Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Lifestyle
Pantai Tebing Runtuh di Kecamatan Samboja, sangat indah dan jarang dikunjungi, perjalanan yang begitu terjal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Perjalanan menuju tempat wisata seringkali penuh tantangan. Mulai dari macet, jalanan rusak, hingga tersesat.
Namun, kesulitan itu seolah terbayar lunas ketika sudah sampai di tujuan. Hal inilah yang dirasakan Zainuddin Thalib, seorang pemuda asal Samarinda, saat menjelajahi Pantai Tebing Runtuh yang jarang diketahui orang.
Pantai ini terletak di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemandangannya begitu memukau, dengan tebing-tebing kokoh, pepohonan bakau yang rimbun, dan hamparan pasir mulus yang membentang.
Ditambah lagi, ombaknya yang tak begitu besar membuat pantai ini terasa seperti milik pribadi.
"Waktu saya ke sana, sepi sekali, tidak ada orang sama sekali. Pantai ini serasa milik saya sendiri," ujar Zae panggilan akrabnya.
Zainuddin bercerita, perjalanannya dimulai dari Samarinda. Ia berkendara selama satu setengah jam menuju Samboja.
Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menuju Gunung Tembak dan masuk ke Jalan Inpres.
"Jalannya sama seperti mau ke Pantai Ambalat. Tapi, kita harus terus maju ke depan menuju Amborawang Laut," jelasnya.
Dari sana, tantangan sesungguhnya dimulai. Jalanan yang dilalui tidak begitu bagus karena kontur tanah yang mudah ambles, terutama saat hujan.
Medan ini membuat perjalanan menjadi sulit dan membutuhkan kehati-hatian ekstra.
"Jalannya itu melewati kebun, tambang, dan semacamnya. Harus fokus lihat petunjuk jalan, karena kalau sampai terlewat, bisa tersesat," kata Zainuddin.
Ia menyarankan untuk memperhatikan petunjuk ke arah "Dolphin Villa" yang menjadi pintu masuk ke kawasan Pantai Tebing Runtuh.
Ia juga mengingatkan agar tidak melakukan perjalanan di malam hari, kecuali jika sudah sering melewati jalur tersebut.
Setelah melewati rintangan di jalan, pemandangan indah di Pantai Tebing Runtuh langsung menyambut. Zainuddin mengatakan, keindahan pantai ini tak kalah dengan pantai-pantai terkenal di Bali.
Tebing-tebing yang kokoh, bebatuan unik, hingga hutan bakau menciptakan suasana yang asri dan memikat hati.
Untuk menikmati keindahan ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang.
Meskipun tersembunyi, fasilitas di sini sudah cukup lengkap, seperti toilet umum, penerangan, dan area parkir.
Bagi pengunjung yang ingin bermalam, ada pilihan menginap di vila dengan harga bervariasi mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.200.000. Tersedia juga penyewaan tenda dengan harga Rp300.000 hingga Rp600.000.
Pantai Tebing Runtuh menjadi pilihan tepat bagi yang mencari ketenangan dan ingin menikmati keindahan alam yang masih alami.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Lifestyle
Pantai Tebing Runtuh di Kecamatan Samboja, sangat indah dan jarang dikunjungi, perjalanan yang begitu terjal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Perjalanan menuju tempat wisata seringkali penuh tantangan. Mulai dari macet, jalanan rusak, hingga tersesat.
Namun, kesulitan itu seolah terbayar lunas ketika sudah sampai di tujuan. Hal inilah yang dirasakan Zainuddin Thalib, seorang pemuda asal Samarinda, saat menjelajahi Pantai Tebing Runtuh yang jarang diketahui orang.
Pantai ini terletak di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemandangannya begitu memukau, dengan tebing-tebing kokoh, pepohonan bakau yang rimbun, dan hamparan pasir mulus yang membentang.
Ditambah lagi, ombaknya yang tak begitu besar membuat pantai ini terasa seperti milik pribadi.
"Waktu saya ke sana, sepi sekali, tidak ada orang sama sekali. Pantai ini serasa milik saya sendiri," ujar Zae panggilan akrabnya.
Zainuddin bercerita, perjalanannya dimulai dari Samarinda. Ia berkendara selama satu setengah jam menuju Samboja.
Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menuju Gunung Tembak dan masuk ke Jalan Inpres.
"Jalannya sama seperti mau ke Pantai Ambalat. Tapi, kita harus terus maju ke depan menuju Amborawang Laut," jelasnya.
Dari sana, tantangan sesungguhnya dimulai. Jalanan yang dilalui tidak begitu bagus karena kontur tanah yang mudah ambles, terutama saat hujan.
Medan ini membuat perjalanan menjadi sulit dan membutuhkan kehati-hatian ekstra.
"Jalannya itu melewati kebun, tambang, dan semacamnya. Harus fokus lihat petunjuk jalan, karena kalau sampai terlewat, bisa tersesat," kata Zainuddin.
Ia menyarankan untuk memperhatikan petunjuk ke arah "Dolphin Villa" yang menjadi pintu masuk ke kawasan Pantai Tebing Runtuh.
Ia juga mengingatkan agar tidak melakukan perjalanan di malam hari, kecuali jika sudah sering melewati jalur tersebut.
Setelah melewati rintangan di jalan, pemandangan indah di Pantai Tebing Runtuh langsung menyambut. Zainuddin mengatakan, keindahan pantai ini tak kalah dengan pantai-pantai terkenal di Bali.
Tebing-tebing yang kokoh, bebatuan unik, hingga hutan bakau menciptakan suasana yang asri dan memikat hati.
Untuk menikmati keindahan ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang.
Meskipun tersembunyi, fasilitas di sini sudah cukup lengkap, seperti toilet umum, penerangan, dan area parkir.
Bagi pengunjung yang ingin bermalam, ada pilihan menginap di vila dengan harga bervariasi mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.200.000. Tersedia juga penyewaan tenda dengan harga Rp300.000 hingga Rp600.000.
Pantai Tebing Runtuh menjadi pilihan tepat bagi yang mencari ketenangan dan ingin menikmati keindahan alam yang masih alami.
(Sf/Rs)