Lifestyle

    Kenali Mitos dan Fakta Kanker Paru, Kemenkes Ingatkan Bukan Hanya Perokok yang Berisiko

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rudianto
    02 Agustus 2026 pukul 15:26 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak masyarakat lebih waspada terhadap kanker paru dengan meluruskan sejumlah informasi yang masih banyak disalahpahami. Melalui edukasi bertajuk Mitos atau Fakta Seputar Kanker Paru yang diunggah di media sosial resmi Kemenkes dalam rangka Hari Kanker Paru Sedunia, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai anggapan yang keliru mengenai penyakit tersebut.  

    Salah satu mitos yang diluruskan ialah anggapan bahwa kanker paru hanya menyerang perokok. Faktanya, meski merokok merupakan faktor risiko utama, kanker paru juga dapat dialami oleh orang yang tidak pernah merokok.

    Kemenkes juga menepis anggapan bahwa batuk berkepanjangan merupakan kondisi yang wajar. Batuk yang tidak kunjung membaik sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya, karena dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan serius pada paru-paru.  

    Selain itu, tidak adanya batuk bukan berarti seseorang dipastikan terbebas dari kanker paru. Pada stadium awal, penyakit ini kerap tidak menimbulkan gejala sehingga deteksi dini menjadi sangat penting.

    Dalam unggahannya, Kemenkes juga menegaskan bahwa kanker paru bukan penyakit yang tidak bisa dicegah. Menghindari rokok, menerapkan pola hidup sehat, serta mengenali faktor risiko menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan paru dan menurunkan risiko terjadinya kanker paru.

    Kemenkes berharap masyarakat semakin memahami fakta ilmiah mengenai kanker paru sehingga lebih peduli terhadap upaya pencegahan dan tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan kesehatan paru.  

    (Sf/Rs)

    Lifestyle

    Kenali Mitos dan Fakta Kanker Paru, Kemenkes Ingatkan Bukan Hanya Perokok yang Berisiko

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rudianto
    02 Agustus 2026 pukul 15:26 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak masyarakat lebih waspada terhadap kanker paru dengan meluruskan sejumlah informasi yang masih banyak disalahpahami. Melalui edukasi bertajuk Mitos atau Fakta Seputar Kanker Paru yang diunggah di media sosial resmi Kemenkes dalam rangka Hari Kanker Paru Sedunia, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai anggapan yang keliru mengenai penyakit tersebut.  

    Salah satu mitos yang diluruskan ialah anggapan bahwa kanker paru hanya menyerang perokok. Faktanya, meski merokok merupakan faktor risiko utama, kanker paru juga dapat dialami oleh orang yang tidak pernah merokok.

    Kemenkes juga menepis anggapan bahwa batuk berkepanjangan merupakan kondisi yang wajar. Batuk yang tidak kunjung membaik sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya, karena dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan serius pada paru-paru.  

    Selain itu, tidak adanya batuk bukan berarti seseorang dipastikan terbebas dari kanker paru. Pada stadium awal, penyakit ini kerap tidak menimbulkan gejala sehingga deteksi dini menjadi sangat penting.

    Dalam unggahannya, Kemenkes juga menegaskan bahwa kanker paru bukan penyakit yang tidak bisa dicegah. Menghindari rokok, menerapkan pola hidup sehat, serta mengenali faktor risiko menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan paru dan menurunkan risiko terjadinya kanker paru.

    Kemenkes berharap masyarakat semakin memahami fakta ilmiah mengenai kanker paru sehingga lebih peduli terhadap upaya pencegahan dan tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan kesehatan paru.  

    (Sf/Rs)