Cari disini...
Nasional
Tangkapan layar Konferensi Pers Gempa Bumi disiarkan langsung di instagram resmi BMKG. (Foto: tangkapan layar)
Penajam - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Berdasarkan keterangan BMKG dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Instagram resmi lembaga tersebut, Selasa siang, hingga pembaruan data pukul 13.46 WITA gempa utama telah diikuti sekitar 20 kali gempa susulan.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Wijayanto, menjelaskan gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik akibat aktivitas sesar aktif dan bukan termasuk gempa swarm. BMKG juga tidak mendeteksi adanya gempa pendahuluan sebelum guncangan utama terjadi.
"Ini bukan gempa swarm, tetapi gempa tektonik. Kami tidak mendeteksi adanya gempa pendahuluan dan langsung terjadi gempa utama magnitudo 6,7," ujarnya.
Berdasarkan pemutakhiran parameter BMKG, gempa tergolong gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan geser turun pada sesar aktif yang memicu pelepasan energi di wilayah tersebut.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tidak menimbulkan potensi tsunami. Dari estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa tertinggi tercatat pada skala VI–VII MMI di wilayah Torue, Parigi Moutong dan Parigi Selatan.
BMKG menyatakan hingga kini belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa akibat gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan, serta mengikuti informasi melalui kanal resmi BMKG.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Nasional

Tangkapan layar Konferensi Pers Gempa Bumi disiarkan langsung di instagram resmi BMKG. (Foto: tangkapan layar)
Penajam - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Berdasarkan keterangan BMKG dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Instagram resmi lembaga tersebut, Selasa siang, hingga pembaruan data pukul 13.46 WITA gempa utama telah diikuti sekitar 20 kali gempa susulan.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Wijayanto, menjelaskan gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik akibat aktivitas sesar aktif dan bukan termasuk gempa swarm. BMKG juga tidak mendeteksi adanya gempa pendahuluan sebelum guncangan utama terjadi.
"Ini bukan gempa swarm, tetapi gempa tektonik. Kami tidak mendeteksi adanya gempa pendahuluan dan langsung terjadi gempa utama magnitudo 6,7," ujarnya.
Berdasarkan pemutakhiran parameter BMKG, gempa tergolong gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan geser turun pada sesar aktif yang memicu pelepasan energi di wilayah tersebut.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tidak menimbulkan potensi tsunami. Dari estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa tertinggi tercatat pada skala VI–VII MMI di wilayah Torue, Parigi Moutong dan Parigi Selatan.
BMKG menyatakan hingga kini belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa akibat gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan, serta mengikuti informasi melalui kanal resmi BMKG.
(Sf/Lo)