam unggahan resmi akun Instagram @kemenkes_ri pada Senin (8/6/2026), Kemenkes menyampaikan bahwa dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan suhu panas, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat akibat penurunan kualitas udara dan keterbatasan air bersih.
Menurut Kemenkes, situasi ini dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), polusi udara, serta memicu berbagai penyakit yang dipengaruhi oleh perubahan lingkungan.
Risiko kesehatan yang perlu diwaspadai
Dalam informasi tersebut, Kemenkes RI menyoroti beberapa gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat selama musim kemarau, di antaranya:
Kelompok yang disebut paling rentan terhadap dampak ini meliputi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta.
Imbauan langkah pencegahan
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
Kemenkes menegaskan bahwa risiko kesehatan selama musim kemarau dapat diminimalkan apabila masyarakat disiplin dalam melakukan langkah pencegahan.
(Sf/Rs)