Lifestyle

    Kunjungan Wisata Lokal Turun, Dispar Ajak Warga Liburan di Kaltim Saja

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    06 Oktober 2026 pukul 22:42 WITA

    Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. (Foto: Arman/seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) mengakui adanya penurunan kunjungan wisata seiring melemahnya kondisi ekonomi.

    Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (5/10/2026).

    "Ya untuk wisata di Kaltim pengunjung agak turun pasti karena pertumbuhan ekonomi sedang turun. Kondisi memang sedang tidak baik-baik saja, pasti juga berimbas kepada tingkat kunjungan masyarakat," ujar Faisal.

    Menurutnya, penurunan tersebut terjadi secara umum dan berdampak pada sektor penunjang pariwisata.

    "Sedikit ada penurunan walaupun saya belum update, tapi saya yakin ada penurunan secara umum hotel, transportasi terutama pesawat ya, kemudian transportasi darat juga ada penurunan, otomatis tingkat kunjungan juga," katanya.

    Ia menyebut target kunjungan perlu dikoreksi karena situasi saat ini tidak normal. Namun ia tetap optimistis sektor pariwisata bisa bertahan dengan kreativitas pelaku usaha.

    "Ya kita harus koreksi dengan target karena situasinya tidak normal seperti biasa. Ya semangat saja karena masih ada peluang. Peluang pariwisata ini kan berlaku ekonomi kreatif ya, siapa yang kreatif menghadapi tantangan pasti bisa survive, bisa lolos dari kondisi," jelasnya.

    Penurunan tidak hanya terjadi pada wisatawan nusantara, tetapi juga mancanegara.

    "Kalau melihat kunjungan mancanegara ke Kaltim sama ya turun juga, apalagi kondisi alam juga membuat tidak nyaman. Beberapa negara kan sudah warning kondisi Indonesia kabut asap dan lain sebagainya," ucapnya.

    Untuk menyiasati kondisi tersebut, Dispar Kaltim melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya mengajak masyarakat Kaltim untuk berwisata di daerah sendiri.

    "Salah satu terobosan yang sedang kami garap adalah bagaimana mengajak orang Kaltim berwisata di Kaltim. Makanya hashtag yang saya kampanyekan kan kemana liburan kita ya ke Kaltim," ujarnya.

    Ia menilai, di tengah tingginya harga dolar dan mahalnya transportasi udara, wisata lokal menjadi alternatif yang efektif untuk menggerakkan ekonomi.

    "Ayo kita manfaatkan potensi Kaltim walaupun tidak banyak tetapi ini sebuah alternatif ya untuk meramaikan destinasi wisata di Kaltim. Di saat dolar tinggi orang malas ke luar negeri, transportasi udara mahal orang malas keluar daripada dia diam di rumah, ayo kita manfaatkan destinasi wisata di Kaltim," katanya.

    Terobosan kedua adalah memperbanyak event. Faisal mengaku bangga dengan ramainya kegiatan akhir pekan lalu di Samarinda.

    "Event ya saya banggalah, minggu dan malam Senin weekend kemarin itu kan di Kaltim rame banget, di Samarinda rame bahkan event di Teras Mall Lembuswana Samarinda itu traffic paling tinggi setelah dia anjlok kemarin, ada empat event yang kita jalankan di sana," ujarnya.

    Menurutnya, event mampu menggerakkan roda ekonomi, mulai dari hunian hotel hingga belanja oleh-oleh khas.

    "Ya akhirnya kan masyarakat belanja, yang jauh mendekat mereka menginap, cari oleh-oleh, cari sesuatu khas Kaltim, datangi objek wisata. Bagi saya itu sudah sebuah kunjungan ya dan menggerakkan roda ekonomi itu penting ya untuk saat ini," jelasnya.

    Terakhir, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar pelaksanaan event lebih efisien tanpa bergantung pada APBD.

    "Yang terakhir kita harus libatkan semua orang untuk berkolaborasi. Ini yang saya lakukan supaya modalnya lebih efisien, kalau kita collab bersama saling mengisi jadi murah, bisa jadi tanpa biaya. Saya buktikan dua minggu ini buat hampir 10-12 event tanpa biaya APBD, kolaborasi bersama bisa menggerakkan," katanya.

    Ia juga mengajak masyarakat dan media untuk aktif mempromosikan pariwisata melalui media sosial.

    "Lalu selanjutnya publikasi media, mari kita mengajak masyarakat untuk memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kegiatan pariwisata dan ekonomi," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

     

    Rediscovering Karang Mumus River

    BioBlitz Samarinda • East Kalimantan, Borneo

    "Efforts to repair our relationship with rivers are often made, but people are rarely invited to truly understand the river itself and the wildlife that lives there."

    100+
    Participants
    500+
    Species Photos
    1st
    Defense Shield

    Samarinda's slogan is Kota Tepian (Riverside City). Through this BioBlitz, we logged plants and animals thought to be long gone, proving our river is still full of life worth saving.

