Nasional

    Mendag Resmikan Export Center di Balikpapan untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Global

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Export Center merupakan fasilitas pembinaan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan ekspor, khususnya produk non-migas. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, meresmikan pusat ekspor (Export Center) di Gedung Galeri UMKM Kota Balikpapan, Jumat (1/8/2025).

    Peresmian ini merupakan lanjutan dari peluncuran serupa yang sebelumnya telah dilakukan di Kota Batam. Dalam sambutannya, Mendag Budi Santoso menjelaskan, bahwa Export Center merupakan fasilitas pembinaan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan ekspor, khususnya produk non-migas.

    Menurutnya, Indonesia memiliki banyak produk unggulan yang sudah layak diekspor dan hanya perlu ditingkatkan dari sisi kualitas, serta standar internasional.

    “Tidak perlu menunggu produk baru. Produk yang sudah ada bisa langsung dikerjakan dan distandarisasi. Banyak UMKM kami sebenarnya sudah mampu ekspor, dan pemerintah hadir untuk memfasilitasi mereka,” ucap Budi kepada awak media.

    Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa perwakilan perdagangan di luar negeri, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara. Mereka berperan sebagai pemasar produk-produk UMKM Indonesia.

    Export Center akan menjadi tempat pelatihan bagi pelaku UMKM, mulai dari pengemasan produk, manajemen ekspor, hingga pencarian buyer (pembeli) internasional. Menurutnya, seluruh proses ini bahkan dapat dilakukan secara daring.

    “Cukup online. Tadi juga kami demonstrasikan bagaimana perwakilan Indonesia di luar negeri mencarikan buyer, dan langsung terjadi business matching. Dari Januari hingga Juni saja, transaksi sudah mencapai sekitar 90 juta dolar AS, semuanya online dan tanpa pertemuan langsung,” paparnya.

    Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi Export Center didasarkan pada hasil survei potensi produk dan letak strategis kota tersebut sebagai hub perdagangan di Kalimantan Timur.

    “Kaltim sangat luas dan Balikpapan punya potensi besar. Dari sini kami bisa fokus dan menyebarkan program ke daerah-daerah lain melalui penyuluh ekspor. Kami siap jemput bola dan memberikan pelatihan langsung ke UMKM,” tambahnya.

    Selain soal ekspor, Mendag juga menyinggung pentingnya pengemasan produk yang ramah lingkungan. Pemerintah, menurutnya, terus mendorong pengelolaan sampah dan kemasan berkelanjutan agar pembangunan ekonomi tetap menjaga kelestarian lingkungan.

    “Semua harus berjalan bersama. Tidak boleh satu sektor maju tapi merusak yang lain. Kami juga siapkan pelatihan desain kemasan melalui klinik desain yang dapat membantu UMKM membuat kemasan yang menarik sekaligus ramah lingkungan,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Timur atas dukungan dan fasilitas yang diberikan demi pengembangan UMKM di daerah.

    (Sf/Rs)

    Nasional

    Mendag Resmikan Export Center di Balikpapan untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Global

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Export Center merupakan fasilitas pembinaan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan ekspor, khususnya produk non-migas. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, meresmikan pusat ekspor (Export Center) di Gedung Galeri UMKM Kota Balikpapan, Jumat (1/8/2025).

    Peresmian ini merupakan lanjutan dari peluncuran serupa yang sebelumnya telah dilakukan di Kota Batam. Dalam sambutannya, Mendag Budi Santoso menjelaskan, bahwa Export Center merupakan fasilitas pembinaan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan ekspor, khususnya produk non-migas.

    Menurutnya, Indonesia memiliki banyak produk unggulan yang sudah layak diekspor dan hanya perlu ditingkatkan dari sisi kualitas, serta standar internasional.

    “Tidak perlu menunggu produk baru. Produk yang sudah ada bisa langsung dikerjakan dan distandarisasi. Banyak UMKM kami sebenarnya sudah mampu ekspor, dan pemerintah hadir untuk memfasilitasi mereka,” ucap Budi kepada awak media.

    Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa perwakilan perdagangan di luar negeri, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara. Mereka berperan sebagai pemasar produk-produk UMKM Indonesia.

    Export Center akan menjadi tempat pelatihan bagi pelaku UMKM, mulai dari pengemasan produk, manajemen ekspor, hingga pencarian buyer (pembeli) internasional. Menurutnya, seluruh proses ini bahkan dapat dilakukan secara daring.

    “Cukup online. Tadi juga kami demonstrasikan bagaimana perwakilan Indonesia di luar negeri mencarikan buyer, dan langsung terjadi business matching. Dari Januari hingga Juni saja, transaksi sudah mencapai sekitar 90 juta dolar AS, semuanya online dan tanpa pertemuan langsung,” paparnya.

    Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi Export Center didasarkan pada hasil survei potensi produk dan letak strategis kota tersebut sebagai hub perdagangan di Kalimantan Timur.

    “Kaltim sangat luas dan Balikpapan punya potensi besar. Dari sini kami bisa fokus dan menyebarkan program ke daerah-daerah lain melalui penyuluh ekspor. Kami siap jemput bola dan memberikan pelatihan langsung ke UMKM,” tambahnya.

    Selain soal ekspor, Mendag juga menyinggung pentingnya pengemasan produk yang ramah lingkungan. Pemerintah, menurutnya, terus mendorong pengelolaan sampah dan kemasan berkelanjutan agar pembangunan ekonomi tetap menjaga kelestarian lingkungan.

    “Semua harus berjalan bersama. Tidak boleh satu sektor maju tapi merusak yang lain. Kami juga siapkan pelatihan desain kemasan melalui klinik desain yang dapat membantu UMKM membuat kemasan yang menarik sekaligus ramah lingkungan,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Timur atas dukungan dan fasilitas yang diberikan demi pengembangan UMKM di daerah.

    (Sf/Rs)