Cari disini...
Seputarfakta.com-*/Lisda -
Lifestyle
Salah satu parsel Lebaran yang ditawarkan dengan harga terjangkau. (Ist)
Sangatta – Bulan Ramadan bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi para pelaku usaha yang kreatif dan bisa membaca peluang, tak terkecuali bisnis parsel Lebaran. Pada momentum perayaan Idulfitri tahun ini misalnya, Andi Inas Ansyah, salah seorang pelaku usaha di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih menjalankan bisnis tersebut.
Hingga saat ini, Andi telah menerima sebanyak 127 pesanan parsel. Pesanan tersebut datang dari berbagai wilayah, dengan sebagian besar pemesan bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Sangatta. Selain itu, ada juga pesanan yang datang dari Bontang.
Produksi parsel ini dilakukan di Desa Sumber Rahmat, Sangatta Selatan yang letaknya cukup dekat dengan Bontang, sehingga memudahkan pengiriman. Isi parsel beragam, mulai dari barang pecah belah seperti mangkok dan piring, hingga sembako dan kue-kue kering khas Lebaran. Setiap parsel disesuaikan dengan permintaan pelanggan, dengan sembako menjadi item yang paling diminati.
Harga parsel bervariasi mulai dari Rp80 ribu hingga Rp230 ribu. Parsel dengan harga Rp230 ribu berisi campuran produk seperti snack, sembako, piring cantik, dan toples dengan kemasan premium. Sedangkan parsel seharga Rp80 ribu berisi toples.
Proses pemesanan parsel dilakukan secara online melalui media sosial, seperti Instagram dan WhatsApp. Dengan sistem ini, parsel dapat dikirimkan ke luar wilayah Sangatta, meskipun pelanggan akan dikenakan biaya ongkir tambahan sesuai jarak pengiriman. Meskipun demikian, pesanan terbanyak masih berasal dari wilayah Sangatta dan Bontang.
Andi menyampaikan, meskipun tidak ada promosi atau diskon khusus, harga parsel disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki pelanggan. “Jika pelanggan memiliki anggaran tertentu, kami akan menyesuaikan isi parsel sesuai dengan budget mereka,” ujarnya, Rabu (12/3/2025) malam.
Ia juga menambahkan bahwa pembelian dalam jumlah besar biasanya akan mendapatkan potongan harga. Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis ini adalah kesulitan dalam mendapatkan bahan baku yang cenderung meningkat menjelang Lebaran, sehingga Andi harus cermat dalam mencari bahan dengan harga murah dan memastikan stok yang cukup. "Karena banyak pesaing yang juga menjual parsel, kami benar-benar harus pintar mencari harga murah, sembako yang murah, dan mencari stok yang tidak terbatas," ujar Andi.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Andi tetap optimis bahwa bisnis parsel Lebaran ini akan terus berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen selama Lebaran.
(Sf/Mr)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-*/Lisda -
Lifestyle

Salah satu parsel Lebaran yang ditawarkan dengan harga terjangkau. (Ist)
Sangatta – Bulan Ramadan bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi para pelaku usaha yang kreatif dan bisa membaca peluang, tak terkecuali bisnis parsel Lebaran. Pada momentum perayaan Idulfitri tahun ini misalnya, Andi Inas Ansyah, salah seorang pelaku usaha di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih menjalankan bisnis tersebut.
Hingga saat ini, Andi telah menerima sebanyak 127 pesanan parsel. Pesanan tersebut datang dari berbagai wilayah, dengan sebagian besar pemesan bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Sangatta. Selain itu, ada juga pesanan yang datang dari Bontang.
Produksi parsel ini dilakukan di Desa Sumber Rahmat, Sangatta Selatan yang letaknya cukup dekat dengan Bontang, sehingga memudahkan pengiriman. Isi parsel beragam, mulai dari barang pecah belah seperti mangkok dan piring, hingga sembako dan kue-kue kering khas Lebaran. Setiap parsel disesuaikan dengan permintaan pelanggan, dengan sembako menjadi item yang paling diminati.
Harga parsel bervariasi mulai dari Rp80 ribu hingga Rp230 ribu. Parsel dengan harga Rp230 ribu berisi campuran produk seperti snack, sembako, piring cantik, dan toples dengan kemasan premium. Sedangkan parsel seharga Rp80 ribu berisi toples.
Proses pemesanan parsel dilakukan secara online melalui media sosial, seperti Instagram dan WhatsApp. Dengan sistem ini, parsel dapat dikirimkan ke luar wilayah Sangatta, meskipun pelanggan akan dikenakan biaya ongkir tambahan sesuai jarak pengiriman. Meskipun demikian, pesanan terbanyak masih berasal dari wilayah Sangatta dan Bontang.
Andi menyampaikan, meskipun tidak ada promosi atau diskon khusus, harga parsel disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki pelanggan. “Jika pelanggan memiliki anggaran tertentu, kami akan menyesuaikan isi parsel sesuai dengan budget mereka,” ujarnya, Rabu (12/3/2025) malam.
Ia juga menambahkan bahwa pembelian dalam jumlah besar biasanya akan mendapatkan potongan harga. Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis ini adalah kesulitan dalam mendapatkan bahan baku yang cenderung meningkat menjelang Lebaran, sehingga Andi harus cermat dalam mencari bahan dengan harga murah dan memastikan stok yang cukup. "Karena banyak pesaing yang juga menjual parsel, kami benar-benar harus pintar mencari harga murah, sembako yang murah, dan mencari stok yang tidak terbatas," ujar Andi.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Andi tetap optimis bahwa bisnis parsel Lebaran ini akan terus berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen selama Lebaran.
(Sf/Mr)