Nasional

    KSSK Optimistis Ekonomi Semester II Tumbuh hingga 6 Persen, Stimulus Kendaraan Listrik Segera Diluncurkan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    04 Agustus 2026 pukul 23:40 WITA

    Menteri Keuangan RI sekaligus Ketua KSSK, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026. (Foto: Tangkapan Layar)

    Samarinda — Pemerintah melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali menguat pada semester II 2026 hingga berada di kisaran 5,6-6 persen, setelah mengalami perlambatan pada triwulan II akibat tingginya ketidakpastian ekonomi global. 

    Untuk mendorong pemulihan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus, termasuk insentif kendaraan listrik, memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia, serta mempercepat realisasi belanja negara.

    Optimisme tersebut disampaikan Mnteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang disiarkan secara langsung melalui Kanal YouTube IDX Channel, Senin (3/8/2026).

    Dalam forum tersebut, Purbaya memaparkan perkembangan ekonomi nasional, kondisi sektor keuangan, serta strategi yang akan ditempuh untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi pada paruh kedua 2026.

    Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi pada triwulan II diperkirakan berada di bawah 5,6 persen atau mendekati 5,4 persen. Perlambatan tersebut dipengaruhi tingginya ketidakpastian global, mulai dari kenaikan harga minyak dunia, konflik geopolitik yang belum mereda, hingga arus keluar modal.

    Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan tidak akan menghambat prospek pertumbuhan ekonomi pada semester II.

    "Kita prediksi di semester II ekonominya bisa tumbuh pulih ke 5,6 sampai 6 persen dengan kerja keras tentunya," ujar Purbaya.

    Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia guna memastikan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi berjalan optimal.

    Langkah yang disiapkan meliputi menjaga kecukupan likuiditas sistem keuangan, memperbaiki iklim investasi, serta mempercepat realisasi belanja pemerintah pada semester II.

    Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi baru. Salah satunya berupa insentif pembelian mobil dan sepeda motor listrik yang dalam waktu dekat akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Purbaya mengatakan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter tersebut diharapkan mampu meningkatkan investasi, mendorong konsumsi masyarakat, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.

    Menurutnya, percepatan belanja negara pada semester II juga menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi, mengingat realisasi belanja pada semester I belum berjalan optimal akibat penyesuaian anggaran dan tingginya ketidakpastian ekonomi global.

    (Sf/Rs)

    Nasional

    KSSK Optimistis Ekonomi Semester II Tumbuh hingga 6 Persen, Stimulus Kendaraan Listrik Segera Diluncurkan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    04 Agustus 2026 pukul 23:40 WITA

    Menteri Keuangan RI sekaligus Ketua KSSK, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026. (Foto: Tangkapan Layar)

    Samarinda — Pemerintah melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali menguat pada semester II 2026 hingga berada di kisaran 5,6-6 persen, setelah mengalami perlambatan pada triwulan II akibat tingginya ketidakpastian ekonomi global. 

    Untuk mendorong pemulihan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus, termasuk insentif kendaraan listrik, memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia, serta mempercepat realisasi belanja negara.

    Optimisme tersebut disampaikan Mnteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang disiarkan secara langsung melalui Kanal YouTube IDX Channel, Senin (3/8/2026).

    Dalam forum tersebut, Purbaya memaparkan perkembangan ekonomi nasional, kondisi sektor keuangan, serta strategi yang akan ditempuh untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi pada paruh kedua 2026.

    Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi pada triwulan II diperkirakan berada di bawah 5,6 persen atau mendekati 5,4 persen. Perlambatan tersebut dipengaruhi tingginya ketidakpastian global, mulai dari kenaikan harga minyak dunia, konflik geopolitik yang belum mereda, hingga arus keluar modal.

    Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan tidak akan menghambat prospek pertumbuhan ekonomi pada semester II.

    "Kita prediksi di semester II ekonominya bisa tumbuh pulih ke 5,6 sampai 6 persen dengan kerja keras tentunya," ujar Purbaya.

    Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia guna memastikan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi berjalan optimal.

    Langkah yang disiapkan meliputi menjaga kecukupan likuiditas sistem keuangan, memperbaiki iklim investasi, serta mempercepat realisasi belanja pemerintah pada semester II.

    Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi baru. Salah satunya berupa insentif pembelian mobil dan sepeda motor listrik yang dalam waktu dekat akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Purbaya mengatakan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter tersebut diharapkan mampu meningkatkan investasi, mendorong konsumsi masyarakat, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.

    Menurutnya, percepatan belanja negara pada semester II juga menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi, mengingat realisasi belanja pada semester I belum berjalan optimal akibat penyesuaian anggaran dan tingginya ketidakpastian ekonomi global.

    (Sf/Rs)