Nasional

    Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama, Bahasa Prancis Akan Diajarkan di Sekolah

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    29 Mei 2026 pukul 16:38 WITA

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (Dok: Kementerian Sekretariat Negara)

    Tenggarong - Presiden Prabowo Subianto membuka arah baru hubungan Indonesia dan Prancis. Tidak hanya di sektor pertahanan dan investasi, kerja sama kedua negara kini mulai menyentuh bidang pendidikan hingga rencana pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia.

    Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menerima Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertemuan bilateral yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/5/26).

    Prabowo mengatakan hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berkembang pesat di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Menurut dia, kedua negara memiliki pandangan yang sama dalam sejumlah isu internasional.

    “Di bidang pendidikan, kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis,” kata Prabowo dalam siaran live akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/5/26).

    Pernyataan itu menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya Prabowo secara terbuka mendorong penguatan bahasa Prancis dalam sistem pendidikan nasional. Selama ini, bahasa asing di sekolah Indonesia lebih banyak didominasi bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.

    Langkah tersebut dinilai berkaitan erat dengan semakin luasnya kerja sama Indonesia dan Prancis di berbagai sektor strategis. Selain pertahanan, kedua negara kini memperkuat kolaborasi di bidang energi bersih, sains dan teknologi, riset, hingga investasi.

    Prabowo menyebut Indonesia dan Prancis telah memiliki comprehensive strategic partnership atau kemitraan strategis komprehensif yang akan diperluas dalam bentuk kerja sama lebih konkret.

    “Kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak,” ujarnya.

    Selain pendidikan, kedua kepala negara membahas pelaksanaan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA yang selama ini menjadi salah satu agenda penting hubungan Indonesia dan Uni Eropa.

    Prabowo juga menyambut pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council yang disebut akan memperkuat investasi dan hubungan ekonomi kedua negara.

    Di sektor pertahanan, hubungan Indonesia dan Prancis memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu kerja sama terbesar adalah pembelian pesawat tempur Rafale dari perusahaan Prancis Dassault Aviation.

    Data Kementerian Pertahanan RI yang dipublikasikan pada 2022 menunjukkan Indonesia menandatangani kontrak pembelian 42 unit Rafale sebagai bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.

    Sementara di bidang pendidikan dan budaya, pemerintah Prancis melalui Institut Français Indonesia atau IFI selama beberapa tahun terakhir aktif memperluas program bahasa dan pertukaran pelajar di Indonesia.

    Laporan Organisation Internationale de la Francophonie 2022 yang dipublikasikan pada Oktober 2022 menyebut bahasa Prancis digunakan lebih dari 321 juta orang di dunia dan menjadi salah satu bahasa resmi utama dalam diplomasi internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa.

    Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyinggung situasi Timur Tengah yang dinilai akan berdampak langsung terhadap stabilitas energi dunia dan rantai pasok global.

    “Perdamaian di kawasan Timur Tengah menjadi kepentingan kita bersama,” katanya.

    (Sf/Lo)

    Nasional

    Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama, Bahasa Prancis Akan Diajarkan di Sekolah

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    29 Mei 2026 pukul 16:38 WITA

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (Dok: Kementerian Sekretariat Negara)

    Tenggarong - Presiden Prabowo Subianto membuka arah baru hubungan Indonesia dan Prancis. Tidak hanya di sektor pertahanan dan investasi, kerja sama kedua negara kini mulai menyentuh bidang pendidikan hingga rencana pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia.

    Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menerima Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertemuan bilateral yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/5/26).

    Prabowo mengatakan hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berkembang pesat di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Menurut dia, kedua negara memiliki pandangan yang sama dalam sejumlah isu internasional.

    “Di bidang pendidikan, kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis,” kata Prabowo dalam siaran live akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/5/26).

    Pernyataan itu menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya Prabowo secara terbuka mendorong penguatan bahasa Prancis dalam sistem pendidikan nasional. Selama ini, bahasa asing di sekolah Indonesia lebih banyak didominasi bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.

    Langkah tersebut dinilai berkaitan erat dengan semakin luasnya kerja sama Indonesia dan Prancis di berbagai sektor strategis. Selain pertahanan, kedua negara kini memperkuat kolaborasi di bidang energi bersih, sains dan teknologi, riset, hingga investasi.

    Prabowo menyebut Indonesia dan Prancis telah memiliki comprehensive strategic partnership atau kemitraan strategis komprehensif yang akan diperluas dalam bentuk kerja sama lebih konkret.

    “Kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak,” ujarnya.

    Selain pendidikan, kedua kepala negara membahas pelaksanaan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA yang selama ini menjadi salah satu agenda penting hubungan Indonesia dan Uni Eropa.

    Prabowo juga menyambut pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council yang disebut akan memperkuat investasi dan hubungan ekonomi kedua negara.

    Di sektor pertahanan, hubungan Indonesia dan Prancis memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu kerja sama terbesar adalah pembelian pesawat tempur Rafale dari perusahaan Prancis Dassault Aviation.

    Data Kementerian Pertahanan RI yang dipublikasikan pada 2022 menunjukkan Indonesia menandatangani kontrak pembelian 42 unit Rafale sebagai bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.

    Sementara di bidang pendidikan dan budaya, pemerintah Prancis melalui Institut Français Indonesia atau IFI selama beberapa tahun terakhir aktif memperluas program bahasa dan pertukaran pelajar di Indonesia.

    Laporan Organisation Internationale de la Francophonie 2022 yang dipublikasikan pada Oktober 2022 menyebut bahasa Prancis digunakan lebih dari 321 juta orang di dunia dan menjadi salah satu bahasa resmi utama dalam diplomasi internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa.

    Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyinggung situasi Timur Tengah yang dinilai akan berdampak langsung terhadap stabilitas energi dunia dan rantai pasok global.

    “Perdamaian di kawasan Timur Tengah menjadi kepentingan kita bersama,” katanya.

    (Sf/Lo)