Cari disini...
Seputarfakta.com -
Nasional
Tangkapan layar, video yang beredar saat kendaraan taktis melaju kencang di tengah kerumunan massa. (Istimewa)
Samarinda - Seorang pria mengenakan jaket Ojek online (Ojol) terekam kamera warga, diduga ditabrak lalu dilindas kendaraan taktis anti huruhara milik Brimob dalam aksi demonstrasi di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam. Menurut informasi yang beredar, pria dalam rekaman itu juga tengah ikut menyuarakan sejumlah tuntutan.
Seputar Fakta mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Diketahui, pria tersebut dikonfirmasi oleh PT Gojek Tokopedia (GoTo) sebagai salah satu mitra mereka bernama Affan Kurniawan. Pria muda kelahiran tahun 2004 itu diketahui merupakan warga Jakarta Barat, yang masih berstatus mahasiswa.
Affan disebut tengah berada di sekitar massa aksi ketika sebuah kendaraan taktis Barracuda milik Brimob melintas. Dari kesaksian warga, Affan sempat terjatuh dan terlindas rantis tersebut. Rekaman video yang tersebar di media sosial memperlihatkan momen kendaraan terus melaju meski massa berteriak memberi peringatan.
Pemuda kelahiran Tanjung Karang itu, segera dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong. Pihak PT GoTo dalam keterangan resminya menyampaikan duka cita serta memberikan dukungan pengurusan jenazah hingga santunan untuk keluarga.
Kepolisian melalui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mendatangi keluarga di RSCM pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam dan berjanji akan menindaklanjuti kasus ini dengan penyelidikan Propam Polri.
“Ini tragedi yang tidak kita harapkan. Saya menyampaikan permohonan maaf dan memastikan kasus ini akan diusut tuntas,” ujar Listyo Sigit.
Insiden yang menewaskan Affan Kurniawan memicu gelombang solidaritas dari sesama pengemudi ojol. Rekan-rekan mitra Gojek di sekitar Jakarta menggelar pertemuan darurat untuk mengawal pengurusan jenazah, bahkan sebagian mendatangi Mako Brimob Kwitang sebagai bentuk protes.
Publik figur seperti musisi Pasha Ungu turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Sementara itu, Kompolnas meminta identifikasi dan penindakan hukum terhadap pengemudi rantis yang terlibat.
Kasus ini juga kembali menyoroti kerentanan mitra ojol yang berstatus pekerja informal tanpa perlindungan penuh, terutama ketika berada di situasi sosial yang berisiko tinggi.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com -
Nasional
Tangkapan layar, video yang beredar saat kendaraan taktis melaju kencang di tengah kerumunan massa. (Istimewa)
Samarinda - Seorang pria mengenakan jaket Ojek online (Ojol) terekam kamera warga, diduga ditabrak lalu dilindas kendaraan taktis anti huruhara milik Brimob dalam aksi demonstrasi di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam. Menurut informasi yang beredar, pria dalam rekaman itu juga tengah ikut menyuarakan sejumlah tuntutan.
Seputar Fakta mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Diketahui, pria tersebut dikonfirmasi oleh PT Gojek Tokopedia (GoTo) sebagai salah satu mitra mereka bernama Affan Kurniawan. Pria muda kelahiran tahun 2004 itu diketahui merupakan warga Jakarta Barat, yang masih berstatus mahasiswa.
Affan disebut tengah berada di sekitar massa aksi ketika sebuah kendaraan taktis Barracuda milik Brimob melintas. Dari kesaksian warga, Affan sempat terjatuh dan terlindas rantis tersebut. Rekaman video yang tersebar di media sosial memperlihatkan momen kendaraan terus melaju meski massa berteriak memberi peringatan.
Pemuda kelahiran Tanjung Karang itu, segera dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong. Pihak PT GoTo dalam keterangan resminya menyampaikan duka cita serta memberikan dukungan pengurusan jenazah hingga santunan untuk keluarga.
Kepolisian melalui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mendatangi keluarga di RSCM pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam dan berjanji akan menindaklanjuti kasus ini dengan penyelidikan Propam Polri.
“Ini tragedi yang tidak kita harapkan. Saya menyampaikan permohonan maaf dan memastikan kasus ini akan diusut tuntas,” ujar Listyo Sigit.
Insiden yang menewaskan Affan Kurniawan memicu gelombang solidaritas dari sesama pengemudi ojol. Rekan-rekan mitra Gojek di sekitar Jakarta menggelar pertemuan darurat untuk mengawal pengurusan jenazah, bahkan sebagian mendatangi Mako Brimob Kwitang sebagai bentuk protes.
Publik figur seperti musisi Pasha Ungu turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Sementara itu, Kompolnas meminta identifikasi dan penindakan hukum terhadap pengemudi rantis yang terlibat.
Kasus ini juga kembali menyoroti kerentanan mitra ojol yang berstatus pekerja informal tanpa perlindungan penuh, terutama ketika berada di situasi sosial yang berisiko tinggi.
(Sf/Rs)