1,4 Miliar Porsi Terdistribusi, Prabowo: MBG Beri Makan 6 Kali Populasi Singapura

    Seputarfakta.com -

    Nasional

    20 Oktober 2025 02:41 WIB

    Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato pembuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10/2025) malam. (Tangkapan layar/Youtube Sekretariat Negara).

    Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai skala yang fenomenal dalam waktu kurang dari setahun. Dengan total 1,41 miliar porsi makanan telah dimasak dan dibagikan sejak 6 Januari 2025, program ini kini telah menjangkau 36,7 juta penerima, sebuah angka yang setara dengan memberi makan enam kali total populasi Singapura setiap harinya.

    Pencapaian luar biasa ini menempatkan Indonesia di panggung dunia dalam hal implementasi program gizi berskala masif. Hingga hari ini, program MBG telah didukung oleh 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit dapur terpusat dari target total 32 ribu unit di seluruh Indonesia.

    Lampaui Kecepatan Negara Lain

    Dalam pidato pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Senin (20/10/2025) malam, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa kecepatan implementasi program MBG di Indonesia telah melampaui negara lain yang memiliki program serupa, salah satunya Brasil. Menurutnya, prestasi ini kini dipantau oleh banyak negara.

    "Yang saya tahu, Presiden Brazil memberitahu kepada saya, mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta (penerima). Kita alhamdulillah dalam satu tahun mencapai 36 juta," ujar Presiden, menyoroti efektivitas luar biasa dari program ini.

    Para penerima manfaat mencakup anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang menjadi target utama pemerintah dalam upaya perbaikan gizi nasional.

    Keberhasilan Nyaris Sempurna

    Presiden juga secara transparan mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan program raksasa ini. Terdapat beberapa ribu kasus keracunan atau sakit perut yang dilaporkan. Namun, jika dilihat dari skala keseluruhan, angka tersebut sangat kecil.

    "Ada beberapa ribu yang keracunan, sakit perut. Tetapi kalau diambil statistik, delapan ribu dari satu miliar (porsi), saya kira masih dalam koridor eror yang manusiawi," jelasnya.

    Ia merinci bahwa angka insiden tersebut hanya sekitar 0,0007 persen dari total porsi yang dibagikan. "Yang berarti 99,99 persen berhasil. Saya kira dalam sepanjang usaha manusia, hampir tidak ada usaha manusia yang dilaksanakan selama satu tahun dengan volume demikian besar yang zero eror," tambahnya.

    Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap kesalahan. Ia telah menekankan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan jajarannya untuk terus menyempurnakan prosedur agar insiden serupa tidak terjadi lagi, sambil berpesan agar kualitas pelaksanaan tetap diutamakan di atas kecepatan mengejar target. 
    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    1,4 Miliar Porsi Terdistribusi, Prabowo: MBG Beri Makan 6 Kali Populasi Singapura

    Seputarfakta.com -

    Nasional

    20 Oktober 2025 02:41 WIB

    Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato pembuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10/2025) malam. (Tangkapan layar/Youtube Sekretariat Negara).

    Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai skala yang fenomenal dalam waktu kurang dari setahun. Dengan total 1,41 miliar porsi makanan telah dimasak dan dibagikan sejak 6 Januari 2025, program ini kini telah menjangkau 36,7 juta penerima, sebuah angka yang setara dengan memberi makan enam kali total populasi Singapura setiap harinya.

    Pencapaian luar biasa ini menempatkan Indonesia di panggung dunia dalam hal implementasi program gizi berskala masif. Hingga hari ini, program MBG telah didukung oleh 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit dapur terpusat dari target total 32 ribu unit di seluruh Indonesia.

    Lampaui Kecepatan Negara Lain

    Dalam pidato pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Senin (20/10/2025) malam, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa kecepatan implementasi program MBG di Indonesia telah melampaui negara lain yang memiliki program serupa, salah satunya Brasil. Menurutnya, prestasi ini kini dipantau oleh banyak negara.

    "Yang saya tahu, Presiden Brazil memberitahu kepada saya, mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta (penerima). Kita alhamdulillah dalam satu tahun mencapai 36 juta," ujar Presiden, menyoroti efektivitas luar biasa dari program ini.

    Para penerima manfaat mencakup anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang menjadi target utama pemerintah dalam upaya perbaikan gizi nasional.

    Keberhasilan Nyaris Sempurna

    Presiden juga secara transparan mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan program raksasa ini. Terdapat beberapa ribu kasus keracunan atau sakit perut yang dilaporkan. Namun, jika dilihat dari skala keseluruhan, angka tersebut sangat kecil.

    "Ada beberapa ribu yang keracunan, sakit perut. Tetapi kalau diambil statistik, delapan ribu dari satu miliar (porsi), saya kira masih dalam koridor eror yang manusiawi," jelasnya.

    Ia merinci bahwa angka insiden tersebut hanya sekitar 0,0007 persen dari total porsi yang dibagikan. "Yang berarti 99,99 persen berhasil. Saya kira dalam sepanjang usaha manusia, hampir tidak ada usaha manusia yang dilaksanakan selama satu tahun dengan volume demikian besar yang zero eror," tambahnya.

    Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap kesalahan. Ia telah menekankan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan jajarannya untuk terus menyempurnakan prosedur agar insiden serupa tidak terjadi lagi, sambil berpesan agar kualitas pelaksanaan tetap diutamakan di atas kecepatan mengejar target. 
    (Sf/Rs)