Seputar Fakta

    Lifestyle

    Balikpapan Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026, Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian Tradisi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    08 November 2026 pukul 17:51 WITA

    Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan dan memajukan kebudayaan. (Foto: Tangkapan Layar Instagram walikota Balikpapan)

    Balikpapan – Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar tradisi dan identitas daerah tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

    Komitmen tersebut turut mengantarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 kategori Pemerintah Daerah.

    Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan diterima langsung Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam acara Apresiasi Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A, Kompleks Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

    “Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan dan memajukan kebudayaan,” ucap Rahmad saat dipantau melalui sosial medianya, Minggu (8/11/2026).

    Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan nilai budaya juga diperlukan, karena menjadi bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.

    Terlebih, Balikpapan merupakan kota dengan masyarakat yang memiliki latar belakang suku, tradisi, dan kebudayaan yang beragam. 

    “Keberagaman Kota Balikpapan ini menjadi kekayaan sosial yang perlu dirawat melalui kolaborasi pemerintah, komunitas budaya, pelaku seni, lembaga pendidikan, serta masyarakat,” ujarnya.

    Wali kota menegaskan, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat agar tradisi tetap hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

    Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keterlibatan generasi muda. Kata dia, anak muda perlu diberikan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan melanjutkan warisan budaya agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.

    “Saya kira ini penting, peran generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan budaya yang ada. Jangan sampai hilang apa yang dimiliki. Kami harus menjadi orang yang berbudaya,” imbuhnya.

    Dalam penyelenggaraan AKI 2026, Kementerian Kebudayaan memberikan sebanyak 63 penghargaan yang terbagi dalam tujuh kategori. Yakni media, pemerintah daerah, anjungan daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), taman budaya, museum, Indonesianis, dan diaspora Indonesia.

    Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan yang dinilai telah berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Nusantara.

    Ia menegaskan, kebudayaan memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa, sehingga pemajuannya harus dilakukan secara berkelanjutan.

    “Kebudayaan merupakan investasi bangsa untuk masa kini dan masa depan. Karena itu, pemajuan kebudayaan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan,” katanya.

    Bagi Pemkot Balikpapan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk memperluas ruang kreativitas masyarakat, memperkuat ekosistem kebudayaan, serta mendorong warisan tradisi agar terus berkembang.

    Dengan demikian, keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya dilihat dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga nilai, tradisi, dan identitas daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

    Pemkot Balikpapan diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam merawat keberagaman budaya. 

    “Dengan begitu, warisan leluhur tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun masa depan kota,” paparnya.

    (Sf/Rs)

    Lifestyle

    Balikpapan Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026, Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian Tradisi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    08 November 2026 pukul 17:51 WITA

    Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan dan memajukan kebudayaan. (Foto: Tangkapan Layar Instagram walikota Balikpapan)

    Balikpapan – Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar tradisi dan identitas daerah tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

    Komitmen tersebut turut mengantarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 kategori Pemerintah Daerah.

    Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan diterima langsung Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam acara Apresiasi Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A, Kompleks Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

    “Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan dan memajukan kebudayaan,” ucap Rahmad saat dipantau melalui sosial medianya, Minggu (8/11/2026).

    Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan nilai budaya juga diperlukan, karena menjadi bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.

    Terlebih, Balikpapan merupakan kota dengan masyarakat yang memiliki latar belakang suku, tradisi, dan kebudayaan yang beragam. 

    “Keberagaman Kota Balikpapan ini menjadi kekayaan sosial yang perlu dirawat melalui kolaborasi pemerintah, komunitas budaya, pelaku seni, lembaga pendidikan, serta masyarakat,” ujarnya.

    Wali kota menegaskan, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat agar tradisi tetap hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

    Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keterlibatan generasi muda. Kata dia, anak muda perlu diberikan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan melanjutkan warisan budaya agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.

    “Saya kira ini penting, peran generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan budaya yang ada. Jangan sampai hilang apa yang dimiliki. Kami harus menjadi orang yang berbudaya,” imbuhnya.

    Dalam penyelenggaraan AKI 2026, Kementerian Kebudayaan memberikan sebanyak 63 penghargaan yang terbagi dalam tujuh kategori. Yakni media, pemerintah daerah, anjungan daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), taman budaya, museum, Indonesianis, dan diaspora Indonesia.

    Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan yang dinilai telah berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Nusantara.

    Ia menegaskan, kebudayaan memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa, sehingga pemajuannya harus dilakukan secara berkelanjutan.

    “Kebudayaan merupakan investasi bangsa untuk masa kini dan masa depan. Karena itu, pemajuan kebudayaan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan,” katanya.

    Bagi Pemkot Balikpapan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk memperluas ruang kreativitas masyarakat, memperkuat ekosistem kebudayaan, serta mendorong warisan tradisi agar terus berkembang.

    Dengan demikian, keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya dilihat dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga nilai, tradisi, dan identitas daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

    Pemkot Balikpapan diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam merawat keberagaman budaya. 

    “Dengan begitu, warisan leluhur tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun masa depan kota,” paparnya.

    (Sf/Rs)