Lifestyle

    Jadi Tradisi Sejak 2016, Grebeg Tumpeng Semarakkan HUT Ke-81 RI di Desa Bukit Pariaman

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    25 Agustus 2026 pukul 20:27 WITA

    Warga Desa Bukit Pariaman saat merayakan tradisi Grebeg Tumpeng (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar tradisi Grebeg Tumpeng dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), Selasa (25/8/2026).

    Kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak 2016 ini kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam momentum peringatan HUT RI.

    “Kegiatan seperti ini rutin kita laksanakan setiap tahun, terhitung sejak 2016 dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI,” ujar Kepala Desa Bukti Pariaman, Sugeng Riyadi.

    Ia menjelaskan Grebeg Tumpeng merupakan tradisi arak-arakan dan perebutan tumpeng yang dikemas dengan beragam makanan, mulai dari makanan berat, makanan ringan hingga hasil bumi seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

    “Ada berbagai macam tumpeng yang diarak tadi, mulai dari tumpeng nasi hingga hasil bumi seperti buah dan sayuran,” terangnya.

    Sugeng menyampaikan antusiasme masyarakat yang berpartisipasi dalam tradisi tahunan ini sangat tinggi. Tercatat, seluruh RT yang berjumlah 38 di Desa Bukit Pariaman ikut andil dalam pelaksanaan tradisi tersebut.

    Dalam kegiatan ini, ratusan warga tampak berbondong-bondong membawa tumpeng dari Kantor Desa Bukit Pariaman menuju lapangan sepak bola yang berjarak sekitar 800 meter. 

    Mereka berjalan bersama sambil bahu-membahu membawa berbagai jenis tumpeng dan hasil bumi yang telah disiapkan untuk memeriahkan tradisi tersebut.

    Meski panasnya terik matahari menusuk kulit, namun tidak mematahkan semangat warga untuk mengikuti rangkaian tradisi Grebeg Tumpeng hingga selesai.

    “Saya rasa antusias masyarakat tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. Meskipun dengan kondisi saat ini yaitu cuaca panasnya luar biasa karena musim kemarau, tapi itu tidak mengurangi rasa semangat gotong royong warga,” tuturnya.

    Warga Desa Bukit Pariaman saat merayakan tradisi Grebeg Tumpeng (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)Warga Desa Bukit Pariaman saat merayakan tradisi Grebeg Tumpeng (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Ia berharap semangat gotong royong yang dibangun selama ini melalui kebiasaan tolong-menolong hingga kegiatan bersama di lingkungan masyarakat ke depan dapat terus berlanjut.

    “Harapannya ke depan semangat kebersamaan ini dapat terus dipertahankan, sehingga tradisi ini bisa terus berlanjut karena sebagai bentuk syukur kita kepada tuhan yang maha esa,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Lifestyle

    Jadi Tradisi Sejak 2016, Grebeg Tumpeng Semarakkan HUT Ke-81 RI di Desa Bukit Pariaman

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    25 Agustus 2026 pukul 20:27 WITA

    Warga Desa Bukit Pariaman saat merayakan tradisi Grebeg Tumpeng (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar tradisi Grebeg Tumpeng dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), Selasa (25/8/2026).

    Kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak 2016 ini kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam momentum peringatan HUT RI.

    “Kegiatan seperti ini rutin kita laksanakan setiap tahun, terhitung sejak 2016 dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI,” ujar Kepala Desa Bukti Pariaman, Sugeng Riyadi.

    Ia menjelaskan Grebeg Tumpeng merupakan tradisi arak-arakan dan perebutan tumpeng yang dikemas dengan beragam makanan, mulai dari makanan berat, makanan ringan hingga hasil bumi seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

    “Ada berbagai macam tumpeng yang diarak tadi, mulai dari tumpeng nasi hingga hasil bumi seperti buah dan sayuran,” terangnya.

    Sugeng menyampaikan antusiasme masyarakat yang berpartisipasi dalam tradisi tahunan ini sangat tinggi. Tercatat, seluruh RT yang berjumlah 38 di Desa Bukit Pariaman ikut andil dalam pelaksanaan tradisi tersebut.

    Dalam kegiatan ini, ratusan warga tampak berbondong-bondong membawa tumpeng dari Kantor Desa Bukit Pariaman menuju lapangan sepak bola yang berjarak sekitar 800 meter. 

    Mereka berjalan bersama sambil bahu-membahu membawa berbagai jenis tumpeng dan hasil bumi yang telah disiapkan untuk memeriahkan tradisi tersebut.

    Meski panasnya terik matahari menusuk kulit, namun tidak mematahkan semangat warga untuk mengikuti rangkaian tradisi Grebeg Tumpeng hingga selesai.

    “Saya rasa antusias masyarakat tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. Meskipun dengan kondisi saat ini yaitu cuaca panasnya luar biasa karena musim kemarau, tapi itu tidak mengurangi rasa semangat gotong royong warga,” tuturnya.

    Warga Desa Bukit Pariaman saat merayakan tradisi Grebeg Tumpeng (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)Warga Desa Bukit Pariaman saat merayakan tradisi Grebeg Tumpeng (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Ia berharap semangat gotong royong yang dibangun selama ini melalui kebiasaan tolong-menolong hingga kegiatan bersama di lingkungan masyarakat ke depan dapat terus berlanjut.

    “Harapannya ke depan semangat kebersamaan ini dapat terus dipertahankan, sehingga tradisi ini bisa terus berlanjut karena sebagai bentuk syukur kita kepada tuhan yang maha esa,” tandasnya.

    (Sf/Lo)