Cari disini...
Lifestyle
Ilustrasi (Freepik)
Tenggarong – Penyakit Jantung Reumatik atau PJR masih menjadi gangguan kesehatan yang jarang dipahami masyarakat Indonesia. Padahal, penyakit ini dapat dipicu oleh infeksi bakteri yang berawal dari kondisi mulut dan gigi yang tidak terawat, termasuk gigi berlubang yang dibiarkan terlalu lama.
Isu ini kembali ramai diperbincangkan setelah dokter dan pegiat kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta, membahas kaitan kesehatan gigi dengan penyakit jantung dalam podcast bersama Raditya Dika.
Dalam podcast tersebut, dr Tirta menjelaskan bahwa bakteri dari rongga mulut dapat masuk ke aliran darah dan menyerang bagian jantung, terutama katup jantung. Kondisi itu kemudian memicu kerusakan jaringan hingga menimbulkan gangguan permanen.
“Dari oral hygienitas bisa Rheumatic Heart Disease,” ujar dr Tirta dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Raditya Dika.
Penyakit Jantung Reumatik atau Rheumatic Heart Disease merupakan kerusakan pada katup jantung akibat komplikasi demam reumatik yang biasanya dipicu infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokan. Namun, buruknya kesehatan gigi dan mulut juga dapat memperbesar risiko infeksi menyebar ke organ tubuh lain melalui pembuluh darah.
Menurut penjelasan World Health Organization (WHO), Penyakit Jantung Reumatik masih menjadi masalah kesehatan serius di negara berkembang dan paling banyak menyerang anak-anak serta usia muda. WHO menyebut penyakit ini dapat menyebabkan gagal jantung, stroke, hingga kematian apabila tidak ditangani sejak dini.
WHO mencatat lebih dari 39 juta orang di dunia hidup dengan Penyakit Jantung Reumatik dan ratusan ribu kematian terjadi setiap tahun akibat komplikasi penyakit tersebut.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut memiliki kaitan erat dengan kesehatan organ tubuh lain, termasuk jantung. Infeksi bakteri di rongga mulut yang tidak ditangani berpotensi masuk ke pembuluh darah dan memicu peradangan.
Dalam jurnal kesehatan yang dipublikasikan National Library of Medicine, peneliti menemukan hubungan antara buruknya kebersihan mulut dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular akibat penyebaran bakteri dan inflamasi kronis dalam tubuh.
Dokter gigi juga mengingatkan bahwa bau mulut, gusi bengkak, dan gigi berlubang bukan sekadar masalah penampilan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi yang berisiko memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Karena itu, menjaga kebersihan mulut dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit serius. Mulai dari rutin menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan karang gigi, hingga memeriksakan kesehatan gigi secara berkala.
Kesadaran masyarakat terhadap Penyakit Jantung Reumatik dinilai masih rendah karena gejalanya sering tidak disadari sejak awal. Banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah muncul komplikasi pada jantung yang sudah cukup parah.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Lifestyle

Ilustrasi (Freepik)
Tenggarong – Penyakit Jantung Reumatik atau PJR masih menjadi gangguan kesehatan yang jarang dipahami masyarakat Indonesia. Padahal, penyakit ini dapat dipicu oleh infeksi bakteri yang berawal dari kondisi mulut dan gigi yang tidak terawat, termasuk gigi berlubang yang dibiarkan terlalu lama.
Isu ini kembali ramai diperbincangkan setelah dokter dan pegiat kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta, membahas kaitan kesehatan gigi dengan penyakit jantung dalam podcast bersama Raditya Dika.
Dalam podcast tersebut, dr Tirta menjelaskan bahwa bakteri dari rongga mulut dapat masuk ke aliran darah dan menyerang bagian jantung, terutama katup jantung. Kondisi itu kemudian memicu kerusakan jaringan hingga menimbulkan gangguan permanen.
“Dari oral hygienitas bisa Rheumatic Heart Disease,” ujar dr Tirta dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Raditya Dika.
Penyakit Jantung Reumatik atau Rheumatic Heart Disease merupakan kerusakan pada katup jantung akibat komplikasi demam reumatik yang biasanya dipicu infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokan. Namun, buruknya kesehatan gigi dan mulut juga dapat memperbesar risiko infeksi menyebar ke organ tubuh lain melalui pembuluh darah.
Menurut penjelasan World Health Organization (WHO), Penyakit Jantung Reumatik masih menjadi masalah kesehatan serius di negara berkembang dan paling banyak menyerang anak-anak serta usia muda. WHO menyebut penyakit ini dapat menyebabkan gagal jantung, stroke, hingga kematian apabila tidak ditangani sejak dini.
WHO mencatat lebih dari 39 juta orang di dunia hidup dengan Penyakit Jantung Reumatik dan ratusan ribu kematian terjadi setiap tahun akibat komplikasi penyakit tersebut.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut memiliki kaitan erat dengan kesehatan organ tubuh lain, termasuk jantung. Infeksi bakteri di rongga mulut yang tidak ditangani berpotensi masuk ke pembuluh darah dan memicu peradangan.
Dalam jurnal kesehatan yang dipublikasikan National Library of Medicine, peneliti menemukan hubungan antara buruknya kebersihan mulut dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular akibat penyebaran bakteri dan inflamasi kronis dalam tubuh.
Dokter gigi juga mengingatkan bahwa bau mulut, gusi bengkak, dan gigi berlubang bukan sekadar masalah penampilan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi yang berisiko memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Karena itu, menjaga kebersihan mulut dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit serius. Mulai dari rutin menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan karang gigi, hingga memeriksakan kesehatan gigi secara berkala.
Kesadaran masyarakat terhadap Penyakit Jantung Reumatik dinilai masih rendah karena gejalanya sering tidak disadari sejak awal. Banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah muncul komplikasi pada jantung yang sudah cukup parah.
(Sf/Rs)