Nasional

    Harga Bahan Pokok di Sangatta Naik, Bawang Merah Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    09 Juni 2026 pukul 21:30 WITA

    Ilustrasi kenaikan harga bawang merah dan minyak goreng di Sangatta. (Foto: Ilustrasi AI)

    ‎‎‎Sangatta – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Induk Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengalami kenaikan setelah Iduladha. 

    Komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan yakni bawang merah dan minyak goreng, sehingga memicu keluhan dari pedagang maupun konsumen.
    ‎
    ‎Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pedagang mengaku harga kebutuhan pokok mulai naik dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan tersebut berdampak pada daya beli masyarakat dan aktivitas jual beli di pasar.
    ‎
    ‎Salah seorang pedagang sembako, Alfrida, mengatakan harga bawang merah mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.
    ‎
    ‎"Bawang-bawang naik, kalau bawang merah sudah naik Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilo, padahal sebelumnya kita jual paling tinggi Rp50 ribu saja," ujar Alfrida.
    ‎
    ‎Kenaikan harga bawang merah tersebut membuat harga eceran bawang merah kupas yang sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per Kilogram (Kg), kini mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per Kg.
    ‎
    ‎Selain bawang merah, harga minyak goreng kemasan juga mengalami kenaikan. Pedagang lain, Supardi, mengatakan harga minyak goreng mulai naik sejak bulan lalu.
    ‎
    ‎"Kalau minyak goreng mulai bulan lalu. Kayak minyak kemasan dari harga Rp14.000 naik sampai Rp20.000," kata Supardi.
    ‎
    ‎Tak hanya itu, gula pasir dan tepung terigu juga mengalami penyesuaian harga dari distributor. Meski kenaikannya hanya sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per Kg, kondisi tersebut tetap menambah beban pengeluaran masyarakat.
    ‎
    ‎Pedagang menduga kenaikan harga terjadi akibat imbas kelangkaan bahan bakar beberapa waktu lalu sehingga pasokan barang ke pasar ikut terganggu.
    ‎
    ‎Di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, harga telur ayam masih stabil. Begitu pula dengan beras premium dan beras medium yang belum mengalami perubahan harga berarti. Sementara itu, harga cabai justru turun dari Rp80 ribu menjadi sekitar Rp55 ribu per Kg.
    ‎
    ‎Pedagang berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera melakukan operasi pasar untuk membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
    ‎
    ‎"Harapannya kita supaya harga ini stabil, jangan terlalu lonjak naiknya, terlalu tinggi," pungkasnya. 
    ‎
    ‎(Sf/Lo) 
    ‎

    Nasional

    Harga Bahan Pokok di Sangatta Naik, Bawang Merah Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    09 Juni 2026 pukul 21:30 WITA

    Ilustrasi kenaikan harga bawang merah dan minyak goreng di Sangatta. (Foto: Ilustrasi AI)

    ‎‎‎Sangatta – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Induk Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengalami kenaikan setelah Iduladha. 

    Komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan yakni bawang merah dan minyak goreng, sehingga memicu keluhan dari pedagang maupun konsumen.
    ‎
    ‎Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pedagang mengaku harga kebutuhan pokok mulai naik dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan tersebut berdampak pada daya beli masyarakat dan aktivitas jual beli di pasar.
    ‎
    ‎Salah seorang pedagang sembako, Alfrida, mengatakan harga bawang merah mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.
    ‎
    ‎"Bawang-bawang naik, kalau bawang merah sudah naik Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilo, padahal sebelumnya kita jual paling tinggi Rp50 ribu saja," ujar Alfrida.
    ‎
    ‎Kenaikan harga bawang merah tersebut membuat harga eceran bawang merah kupas yang sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per Kilogram (Kg), kini mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per Kg.
    ‎
    ‎Selain bawang merah, harga minyak goreng kemasan juga mengalami kenaikan. Pedagang lain, Supardi, mengatakan harga minyak goreng mulai naik sejak bulan lalu.
    ‎
    ‎"Kalau minyak goreng mulai bulan lalu. Kayak minyak kemasan dari harga Rp14.000 naik sampai Rp20.000," kata Supardi.
    ‎
    ‎Tak hanya itu, gula pasir dan tepung terigu juga mengalami penyesuaian harga dari distributor. Meski kenaikannya hanya sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per Kg, kondisi tersebut tetap menambah beban pengeluaran masyarakat.
    ‎
    ‎Pedagang menduga kenaikan harga terjadi akibat imbas kelangkaan bahan bakar beberapa waktu lalu sehingga pasokan barang ke pasar ikut terganggu.
    ‎
    ‎Di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, harga telur ayam masih stabil. Begitu pula dengan beras premium dan beras medium yang belum mengalami perubahan harga berarti. Sementara itu, harga cabai justru turun dari Rp80 ribu menjadi sekitar Rp55 ribu per Kg.
    ‎
    ‎Pedagang berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera melakukan operasi pasar untuk membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
    ‎
    ‎"Harapannya kita supaya harga ini stabil, jangan terlalu lonjak naiknya, terlalu tinggi," pungkasnya. 
    ‎
    ‎(Sf/Lo) 
    ‎