Nasional

    Inflasi Kaltim Mei 2026 Tercatat 0,17 Persen, Pangan dan Transportasi Jadi Penyumbang Utama

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    04 Juni 2026 pukul 14:02 WITA

    Ilustrasi. (Freepik)

    Bontang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,17 persen secara month to month (MoM) pada Mei 2026. 

    Sementara itu, inflasi year to date (y-to-d) berada di angka 1,65 persen dan inflasi year-on-year (YoY) tercatat 3,04 persen.

    Data tersebut disampaikan BPS Kaltim melalui rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2026 yang dipublikasikan melalui akun resmi Instagram @bpskaltim.

    Dalam infografis tersebut, inflasi YoY tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang mencapai 1,26 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,76 persen serta transportasi sebesar 0,59 persen.

    Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran tercatat memberikan andil inflasi yang relatif kecil, antara lain pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen, serta kesehatan sebesar 0,05 persen.

    Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan tercatat tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi, sementara pendidikan serta rekreasi, olahraga dan budaya juga tercatat relatif kecil kontribusinya.

    BPS Kaltim juga mencatat perkembangan inflasi YoY periode Mei 2025 hingga Mei 2026 yang menunjukkan fluktuasi. Pada Mei 2025 inflasi berada di angka 1,03 persen, kemudian meningkat hingga mencapai puncak 4,64 persen pada Februari 2026, sebelum kembali turun menjadi 3,04 persen pada Mei 2026.

    Dalam rilis tersebut juga disebutkan sebaran inflasi kabupaten/kota di Kaltim. Inflasi YoY tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 3,42 persen dengan IHK 111,61. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,33 persen dengan IHK 111,59.

    (Sf/Lo)

    Nasional

    Inflasi Kaltim Mei 2026 Tercatat 0,17 Persen, Pangan dan Transportasi Jadi Penyumbang Utama

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    04 Juni 2026 pukul 14:02 WITA

    Ilustrasi. (Freepik)

    Bontang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,17 persen secara month to month (MoM) pada Mei 2026. 

    Sementara itu, inflasi year to date (y-to-d) berada di angka 1,65 persen dan inflasi year-on-year (YoY) tercatat 3,04 persen.

    Data tersebut disampaikan BPS Kaltim melalui rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2026 yang dipublikasikan melalui akun resmi Instagram @bpskaltim.

    Dalam infografis tersebut, inflasi YoY tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang mencapai 1,26 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,76 persen serta transportasi sebesar 0,59 persen.

    Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran tercatat memberikan andil inflasi yang relatif kecil, antara lain pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen, serta kesehatan sebesar 0,05 persen.

    Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan tercatat tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi, sementara pendidikan serta rekreasi, olahraga dan budaya juga tercatat relatif kecil kontribusinya.

    BPS Kaltim juga mencatat perkembangan inflasi YoY periode Mei 2025 hingga Mei 2026 yang menunjukkan fluktuasi. Pada Mei 2025 inflasi berada di angka 1,03 persen, kemudian meningkat hingga mencapai puncak 4,64 persen pada Februari 2026, sebelum kembali turun menjadi 3,04 persen pada Mei 2026.

    Dalam rilis tersebut juga disebutkan sebaran inflasi kabupaten/kota di Kaltim. Inflasi YoY tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 3,42 persen dengan IHK 111,61. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,33 persen dengan IHK 111,59.

    (Sf/Lo)