Gempa 7,6 M Guncang Sulut, BMKG Deteksi Tsunami di 3 Titik

    Seputarfakta.com -

    Nasional

    02 April 2026 02:17 WIB

    Kepala BMKG bersama jajaran saat konferensi pers, Kamis (2/4/2026).

    Samarinda - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi telah terjadi tsunami kecil di tiga wilayah menyusul gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi. Berdasarkan hasil observasi muka air laut, tsunami terdeteksi di Halmahera Barat setinggi 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB, di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB, dan di Minahasa Utara setinggi 0,75 meter pada pukul 06.16 WIB.

    Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi pada pukul 04.08 WIB ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Mengingat besarnya kekuatan gempa dan mekanismenya, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

    "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung dengan status Siaga. Ketinggian tsunami diperkirakan antara 0,5 hingga 3 meter," ujar Faisal dalam konferensi pers resminya.

    Hingga pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 11 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5. Guncangan hebat ini juga dilaporkan telah mengakibatkan kerusakan fisik pada bangunan, seperti Gedung KONI Sario di Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.

    Meskipun ketinggian tsunami yang terdeteksi saat ini masih di bawah satu meter, pihak BMKG meminta masyarakat di garis pantai tidak meremehkan situasi dan tetap berada di lokasi evakuasi. Plt. Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, menekankan bahwa karakter gelombang tsunami berbeda dengan gelombang laut biasa.

    "Meskipun hanya 30 sentimeter atau 50 sentimeter, ini adalah gelombang tsunami yang bergerak dan membawa energi besar. Tentunya masyarakat yang betul-betul di garis pantai harus tetap melakukan evakuasi," tegas Rahmat.

    Selain ancaman tsunami, BMKG juga mengimbau warga yang terdampak guncangan untuk tidak terburu-buru masuk ke dalam rumah. Direktur Seismologi Teknik, Dr. Fahri, mengingatkan warga agar melakukan pemeriksaan mandiri terhadap struktur bangunan terlebih dahulu.

    "Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa lagi kondisi struktur bangunan. Apabila terdapat kerusakan atau retak-retak struktur, mohon menjadi perhatian dan jangan langsung masuk ke dalam gedung untuk menghindari risiko dampak gempa susulan," kata Fahri.

    Hingga berita ini ditulis, BMKG terus melakukan monitoring intensif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD setempat. Peringatan dini tsunami akan terus berlaku hingga ada pengumuman resmi mengenai pengakhirannya yang diperkirakan akan disampaikan dalam beberapa jam ke depan. Warga diminta untuk hanya mempercayai informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG guna menghindari berita bohong atau hoaks yang dapat memicu kepanikan.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Gempa 7,6 M Guncang Sulut, BMKG Deteksi Tsunami di 3 Titik

    Seputarfakta.com -

    Nasional

    02 April 2026 02:17 WIB

    Kepala BMKG bersama jajaran saat konferensi pers, Kamis (2/4/2026).

    Samarinda - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi telah terjadi tsunami kecil di tiga wilayah menyusul gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi. Berdasarkan hasil observasi muka air laut, tsunami terdeteksi di Halmahera Barat setinggi 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB, di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB, dan di Minahasa Utara setinggi 0,75 meter pada pukul 06.16 WIB.

    Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi pada pukul 04.08 WIB ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Mengingat besarnya kekuatan gempa dan mekanismenya, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

    "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung dengan status Siaga. Ketinggian tsunami diperkirakan antara 0,5 hingga 3 meter," ujar Faisal dalam konferensi pers resminya.

    Hingga pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 11 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5. Guncangan hebat ini juga dilaporkan telah mengakibatkan kerusakan fisik pada bangunan, seperti Gedung KONI Sario di Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.

    Meskipun ketinggian tsunami yang terdeteksi saat ini masih di bawah satu meter, pihak BMKG meminta masyarakat di garis pantai tidak meremehkan situasi dan tetap berada di lokasi evakuasi. Plt. Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, menekankan bahwa karakter gelombang tsunami berbeda dengan gelombang laut biasa.

    "Meskipun hanya 30 sentimeter atau 50 sentimeter, ini adalah gelombang tsunami yang bergerak dan membawa energi besar. Tentunya masyarakat yang betul-betul di garis pantai harus tetap melakukan evakuasi," tegas Rahmat.

    Selain ancaman tsunami, BMKG juga mengimbau warga yang terdampak guncangan untuk tidak terburu-buru masuk ke dalam rumah. Direktur Seismologi Teknik, Dr. Fahri, mengingatkan warga agar melakukan pemeriksaan mandiri terhadap struktur bangunan terlebih dahulu.

    "Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa lagi kondisi struktur bangunan. Apabila terdapat kerusakan atau retak-retak struktur, mohon menjadi perhatian dan jangan langsung masuk ke dalam gedung untuk menghindari risiko dampak gempa susulan," kata Fahri.

    Hingga berita ini ditulis, BMKG terus melakukan monitoring intensif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD setempat. Peringatan dini tsunami akan terus berlaku hingga ada pengumuman resmi mengenai pengakhirannya yang diperkirakan akan disampaikan dalam beberapa jam ke depan. Warga diminta untuk hanya mempercayai informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG guna menghindari berita bohong atau hoaks yang dapat memicu kepanikan.

    (Sf/Rs)