Nasional

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026, Pengangguran Turun ke Level 4,65 Persen

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    05 Agustus 2026 pukul 21:32 WITA

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Moh Edy Mahmud saat rilis berita resmi statistik (Foto: Tangkapan Layar)

    Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2026 dengan pertumbuhan 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). 

    Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga menurun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026, mencerminkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja nasional.

    Data tersebut dipaparkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam rilis resmi BPS yang disiarkan melalui Kanal YouTube BPS pada Rabu (5/8/2026). 

    Dalam pemaparannya, BPS menyampaikan perkembangan terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi nasional dan kondisi ketenagakerjaan Indonesia. 

    Ateng menjelaskan, berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.576,2 triliun.

    "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 bila dibandingkan dengan triwulan II 2025 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,29 persen," ujarnya.

    Selain tumbuh secara tahunan, perekonomian nasional juga mengalami pertumbuhan 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026 (quarter-to-quarter/q-to-q). 

    Sementara secara kumulatif semester I 2026 terhadap semester I 2025 (cumulative-to-cumulative/c-to-c), ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen.

    Di sektor ketenagakerjaan, BPS mencatat jumlah penganggur pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen.

    Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 4,68 persen, atau turun sekitar 0,03 poin persentase.

    Menurut Ateng, penurunan tingkat pengangguran terbuka terjadi secara merata, baik pada tenaga kerja laki-laki maupun perempuan, serta berlangsung di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

    "Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan," katanya.

    BPS menilai capaian tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja nasional masih berada dalam tren perbaikan seiring tetap terjaganya aktivitas ekonomi pada paruh pertama 2026. 

    Data pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi pemerintah pada semester II tahun ini.

    (Sf/Rs)

    Nasional

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026, Pengangguran Turun ke Level 4,65 Persen

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    05 Agustus 2026 pukul 21:32 WITA

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Moh Edy Mahmud saat rilis berita resmi statistik (Foto: Tangkapan Layar)

    Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2026 dengan pertumbuhan 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). 

    Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga menurun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026, mencerminkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja nasional.

    Data tersebut dipaparkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam rilis resmi BPS yang disiarkan melalui Kanal YouTube BPS pada Rabu (5/8/2026). 

    Dalam pemaparannya, BPS menyampaikan perkembangan terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi nasional dan kondisi ketenagakerjaan Indonesia. 

    Ateng menjelaskan, berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.576,2 triliun.

    "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 bila dibandingkan dengan triwulan II 2025 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,29 persen," ujarnya.

    Selain tumbuh secara tahunan, perekonomian nasional juga mengalami pertumbuhan 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026 (quarter-to-quarter/q-to-q). 

    Sementara secara kumulatif semester I 2026 terhadap semester I 2025 (cumulative-to-cumulative/c-to-c), ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen.

    Di sektor ketenagakerjaan, BPS mencatat jumlah penganggur pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen.

    Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 4,68 persen, atau turun sekitar 0,03 poin persentase.

    Menurut Ateng, penurunan tingkat pengangguran terbuka terjadi secara merata, baik pada tenaga kerja laki-laki maupun perempuan, serta berlangsung di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

    "Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan," katanya.

    BPS menilai capaian tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja nasional masih berada dalam tren perbaikan seiring tetap terjaganya aktivitas ekonomi pada paruh pertama 2026. 

    Data pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi pemerintah pada semester II tahun ini.

    (Sf/Rs)