Nasional

    Jawa Tengah Bidik Peluang Investasi di IKN, Otorita Tawarkan Insentif Fiskal bagi Mitra

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    07 Agustus 2026 pukul 19:00 WITA

    Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan kesiapan membuka ruang investasi, salah satunya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (Foto: Otorita/seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menjajaki peluang investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah dengan Otorita IKN di Nusantara, Kamis (6/8/2026). 

    Dalam pertemuan itu, Otorita IKN menegaskan kesiapan membuka ruang investasi, sekaligus menawarkan insentif fiskal bagi daerah yang menjadi mitra pembangunan.

    Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, Otorita IKN terus mendorong keterlibatan pemerintah daerah dalam pembangunan ibu kota baru. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Nusantara.

    “Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ucap Basuki dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

    Dalam audiensi tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan Nusantara beserta skema pembiayaan yang digunakan. Saat ini, pembangunan IKN didukung melalui beberapa sumber pendanaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.

    Data Otorita IKN menunjukkan minat investor terhadap pembangunan ibu kota baru terus meningkat. Hingga saat ini, investasi swasta yang telah berkomitmen masuk mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor.

    “Sementara itu, proyek yang dikembangkan melalui skema KPBU memiliki nilai sekitar Rp134,22 triliun,” jelasnya.

    Basuki menjelaskan, peluang kerja sama yang ditawarkan kepada Jawa Tengah tidak hanya terbatas pada penanaman modal. Pemerintah daerah juga dapat mengambil peran dalam penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, sektor ekonomi kreatif, hingga penguatan sektor pariwisata yang mendukung pertumbuhan kawasan IKN.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif peluang tersebut. Dia menilai semangat kolaborasi yang selama ini diterapkan dalam pembangunan Jawa Tengah dapat diperluas melalui kerja sama dengan Otorita IKN.

    “Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat,” tambah Ahmad Luthfi.

    Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjajaki peluang investasi, sekaligus memperluas kerja sama pembangunan dengan Otorita IKN.

    Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak, sekaligus mempercepat pembangunan Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia.

    (Sf/Rs)

    Nasional

    Jawa Tengah Bidik Peluang Investasi di IKN, Otorita Tawarkan Insentif Fiskal bagi Mitra

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    07 Agustus 2026 pukul 19:00 WITA

    Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan kesiapan membuka ruang investasi, salah satunya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (Foto: Otorita/seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menjajaki peluang investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah dengan Otorita IKN di Nusantara, Kamis (6/8/2026). 

    Dalam pertemuan itu, Otorita IKN menegaskan kesiapan membuka ruang investasi, sekaligus menawarkan insentif fiskal bagi daerah yang menjadi mitra pembangunan.

    Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, Otorita IKN terus mendorong keterlibatan pemerintah daerah dalam pembangunan ibu kota baru. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Nusantara.

    “Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ucap Basuki dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

    Dalam audiensi tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan Nusantara beserta skema pembiayaan yang digunakan. Saat ini, pembangunan IKN didukung melalui beberapa sumber pendanaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.

    Data Otorita IKN menunjukkan minat investor terhadap pembangunan ibu kota baru terus meningkat. Hingga saat ini, investasi swasta yang telah berkomitmen masuk mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor.

    “Sementara itu, proyek yang dikembangkan melalui skema KPBU memiliki nilai sekitar Rp134,22 triliun,” jelasnya.

    Basuki menjelaskan, peluang kerja sama yang ditawarkan kepada Jawa Tengah tidak hanya terbatas pada penanaman modal. Pemerintah daerah juga dapat mengambil peran dalam penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, sektor ekonomi kreatif, hingga penguatan sektor pariwisata yang mendukung pertumbuhan kawasan IKN.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif peluang tersebut. Dia menilai semangat kolaborasi yang selama ini diterapkan dalam pembangunan Jawa Tengah dapat diperluas melalui kerja sama dengan Otorita IKN.

    “Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat,” tambah Ahmad Luthfi.

    Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjajaki peluang investasi, sekaligus memperluas kerja sama pembangunan dengan Otorita IKN.

    Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak, sekaligus mempercepat pembangunan Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia.

    (Sf/Rs)