Cari disini...
Seputarfakta.com -
Nasional
Seputarfakta.com - Pada malam 3 Maret 2026, Bulan purnama tidak akan bersinar putih seperti biasa. Ia akan berubah merah gelap, sebuah fenomena alam yang dikenal sebagai Blood Moon atau gerhana bulan total.
Fenomena ini terjadi saat Bulan purnama sepenuhnya masuk ke bayangan inti Bumi (umbra), bukan karena hal mistis, melainkan akibat interaksi cahaya dan atmosfer Bumi yang bisa dijelaskan secara ilmiah serta aman untuk diamati.
■ Apa Itu Gerhana Bulan?
Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan dan menghalangi cahaya langsung Matahari.
Pada gerhana bulan total, seluruh permukaan Bulan tertutup bayangan gelap Bumi.
■ Mengapa Bulan Berwarna Merah Darah?
Walaupun Bulan berada di dalam bayangan Bumi, sebagian cahaya Matahari tetap mencapai Bulan setelah melewati atmosfer Bumi. Atmosfer menyaring cahaya berenergi tinggi seperti biru dan membiaskan cahaya merah dan oranye ke arah bayangan Bumi.
Cahaya inilah yang membuat Bulan tampak merah tembaga hingga merah darah saat puncak gerhana. Intensitas warna dapat berbeda, tergantung kondisi atmosfer seperti debu, polusi, atau partikel vulkanik.
■Apakah Blood Moon Berbahaya?
Jawabannya tidak. Gerhana bulan total:
- Aman dilihat dengan mata telanjang
- Tidak merusak mata
- Tidak memancarkan radiasi berbahaya
- Tidak menyebabkan gempa, tsunami, atau bencana alam
Berbeda dengan gerhana Matahari yang memerlukan pelindung khusus, gerhana bulan sepenuhnya aman untuk semua orang.
■ Mengapa Bisa Diprediksi?
Gerhana bulan dapat diprediksi dengan sangat presisi karena pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari mengikuti hukum fisika dan gravitasi yang konsisten.
Waktu setiap fase gerhana dapat dihitung bahkan bertahun-tahun sebelum kejadian.
■ Kesimpulan
Bulan merah pada 3 Maret 2026 bukan pertanda buruk, melainkan bukti bagaimana cahaya, atmosfer, dan gravitasi bekerja bersama menghasilkan fenomena alam yang indah dan terukur.
Fenomena ini langka dan layak disaksikan dengan rasa ingin tahu, bukan ketakutan.
📌 Sumber referensi utama:
Artikel “Gerhana Bulan Total akan Terjadi pada 3 Maret 2026 di Indonesia
InfoAstronomy dot org
(Sf/Mr)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com -
Nasional

Seputarfakta.com - Pada malam 3 Maret 2026, Bulan purnama tidak akan bersinar putih seperti biasa. Ia akan berubah merah gelap, sebuah fenomena alam yang dikenal sebagai Blood Moon atau gerhana bulan total.
Fenomena ini terjadi saat Bulan purnama sepenuhnya masuk ke bayangan inti Bumi (umbra), bukan karena hal mistis, melainkan akibat interaksi cahaya dan atmosfer Bumi yang bisa dijelaskan secara ilmiah serta aman untuk diamati.
■ Apa Itu Gerhana Bulan?
Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan dan menghalangi cahaya langsung Matahari.
Pada gerhana bulan total, seluruh permukaan Bulan tertutup bayangan gelap Bumi.
■ Mengapa Bulan Berwarna Merah Darah?
Walaupun Bulan berada di dalam bayangan Bumi, sebagian cahaya Matahari tetap mencapai Bulan setelah melewati atmosfer Bumi. Atmosfer menyaring cahaya berenergi tinggi seperti biru dan membiaskan cahaya merah dan oranye ke arah bayangan Bumi.
Cahaya inilah yang membuat Bulan tampak merah tembaga hingga merah darah saat puncak gerhana. Intensitas warna dapat berbeda, tergantung kondisi atmosfer seperti debu, polusi, atau partikel vulkanik.
■Apakah Blood Moon Berbahaya?
Jawabannya tidak. Gerhana bulan total:
- Aman dilihat dengan mata telanjang
- Tidak merusak mata
- Tidak memancarkan radiasi berbahaya
- Tidak menyebabkan gempa, tsunami, atau bencana alam
Berbeda dengan gerhana Matahari yang memerlukan pelindung khusus, gerhana bulan sepenuhnya aman untuk semua orang.
■ Mengapa Bisa Diprediksi?
Gerhana bulan dapat diprediksi dengan sangat presisi karena pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari mengikuti hukum fisika dan gravitasi yang konsisten.
Waktu setiap fase gerhana dapat dihitung bahkan bertahun-tahun sebelum kejadian.
■ Kesimpulan
Bulan merah pada 3 Maret 2026 bukan pertanda buruk, melainkan bukti bagaimana cahaya, atmosfer, dan gravitasi bekerja bersama menghasilkan fenomena alam yang indah dan terukur.
Fenomena ini langka dan layak disaksikan dengan rasa ingin tahu, bukan ketakutan.
📌 Sumber referensi utama:
Artikel “Gerhana Bulan Total akan Terjadi pada 3 Maret 2026 di Indonesia
InfoAstronomy dot org
(Sf/Mr)