Nasional

    Kampung KB Bestari Belimbing Wakili Bontang di Tingkat Nasional, Tampilkan Inovasi dan Capaian Penurunan Stunting

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    11 Juni 2026 pukul 20:59 WITA

    Rapat penurunan stunting di Kota Bontang 2026. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Kampung KB Bestari (Belimbing Sejahtera Lestari) Kelurahan Belimbing kembali mengharumkan nama Kota Bontang di tingkat nasional. 

    Kampung KB tersebut menjadi perwakilan Kota Bontang dalam Wawancara Pemutakhiran Kampung KB Tingkat Nasional 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (11/6/2026).

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memimpin langsung paparan capaian dan inovasi yang telah dijalankan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mempercepat penurunan stunting.

    Dalam kesempatan itu, Neni menegaskan keberhasilan yang diraih tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, serta peran para kader di lapangan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

    “Kami mengapresiasi kontribusi nyata mereka dalam mendampingi masyarakat,” ujar Neni di hadapan dewan juri nasional.

    Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Pemerintah Kota Bontang menaikkan insentif bagi 514 kader Bangga Kencana secara signifikan. Jika sebelumnya para kader menerima insentif sebesar Rp250 ribu per bulan, kini nilainya meningkat menjadi Rp1 juta per bulan.

    Kebijakan tersebut menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam penilaian nasional. Dukungan terhadap kader dinilai mampu mendorong lahirnya berbagai program kreatif berbasis masyarakat.

    Dua program unggulan yang dipaparkan dalam sesi wawancara yakni Sekolah Lansia Berdaya (SIDAYA) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). 

    Program SIDAYA difokuskan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, produktif dan mandiri. Sementara GENTING menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha dalam membantu keluarga berisiko stunting melalui pendampingan dan dukungan pemenuhan gizi balita.

    Berbagai program tersebut berdampak pada peningkatan sejumlah indikator pembangunan keluarga di wilayah Kampung KB Bestari. Data yang dipaparkan menunjukkan angka kesertaan KB modern meningkat dari 51,6 persen menjadi 63,3 persen.

    Selain itu, Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) juga mengalami kenaikan signifikan dari 56,7 persen menjadi 73,6 persen.

    Tidak hanya pada sektor kesehatan dan keluarga, Kampung KB Bestari juga menunjukkan perkembangan di bidang ekonomi. Salah satu produk UMKM lokal yang dikembangkan warga berhasil menembus pasar internasional dengan tujuan ekspor ke Kamboja.

    Sementara dalam upaya penanganan stunting, pendekatan melalui pendampingan keluarga dan layanan home care dinilai berhasil memberikan hasil nyata. Jumlah anak stunting di wilayah tersebut berhasil ditekan dari 101 anak menjadi 95 anak.

    Capaian tersebut menjadi bagian dari target Pemerintah Kota Bontang untuk terus menurunkan prevalensi stunting sekaligus memperkuat kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

    (Sf/Lo)

    Nasional

    Kampung KB Bestari Belimbing Wakili Bontang di Tingkat Nasional, Tampilkan Inovasi dan Capaian Penurunan Stunting

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    11 Juni 2026 pukul 20:59 WITA

    Rapat penurunan stunting di Kota Bontang 2026. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Kampung KB Bestari (Belimbing Sejahtera Lestari) Kelurahan Belimbing kembali mengharumkan nama Kota Bontang di tingkat nasional. 

    Kampung KB tersebut menjadi perwakilan Kota Bontang dalam Wawancara Pemutakhiran Kampung KB Tingkat Nasional 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (11/6/2026).

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memimpin langsung paparan capaian dan inovasi yang telah dijalankan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mempercepat penurunan stunting.

    Dalam kesempatan itu, Neni menegaskan keberhasilan yang diraih tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, serta peran para kader di lapangan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

    “Kami mengapresiasi kontribusi nyata mereka dalam mendampingi masyarakat,” ujar Neni di hadapan dewan juri nasional.

    Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Pemerintah Kota Bontang menaikkan insentif bagi 514 kader Bangga Kencana secara signifikan. Jika sebelumnya para kader menerima insentif sebesar Rp250 ribu per bulan, kini nilainya meningkat menjadi Rp1 juta per bulan.

    Kebijakan tersebut menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam penilaian nasional. Dukungan terhadap kader dinilai mampu mendorong lahirnya berbagai program kreatif berbasis masyarakat.

    Dua program unggulan yang dipaparkan dalam sesi wawancara yakni Sekolah Lansia Berdaya (SIDAYA) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). 

    Program SIDAYA difokuskan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, produktif dan mandiri. Sementara GENTING menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha dalam membantu keluarga berisiko stunting melalui pendampingan dan dukungan pemenuhan gizi balita.

    Berbagai program tersebut berdampak pada peningkatan sejumlah indikator pembangunan keluarga di wilayah Kampung KB Bestari. Data yang dipaparkan menunjukkan angka kesertaan KB modern meningkat dari 51,6 persen menjadi 63,3 persen.

    Selain itu, Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) juga mengalami kenaikan signifikan dari 56,7 persen menjadi 73,6 persen.

    Tidak hanya pada sektor kesehatan dan keluarga, Kampung KB Bestari juga menunjukkan perkembangan di bidang ekonomi. Salah satu produk UMKM lokal yang dikembangkan warga berhasil menembus pasar internasional dengan tujuan ekspor ke Kamboja.

    Sementara dalam upaya penanganan stunting, pendekatan melalui pendampingan keluarga dan layanan home care dinilai berhasil memberikan hasil nyata. Jumlah anak stunting di wilayah tersebut berhasil ditekan dari 101 anak menjadi 95 anak.

    Capaian tersebut menjadi bagian dari target Pemerintah Kota Bontang untuk terus menurunkan prevalensi stunting sekaligus memperkuat kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

    (Sf/Lo)