Cari disini...
Lifestyle
Booth Kuning UMKM di Teras Samarinda. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)
Samarinda - Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, menjelaskan dua konsep pemberdayaan UMKM di kawasan Teras Samarinda.
Melalui pesan WhatsApp pada Minggu (20/9/2026), ia menyebut skema pertama adalah permanen tempat, kedua terbatas waktu dan tempat.
"Konsep pemberdayaan UMKM di Teras Samarinda saya bagi dua, jadi dilihat dari permanen tempat sama yang terbatas waktu dan tempat. Kalau permanen seperti Teras parkir yang sudah permanen itu berbeda dengan yang berbatas waktu dan berbatas tempat," ujar Syamsuddin.
Ia menjelaskan, contoh berbatas waktu seperti event tiga hari, sementara berbatas tempat seperti di area parkiran full truck.
"Ini kami lakukan pendekatan dua cara itu berbeda-beda konsep. Kalau yang permanen itu kita mengkurasi, kita betul-betul mengetahui latar belakang dan kami pastikan itu UMKM lokal dan itu kita berikan tempat dan sistemnya adalah bagi hasil," jelasnya.
"Sedangkan konsep yang berbatas waktu dan berbatas tempat adalah sistem sewa, jadi itu siapapun bisa terutama yang event-event di Teras Samarinda," sambungnya.
Untuk booth kuning di Teras Samarinda, Syamsuddin menyebut kurasinya dilakukan Pemerintah Kota Samarinda.
"Itu kalau di booth Teras Samarinda yang warna kuning itu, itu memang kurasinya dari pemerintah kota, jadi kami hanya terima UMKM di sana saja. Ada empat yang sudah terdaftar, itupun masih ada dua yang masih kosong, namun kami masih menunggu kurasi dari pemerintah kota yang berikutnya," ungkapnya.
Sementara untuk area parkir, terdapat empat truck dengan tiga di antaranya bersifat permanen dan sisanya untuk event.
"Yang di parkir itu ada sekitar empat truck yang permanen itu ada tiga, yang sering event itu sekitar 60-an, jadi kira-kira jumlahnya seperti itu," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Lifestyle

Booth Kuning UMKM di Teras Samarinda. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)
Samarinda - Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, menjelaskan dua konsep pemberdayaan UMKM di kawasan Teras Samarinda.
Melalui pesan WhatsApp pada Minggu (20/9/2026), ia menyebut skema pertama adalah permanen tempat, kedua terbatas waktu dan tempat.
"Konsep pemberdayaan UMKM di Teras Samarinda saya bagi dua, jadi dilihat dari permanen tempat sama yang terbatas waktu dan tempat. Kalau permanen seperti Teras parkir yang sudah permanen itu berbeda dengan yang berbatas waktu dan berbatas tempat," ujar Syamsuddin.
Ia menjelaskan, contoh berbatas waktu seperti event tiga hari, sementara berbatas tempat seperti di area parkiran full truck.
"Ini kami lakukan pendekatan dua cara itu berbeda-beda konsep. Kalau yang permanen itu kita mengkurasi, kita betul-betul mengetahui latar belakang dan kami pastikan itu UMKM lokal dan itu kita berikan tempat dan sistemnya adalah bagi hasil," jelasnya.
"Sedangkan konsep yang berbatas waktu dan berbatas tempat adalah sistem sewa, jadi itu siapapun bisa terutama yang event-event di Teras Samarinda," sambungnya.
Untuk booth kuning di Teras Samarinda, Syamsuddin menyebut kurasinya dilakukan Pemerintah Kota Samarinda.
"Itu kalau di booth Teras Samarinda yang warna kuning itu, itu memang kurasinya dari pemerintah kota, jadi kami hanya terima UMKM di sana saja. Ada empat yang sudah terdaftar, itupun masih ada dua yang masih kosong, namun kami masih menunggu kurasi dari pemerintah kota yang berikutnya," ungkapnya.
Sementara untuk area parkir, terdapat empat truck dengan tiga di antaranya bersifat permanen dan sisanya untuk event.
"Yang di parkir itu ada sekitar empat truck yang permanen itu ada tiga, yang sering event itu sekitar 60-an, jadi kira-kira jumlahnya seperti itu," pungkasnya.
(Sf/Lo)