Nasional

    Berbalut Pakaian Adat Nusantara di Kota Tua, Cak Imin Kukuhkan Belasan Ribu Pengurus DPC PKB se-Indonesia

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    23 Juli 2026 pukul 16:29 WITA

    Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: tangkapan layar)

    ​Samarinda - Kawasan bersejarah Alun-Alun Fatahillah, Kota Tua, Jakarta menjadi saksi bisu konsolidasi masif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (22/7/2026). 

    Dalam balutan beragam pakaian adat Nusantara, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB dari seluruh penjuru Tanah Air untuk masa bakti 2026–2031.

    ​Pelantikan akbar ini bukanlah acara berskala kecil. Sebanyak 514 ketua DPC hadir langsung, memimpin 19.675 pengurus yang terdiri dari jajaran Dewan Syuro dan Dewan Tanfidziyah.

    ​Pilihan mengenakan busana tradisional dalam prosesi ini bukan tanpa alasan. Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut, langkah ini adalah perwujudan komitmen partai untuk terus melangkah maju tanpa mencabut akar tradisi dan budaya bangsa.

    ​"Kemajuan harus selalu berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai kebangsaan kita," tegas Muhaimin di hadapan belasan ribu kadernya.

    ​Menjadi Solusi di Tengah Masyarakat
    ​Selain menonjolkan nilai budaya, Muhaimin menitikberatkan pada kesiapan kader menghadapi dinamika politik dan pembangunan lima tahun ke depan. 

    Ia memberikan instruksi tegas agar seluruh kader mulai dari tingkat ranting hingga para menteri di kabinet tidak hanya menjadi penonton, melainkan turun tangan sebagai Pemecah Masalah (Problem Solver) bagi masyarakat.

    ​"Teruslah bergerak tiada henti dengan inovasi, kreativitas dan berjalanlah dengan satu semangat, yaitu menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat. Di pundak kita menunggu nasib rakyat Indonesia," ujarnya.

    ​Dalam arahannya, Muhaimin juga mengingatkan kembali tentang muruah PKB. Sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi dan mewarisi visi besar KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), PKB diamanatkan untuk mengabdi kepada seluruh lapisan rakyat, bukan sekadar kelompok atau golongan tertentu.

    ​Fokus Strategis PKB Periode 2026-2031, untuk memastikan mesin partai berjalan optimal, pelantikan kali ini membawa sejumlah poin strategis. Pertama, yakni pengurus baru yang dilantik telah melewati tahapan seleksi ketat untuk menjamin kesiapan mental, kapasitas kepemimpinan dan integritas.

    ​Kedua, PKB memberikan porsi yang jauh lebih besar bagi kader-kader muda (regenerasi) agar partai tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman yang serba cepat.

    ​Ketifaerjuangan kader di daerah kini diintegrasikan sebagai satu kesatuan barisan untuk perjuangan nasional demi Indonesia yang adil dan makmur.

    ​"Kita optimistis, kepengurusan baru ini akan menjadi motor penggerak yang solid, membawa PKB semakin berkontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Nasional

    Berbalut Pakaian Adat Nusantara di Kota Tua, Cak Imin Kukuhkan Belasan Ribu Pengurus DPC PKB se-Indonesia

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    23 Juli 2026 pukul 16:29 WITA

    Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: tangkapan layar)

    ​Samarinda - Kawasan bersejarah Alun-Alun Fatahillah, Kota Tua, Jakarta menjadi saksi bisu konsolidasi masif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (22/7/2026). 

    Dalam balutan beragam pakaian adat Nusantara, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB dari seluruh penjuru Tanah Air untuk masa bakti 2026–2031.

    ​Pelantikan akbar ini bukanlah acara berskala kecil. Sebanyak 514 ketua DPC hadir langsung, memimpin 19.675 pengurus yang terdiri dari jajaran Dewan Syuro dan Dewan Tanfidziyah.

    ​Pilihan mengenakan busana tradisional dalam prosesi ini bukan tanpa alasan. Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut, langkah ini adalah perwujudan komitmen partai untuk terus melangkah maju tanpa mencabut akar tradisi dan budaya bangsa.

    ​"Kemajuan harus selalu berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai kebangsaan kita," tegas Muhaimin di hadapan belasan ribu kadernya.

    ​Menjadi Solusi di Tengah Masyarakat
    ​Selain menonjolkan nilai budaya, Muhaimin menitikberatkan pada kesiapan kader menghadapi dinamika politik dan pembangunan lima tahun ke depan. 

    Ia memberikan instruksi tegas agar seluruh kader mulai dari tingkat ranting hingga para menteri di kabinet tidak hanya menjadi penonton, melainkan turun tangan sebagai Pemecah Masalah (Problem Solver) bagi masyarakat.

    ​"Teruslah bergerak tiada henti dengan inovasi, kreativitas dan berjalanlah dengan satu semangat, yaitu menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat. Di pundak kita menunggu nasib rakyat Indonesia," ujarnya.

    ​Dalam arahannya, Muhaimin juga mengingatkan kembali tentang muruah PKB. Sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi dan mewarisi visi besar KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), PKB diamanatkan untuk mengabdi kepada seluruh lapisan rakyat, bukan sekadar kelompok atau golongan tertentu.

    ​Fokus Strategis PKB Periode 2026-2031, untuk memastikan mesin partai berjalan optimal, pelantikan kali ini membawa sejumlah poin strategis. Pertama, yakni pengurus baru yang dilantik telah melewati tahapan seleksi ketat untuk menjamin kesiapan mental, kapasitas kepemimpinan dan integritas.

    ​Kedua, PKB memberikan porsi yang jauh lebih besar bagi kader-kader muda (regenerasi) agar partai tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman yang serba cepat.

    ​Ketifaerjuangan kader di daerah kini diintegrasikan sebagai satu kesatuan barisan untuk perjuangan nasional demi Indonesia yang adil dan makmur.

    ​"Kita optimistis, kepengurusan baru ini akan menjadi motor penggerak yang solid, membawa PKB semakin berkontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa," tutupnya.

    (Sf/Lo)