Cari disini...
Seputarfakta.com -
Nasional
Miftah Maulana Ibrahim, yang disapa Gus Miftah dalam sebuah acara. (Instagram/@silaturahmikebangsaan)
Samarinda - Beberapa hari terakhir, publik di media sosial tengah dihebohkan dengan kejadian yang menimpa seorang penjual minuman es teh. Rekaman video seorang penceramah agama yang dikenal dengan Gus Miftah, viral dan dibagikan berulang kali. Sebabnya, sosok penceramah yang juga merupakan Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu, disebut mengucapkan kalimat yang merendahkan penjual es teh, pada sebuah acara.
Saat berita ini ditulis, Gus Miftah telah menyampaikan permohonan maaf melalui unggahan video. Berikut Seputar Fakta merangkum 5 fakta tentang kejadian ini.
1. Lokasi dan Waktu Insiden
Insiden terjadi saat Gus Miftah memberikan ceramah di Magelang pada acara pengajian. Dalam sesi tersebut, seorang penjual es teh yang berkeliling di tengah jemaah menjadi sorotan setelah Gus Miftah mengomentari dagangannya dengan kalimat yang dianggap menghina.
2. Ucapan Kontroversial
Dalam video yang viral, Gus Miftah menegur si penjual dengan menyebut, "Es tehmu sih akeh nggak? Ya sana jual gobl*k." Ucapan ini disampaikan di hadapan banyak jemaah, memicu reaksi keras dari masyarakat yang merasa hal tersebut tidak pantas dilakukan seorang tokoh agama.
3. Klarifikasi Gus Miftah dan Gus Yusuf
Menanggapi kritik, Gus Miftah menjelaskan bahwa penjual es teh diminta minggir karena dianggap mengganggu konsentrasi jemaah. Klarifikasi serupa juga datang dari Gus Yusuf, salah satu ulama yang hadir di acara tersebut. Namun, publik tetap menilai respons tersebut kurang bijak dan tidak mencerminkan adab yang baik.
4. Respons Netizen
Warganet menyayangkan tindakan Gus Miftah yang dianggap mempermalukan pedagang kecil. Banyak komentar yang mengecam penggunaan kata-kata kasar seperti "gobl*k," terutama karena disampaikan di depan umum. Beberapa juga menilai bahwa sebagai tokoh agama, Gus Miftah seharusnya memberi contoh yang lebih baik dalam berkomunikasi.
5. Dampak terhadap Reputasi
Kontroversi ini berdampak besar pada reputasi Gus Miftah sebagai pendakwah dan utusan khusus Presiden. Publik menyoroti peran dan tanggung jawabnya sebagai pemuka agama, dengan menuntut sikap yang lebih bijaksana dan menghormati semua lapisan masyarakat.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com -
Nasional

Miftah Maulana Ibrahim, yang disapa Gus Miftah dalam sebuah acara. (Instagram/@silaturahmikebangsaan)
Samarinda - Beberapa hari terakhir, publik di media sosial tengah dihebohkan dengan kejadian yang menimpa seorang penjual minuman es teh. Rekaman video seorang penceramah agama yang dikenal dengan Gus Miftah, viral dan dibagikan berulang kali. Sebabnya, sosok penceramah yang juga merupakan Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu, disebut mengucapkan kalimat yang merendahkan penjual es teh, pada sebuah acara.
Saat berita ini ditulis, Gus Miftah telah menyampaikan permohonan maaf melalui unggahan video. Berikut Seputar Fakta merangkum 5 fakta tentang kejadian ini.
1. Lokasi dan Waktu Insiden
Insiden terjadi saat Gus Miftah memberikan ceramah di Magelang pada acara pengajian. Dalam sesi tersebut, seorang penjual es teh yang berkeliling di tengah jemaah menjadi sorotan setelah Gus Miftah mengomentari dagangannya dengan kalimat yang dianggap menghina.
2. Ucapan Kontroversial
Dalam video yang viral, Gus Miftah menegur si penjual dengan menyebut, "Es tehmu sih akeh nggak? Ya sana jual gobl*k." Ucapan ini disampaikan di hadapan banyak jemaah, memicu reaksi keras dari masyarakat yang merasa hal tersebut tidak pantas dilakukan seorang tokoh agama.
3. Klarifikasi Gus Miftah dan Gus Yusuf
Menanggapi kritik, Gus Miftah menjelaskan bahwa penjual es teh diminta minggir karena dianggap mengganggu konsentrasi jemaah. Klarifikasi serupa juga datang dari Gus Yusuf, salah satu ulama yang hadir di acara tersebut. Namun, publik tetap menilai respons tersebut kurang bijak dan tidak mencerminkan adab yang baik.
4. Respons Netizen
Warganet menyayangkan tindakan Gus Miftah yang dianggap mempermalukan pedagang kecil. Banyak komentar yang mengecam penggunaan kata-kata kasar seperti "gobl*k," terutama karena disampaikan di depan umum. Beberapa juga menilai bahwa sebagai tokoh agama, Gus Miftah seharusnya memberi contoh yang lebih baik dalam berkomunikasi.
5. Dampak terhadap Reputasi
Kontroversi ini berdampak besar pada reputasi Gus Miftah sebagai pendakwah dan utusan khusus Presiden. Publik menyoroti peran dan tanggung jawabnya sebagai pemuka agama, dengan menuntut sikap yang lebih bijaksana dan menghormati semua lapisan masyarakat.
(Sf/Rs)