Cari disini...
Nasional
Ilustrasi. (Freepik)
Bontang - Jemaah haji yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci kini dapat mengunduh sertifikat haji digital secara mandiri melalui Kartu Nusuk.
Sertifikat tersebut dapat disimpan sebagai dokumentasi resmi, sekaligus kenang-kenangan perjalanan ibadah haji. Informasi ini disampaikan melalui unggahan Instagram Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Rabu (10/6/2026).
Sertifikat haji digital terintegrasi dengan sistem Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi yang digunakan untuk mendukung berbagai layanan bagi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Untuk mengunduh sertifikat, jemaah cukup memindai barcode yang terdapat pada Kartu Nusuk menggunakan telepon pintar. Setelah itu, pilih bahasa yang diinginkan, yakni Arab atau Inggris, lalu klik menu “View Certificate”.
Selanjutnya, jemaah dapat memilih bahasa sertifikat yang akan digunakan. Sertifikat dapat dilihat terlebih dahulu melalui menu “Preview Certificate” dan disimpan dalam bentuk gambar apabila diperlukan.
Apabila ingin menyimpan dokumen secara resmi, jemaah cukup memilih menu “Download PDF” untuk mengunduh sertifikat dalam format PDF yang dapat disimpan, dicetak, maupun dibagikan kepada keluarga.
Kehadiran sertifikat haji digital ini menjadi bagian dari transformasi layanan haji berbasis teknologi yang memudahkan jemaah mengakses dokumen penting tanpa harus mendatangi kantor layanan tertentu.
Selain sebagai bukti telah menunaikan ibadah haji, sertifikat tersebut juga menjadi dokumentasi perjalanan spiritual yang dapat disimpan secara aman dalam bentuk digital.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Nasional

Ilustrasi. (Freepik)
Bontang - Jemaah haji yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci kini dapat mengunduh sertifikat haji digital secara mandiri melalui Kartu Nusuk.
Sertifikat tersebut dapat disimpan sebagai dokumentasi resmi, sekaligus kenang-kenangan perjalanan ibadah haji. Informasi ini disampaikan melalui unggahan Instagram Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Rabu (10/6/2026).
Sertifikat haji digital terintegrasi dengan sistem Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi yang digunakan untuk mendukung berbagai layanan bagi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Untuk mengunduh sertifikat, jemaah cukup memindai barcode yang terdapat pada Kartu Nusuk menggunakan telepon pintar. Setelah itu, pilih bahasa yang diinginkan, yakni Arab atau Inggris, lalu klik menu “View Certificate”.
Selanjutnya, jemaah dapat memilih bahasa sertifikat yang akan digunakan. Sertifikat dapat dilihat terlebih dahulu melalui menu “Preview Certificate” dan disimpan dalam bentuk gambar apabila diperlukan.
Apabila ingin menyimpan dokumen secara resmi, jemaah cukup memilih menu “Download PDF” untuk mengunduh sertifikat dalam format PDF yang dapat disimpan, dicetak, maupun dibagikan kepada keluarga.
Kehadiran sertifikat haji digital ini menjadi bagian dari transformasi layanan haji berbasis teknologi yang memudahkan jemaah mengakses dokumen penting tanpa harus mendatangi kantor layanan tertentu.
Selain sebagai bukti telah menunaikan ibadah haji, sertifikat tersebut juga menjadi dokumentasi perjalanan spiritual yang dapat disimpan secara aman dalam bentuk digital.
(Sf/Lo)