Lifestyle

    Shofia Hayati, Duta Bahasa Kaltimtara 2024 Asal Kukar Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

    12 Juli 2024 pukul 15:06 WITA

    Shofia Hayati. (Foto: Istimewa)

    Tenggarong – Prestasi generasi muda dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus bermunculan dan mengharumkan nama daerahnya. Terbaru, Shofia Hayati, perempuan yang tinggal di Jalan Danau Semayang, Kecamatan Tenggarong, ini memiliki prestasi membanggakan karena terpilih menjadi Duta Bahasa, Provinsi Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimtara) 2024. 

    Pemudi kelahiran Banjarmasin ini membagikan pengalaman dan perjalanannya sebelum menjadi Duta Bahasa. Kata Shofia, sebelum mengikuti ajang Duta Bahasa, dirinya memiliki motivasi terbesar dalam dirinya yakni ingin berkontribusi dalam melestarikan dan mengembangan berbagai bahasa.

    "Saya sangat termotivasi saat mengikuti ajang Duta Bahasa, agar diri saya nanti bisa mendorong generasi muda untuk ikut berpartipasi dalam melestarikan bahasa dan budaya lokal," ucapnya saat ditemui, Jumat (12/7/2024).
    Dia menceritakan, perjalanan dirinya sebelum menjadi Duta Bahasa tidaklah mudah seperti yang dibayangankan.

    Dirinya perlu mengikuti berbagai seleksi, mulai dari tes tertulis hingga wawancara. Setelah melalui semua tahapan tersebut, ia harus bersaing dengan peserta lain berjumlah 42 peserta yang berasal dari 10 kabupaten/kota di Kaltim.

    "Yang lolos hanyalah 20 peserta, termasuk saya yang menjadi salah satu perwakilan Kukar, setelah itu kami sempat di karantina. Selanjutnya, saya masih mengikuti serangkaian seleksi lanjutan seperti tes psikologi, wawancara menggunakan bahasa asing dan lainnya," ucapnya ramah.

    Berkat hasil kerja keras dan kegigihannya, serta wawasannya yang luas dalam berbahasa, seperti bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing, membuat dirinya berhasil terpilih menjadi Duta Bahasa Kaltimtara 2024. "Visi saya ingin mewujudkan generasi muda yang memiliki keteladanan berbahasa di masyarakat," ungkapnya.

    Setelah terpilih menjadi Duta Bahasa Kaltim 2024, dirinya kini menjadi bagian mitra dari Kantor Bahasa Kaltim dan Kaltara 2024. Ia juga ditugaskan untuk terus menggaungkan Trigat Bangun Bahasa, agar dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang khususnya generasi muda.

    Shofia berpesan kepada generasi muda selanjutnya, agar terus melanjutkan langkahnya dalam mempelajari dan melestarikan bahasa dan sastra daerah, serta penguasaan bahasa asing, mengingat dalam waktu dekat Kaltim akan menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN).

    "Jangan sampai nanti ketika pembangunan IKN sudah selesai, kita hanya menjadi penonton di tempat sendiri. Dalam artian, jangan sampai pendatang yang beraksi sedangkan kita hanya melihat saja, serta diharapkan generasi muda saat ini harus segera mengambil langkah kalau menunggu kesempatan datang, mau sampai kapan," pungkasnya.

    (Sf/Mr)

    Lifestyle

    Shofia Hayati, Duta Bahasa Kaltimtara 2024 Asal Kukar Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

    12 Juli 2024 pukul 15:06 WITA

    Shofia Hayati. (Foto: Istimewa)

    Tenggarong – Prestasi generasi muda dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus bermunculan dan mengharumkan nama daerahnya. Terbaru, Shofia Hayati, perempuan yang tinggal di Jalan Danau Semayang, Kecamatan Tenggarong, ini memiliki prestasi membanggakan karena terpilih menjadi Duta Bahasa, Provinsi Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimtara) 2024. 

    Pemudi kelahiran Banjarmasin ini membagikan pengalaman dan perjalanannya sebelum menjadi Duta Bahasa. Kata Shofia, sebelum mengikuti ajang Duta Bahasa, dirinya memiliki motivasi terbesar dalam dirinya yakni ingin berkontribusi dalam melestarikan dan mengembangan berbagai bahasa.

    "Saya sangat termotivasi saat mengikuti ajang Duta Bahasa, agar diri saya nanti bisa mendorong generasi muda untuk ikut berpartipasi dalam melestarikan bahasa dan budaya lokal," ucapnya saat ditemui, Jumat (12/7/2024).
    Dia menceritakan, perjalanan dirinya sebelum menjadi Duta Bahasa tidaklah mudah seperti yang dibayangankan.

    Dirinya perlu mengikuti berbagai seleksi, mulai dari tes tertulis hingga wawancara. Setelah melalui semua tahapan tersebut, ia harus bersaing dengan peserta lain berjumlah 42 peserta yang berasal dari 10 kabupaten/kota di Kaltim.

    "Yang lolos hanyalah 20 peserta, termasuk saya yang menjadi salah satu perwakilan Kukar, setelah itu kami sempat di karantina. Selanjutnya, saya masih mengikuti serangkaian seleksi lanjutan seperti tes psikologi, wawancara menggunakan bahasa asing dan lainnya," ucapnya ramah.

    Berkat hasil kerja keras dan kegigihannya, serta wawasannya yang luas dalam berbahasa, seperti bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing, membuat dirinya berhasil terpilih menjadi Duta Bahasa Kaltimtara 2024. "Visi saya ingin mewujudkan generasi muda yang memiliki keteladanan berbahasa di masyarakat," ungkapnya.

    Setelah terpilih menjadi Duta Bahasa Kaltim 2024, dirinya kini menjadi bagian mitra dari Kantor Bahasa Kaltim dan Kaltara 2024. Ia juga ditugaskan untuk terus menggaungkan Trigat Bangun Bahasa, agar dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang khususnya generasi muda.

    Shofia berpesan kepada generasi muda selanjutnya, agar terus melanjutkan langkahnya dalam mempelajari dan melestarikan bahasa dan sastra daerah, serta penguasaan bahasa asing, mengingat dalam waktu dekat Kaltim akan menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN).

    "Jangan sampai nanti ketika pembangunan IKN sudah selesai, kita hanya menjadi penonton di tempat sendiri. Dalam artian, jangan sampai pendatang yang beraksi sedangkan kita hanya melihat saja, serta diharapkan generasi muda saat ini harus segera mengambil langkah kalau menunggu kesempatan datang, mau sampai kapan," pungkasnya.

    (Sf/Mr)