    Lifestyle

    Kunjungan Wisata Lokal Turun, Dispar Ajak Warga Liburan di Kaltim Saja

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    06 Oktober 2026 pukul 22:42 WITA

    Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. (Foto: Arman/seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) mengakui adanya penurunan kunjungan wisata seiring melemahnya kondisi ekonomi.

    Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (5/10/2026).

    "Ya untuk wisata di Kaltim pengunjung agak turun pasti karena pertumbuhan ekonomi sedang turun. Kondisi memang sedang tidak baik-baik saja, pasti juga berimbas kepada tingkat kunjungan masyarakat," ujar Faisal.

    Menurutnya, penurunan tersebut terjadi secara umum dan berdampak pada sektor penunjang pariwisata.

    "Sedikit ada penurunan walaupun saya belum update, tapi saya yakin ada penurunan secara umum hotel, transportasi terutama pesawat ya, kemudian transportasi darat juga ada penurunan, otomatis tingkat kunjungan juga," katanya.

    Ia menyebut target kunjungan perlu dikoreksi karena situasi saat ini tidak normal. Namun ia tetap optimistis sektor pariwisata bisa bertahan dengan kreativitas pelaku usaha.

    "Ya kita harus koreksi dengan target karena situasinya tidak normal seperti biasa. Ya semangat saja karena masih ada peluang. Peluang pariwisata ini kan berlaku ekonomi kreatif ya, siapa yang kreatif menghadapi tantangan pasti bisa survive, bisa lolos dari kondisi," jelasnya.

    Penurunan tidak hanya terjadi pada wisatawan nusantara, tetapi juga mancanegara.

    "Kalau melihat kunjungan mancanegara ke Kaltim sama ya turun juga, apalagi kondisi alam juga membuat tidak nyaman. Beberapa negara kan sudah warning kondisi Indonesia kabut asap dan lain sebagainya," ucapnya.

    Untuk menyiasati kondisi tersebut, Dispar Kaltim melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya mengajak masyarakat Kaltim untuk berwisata di daerah sendiri.

    "Salah satu terobosan yang sedang kami garap adalah bagaimana mengajak orang Kaltim berwisata di Kaltim. Makanya hashtag yang saya kampanyekan kan kemana liburan kita ya ke Kaltim," ujarnya.

    Ia menilai, di tengah tingginya harga dolar dan mahalnya transportasi udara, wisata lokal menjadi alternatif yang efektif untuk menggerakkan ekonomi.

    "Ayo kita manfaatkan potensi Kaltim walaupun tidak banyak tetapi ini sebuah alternatif ya untuk meramaikan destinasi wisata di Kaltim. Di saat dolar tinggi orang malas ke luar negeri, transportasi udara mahal orang malas keluar daripada dia diam di rumah, ayo kita manfaatkan destinasi wisata di Kaltim," katanya.

    Terobosan kedua adalah memperbanyak event. Faisal mengaku bangga dengan ramainya kegiatan akhir pekan lalu di Samarinda.

    "Event ya saya banggalah, minggu dan malam Senin weekend kemarin itu kan di Kaltim rame banget, di Samarinda rame bahkan event di Teras Mall Lembuswana Samarinda itu traffic paling tinggi setelah dia anjlok kemarin, ada empat event yang kita jalankan di sana," ujarnya.

    Menurutnya, event mampu menggerakkan roda ekonomi, mulai dari hunian hotel hingga belanja oleh-oleh khas.

    "Ya akhirnya kan masyarakat belanja, yang jauh mendekat mereka menginap, cari oleh-oleh, cari sesuatu khas Kaltim, datangi objek wisata. Bagi saya itu sudah sebuah kunjungan ya dan menggerakkan roda ekonomi itu penting ya untuk saat ini," jelasnya.

    Terakhir, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar pelaksanaan event lebih efisien tanpa bergantung pada APBD.

    "Yang terakhir kita harus libatkan semua orang untuk berkolaborasi. Ini yang saya lakukan supaya modalnya lebih efisien, kalau kita collab bersama saling mengisi jadi murah, bisa jadi tanpa biaya. Saya buktikan dua minggu ini buat hampir 10-12 event tanpa biaya APBD, kolaborasi bersama bisa menggerakkan," katanya.

    Ia juga mengajak masyarakat dan media untuk aktif mempromosikan pariwisata melalui media sosial.

    "Lalu selanjutnya publikasi media, mari kita mengajak masyarakat untuk memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kegiatan pariwisata dan ekonomi," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

     

    Rediscovering Karang Mumus River

    BioBlitz Samarinda • East Kalimantan, Borneo

    "Efforts to repair our relationship with rivers are often made, but people are rarely invited to truly understand the river itself and the wildlife that lives there."

    100+
    Participants
    500+
    Species Photos
    1st
    Defense Shield

    Samarinda's slogan is Kota Tepian (Riverside City). Through this BioBlitz, we logged plants and animals thought to be long gone, proving our river is still full of life worth saving.