Seputar Fakta

    Lifestyle

    Kemarau Panjang Jadi Tantangan Destinasi Wisata Balikpapan, Pengelola Diminta Siapkan Cadangan Air

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    06 November 2026 pukul 20:42 WITA

    Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Ketersediaan air bersih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pengelola destinasi wisata di Kota Balikpapan selama kemarau panjang. Kondisi pasokan air yang terbatas, dikhawatirkan dapat mengganggu operasional tempat wisata jika tidak diantisipasi sejak dini.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata agar memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi, sehingga pelayanan dan kenyamanan pengunjung tidak terganggu.

    “Kami telah mengingatkan pengelola wisata untuk mulai memperhatikan ketersediaan air, terutama sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kekosongan pasokan,” ucap Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma kepada awak media, Jumat (6/11/2026).

    Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas operasional destinasi wisata. Karena itu, pengelola perlu memiliki langkah alternatif agar kegiatan wisata tetap dapat berjalan ketika suplai air mengalami kendala.

    “Kami memang mengantisipasi dengan adanya keterbatasan suplai air kepada pengelola destinasi wisata. Kami mengimbau agar mereka tetap menjaga ketersediaan air. Kalau misalnya kosong, harus disiapkan antisipasinya,” tegasnya.

    Meski menghadapi tantangan ketersediaan air, kondisi tersebut sejauh ini belum dilaporkan berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Disparpora menyebut belum menerima informasi adanya penurunan kunjungan akibat kemarau panjang. 

    “Pergerakan wisatawan di sejumlah destinasi juga masih berlangsung seperti biasanya,” lanjutnya.

    Di sisi lain, pemerintah kota tetap berupaya menjaga aktivitas pariwisata agar tidak mengalami perlambatan. Salah satu langkah yang dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event yang dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata.

    Ratih mengatakan, agenda kegiatan tersebut diharapkan mampu mempertahankan minat kunjungan masyarakat, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar kawasan wisata.

    “Kunjungan sementara ini belum ada informasi khusus. Pergerakannya masih seperti biasa. Kami juga memiliki berbagai event yang bisa diarahkan untuk mendorong masyarakat datang ke destinasi wisata,” katanya.

    Persoalan ketersediaan air ini berkaitan dengan kondisi sumber air baku Kota Balikpapan yang turut terdampak kemarau berkepanjangan. 

    Dua sumber utama pasokan air yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip, masih mengalami tekanan akibat berkurangnya ketersediaan air yang dipengaruhi fenomena El Nino.

    “Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai sektor, termasuk pariwisata yang membutuhkan pasokan air untuk mendukung pelayanan kepada pengunjung,” sambungnya.

    Dengan adanya imbauan kepada pengelola destinasi wisata, Disparpora berharap keterbatasan suplai air dapat diantisipasi lebih awal.

    Upaya ini diperlukan agar operasional tempat wisata tetap berjalan dan masyarakat tetap dapat menikmati berbagai destinasi wisata di Balikpapan di tengah kondisi kemarau panjang.

    (Sf/Lo)

    Lifestyle

    Kemarau Panjang Jadi Tantangan Destinasi Wisata Balikpapan, Pengelola Diminta Siapkan Cadangan Air

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    06 November 2026 pukul 20:42 WITA

    Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Ketersediaan air bersih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pengelola destinasi wisata di Kota Balikpapan selama kemarau panjang. Kondisi pasokan air yang terbatas, dikhawatirkan dapat mengganggu operasional tempat wisata jika tidak diantisipasi sejak dini.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata agar memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi, sehingga pelayanan dan kenyamanan pengunjung tidak terganggu.

    “Kami telah mengingatkan pengelola wisata untuk mulai memperhatikan ketersediaan air, terutama sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kekosongan pasokan,” ucap Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma kepada awak media, Jumat (6/11/2026).

    Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas operasional destinasi wisata. Karena itu, pengelola perlu memiliki langkah alternatif agar kegiatan wisata tetap dapat berjalan ketika suplai air mengalami kendala.

    “Kami memang mengantisipasi dengan adanya keterbatasan suplai air kepada pengelola destinasi wisata. Kami mengimbau agar mereka tetap menjaga ketersediaan air. Kalau misalnya kosong, harus disiapkan antisipasinya,” tegasnya.

    Meski menghadapi tantangan ketersediaan air, kondisi tersebut sejauh ini belum dilaporkan berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Disparpora menyebut belum menerima informasi adanya penurunan kunjungan akibat kemarau panjang. 

    “Pergerakan wisatawan di sejumlah destinasi juga masih berlangsung seperti biasanya,” lanjutnya.

    Di sisi lain, pemerintah kota tetap berupaya menjaga aktivitas pariwisata agar tidak mengalami perlambatan. Salah satu langkah yang dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event yang dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata.

    Ratih mengatakan, agenda kegiatan tersebut diharapkan mampu mempertahankan minat kunjungan masyarakat, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar kawasan wisata.

    “Kunjungan sementara ini belum ada informasi khusus. Pergerakannya masih seperti biasa. Kami juga memiliki berbagai event yang bisa diarahkan untuk mendorong masyarakat datang ke destinasi wisata,” katanya.

    Persoalan ketersediaan air ini berkaitan dengan kondisi sumber air baku Kota Balikpapan yang turut terdampak kemarau berkepanjangan. 

    Dua sumber utama pasokan air yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip, masih mengalami tekanan akibat berkurangnya ketersediaan air yang dipengaruhi fenomena El Nino.

    “Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai sektor, termasuk pariwisata yang membutuhkan pasokan air untuk mendukung pelayanan kepada pengunjung,” sambungnya.

    Dengan adanya imbauan kepada pengelola destinasi wisata, Disparpora berharap keterbatasan suplai air dapat diantisipasi lebih awal.

    Upaya ini diperlukan agar operasional tempat wisata tetap berjalan dan masyarakat tetap dapat menikmati berbagai destinasi wisata di Balikpapan di tengah kondisi kemarau panjang.

    (Sf/Lo)