Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Lifestyle
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Bontang - Puasa mengubah pola makan dan waktu istirahat harian, sehingga dapat menjadi tantangan bagi penderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Tanpa pengaturan pola konsumsi yang tepat, kondisi lambung yang kosong dalam waktu lama berisiko memicu naiknya asam lambung saat sahur maupun berbuka.
Mengacu pada edukasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penderita asam lambung tetap dapat menjalankan puasa selama gejala dalam kondisi terkontrol serta mampu menjaga pola makan dan gaya hidup.
Lembaga kesehatan Mayo Clinic menjelaskan, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup lambung. Kondisi ini dapat dipicu oleh porsi makan berlebihan, konsumsi makanan tertentu, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan.
Berbuka Secara Bertahap
Setelah berpuasa seharian, lambung berada dalam kondisi kosong, sehingga tidak disarankan langsung mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar. Pola makan bertahap membantu sistem pencernaan beradaptasi dan mengurangi produksi asam lambung berlebih.
Berbuka dapat diawali dengan air putih dan makanan ringan, kemudian dilanjutkan makanan utama dalam porsi secukupnya.
Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung
Menurut panduan kesehatan dari Cleveland Clinic, beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko refluks asam, antara lain:
• Makanan pedas
• Makanan berlemak tinggi
• Makanan asam
• Kopi dan minuman bersoda
Jenis makanan tersebut sebaiknya dibatasi saat sahur maupun berbuka.
Tidak Langsung Tidur Setelah Sahur
Kebiasaan langsung tidur setelah sahur dapat memicu naiknya asam lambung karena posisi tubuh berbaring memudahkan asam bergerak ke kerongkongan. Disarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum kembali tidur atau melakukan aktivitas ringan.
Selain itu, kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan dengan mencukupi konsumsi air putih dari waktu berbuka hingga sahur.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat dan menghindari faktor pemicu, penderita asam lambung tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman.
Sumber: kemenkes.go.id, mayoclinic.org dan clevelandclinic.org.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Lifestyle

Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Bontang - Puasa mengubah pola makan dan waktu istirahat harian, sehingga dapat menjadi tantangan bagi penderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Tanpa pengaturan pola konsumsi yang tepat, kondisi lambung yang kosong dalam waktu lama berisiko memicu naiknya asam lambung saat sahur maupun berbuka.
Mengacu pada edukasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penderita asam lambung tetap dapat menjalankan puasa selama gejala dalam kondisi terkontrol serta mampu menjaga pola makan dan gaya hidup.
Lembaga kesehatan Mayo Clinic menjelaskan, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup lambung. Kondisi ini dapat dipicu oleh porsi makan berlebihan, konsumsi makanan tertentu, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan.
Berbuka Secara Bertahap
Setelah berpuasa seharian, lambung berada dalam kondisi kosong, sehingga tidak disarankan langsung mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar. Pola makan bertahap membantu sistem pencernaan beradaptasi dan mengurangi produksi asam lambung berlebih.
Berbuka dapat diawali dengan air putih dan makanan ringan, kemudian dilanjutkan makanan utama dalam porsi secukupnya.
Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung
Menurut panduan kesehatan dari Cleveland Clinic, beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko refluks asam, antara lain:
• Makanan pedas
• Makanan berlemak tinggi
• Makanan asam
• Kopi dan minuman bersoda
Jenis makanan tersebut sebaiknya dibatasi saat sahur maupun berbuka.
Tidak Langsung Tidur Setelah Sahur
Kebiasaan langsung tidur setelah sahur dapat memicu naiknya asam lambung karena posisi tubuh berbaring memudahkan asam bergerak ke kerongkongan. Disarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum kembali tidur atau melakukan aktivitas ringan.
Selain itu, kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan dengan mencukupi konsumsi air putih dari waktu berbuka hingga sahur.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat dan menghindari faktor pemicu, penderita asam lambung tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman.
Sumber: kemenkes.go.id, mayoclinic.org dan clevelandclinic.org.
(Sf/Lo)