Lifestyle

    Anggaran Terbatas, Gotong Royong Warga Sabintulung Hidupkan Erau Adat Benua Tuha 2026

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    27 Agustus 2026 pukul 22:31 WITA

    Suasana pembukaan Erau Benua Tuha di Desa Sabintulung pada 25 Agustus 2026 lalu (Dok: Sekdes Sabintulung)

    Tenggarong - Keterbatasan anggaran tidak menjadi kendala bagi masyarakat Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) untuk tetap menggelar Erau Adat Benua Tuha (EABT) 2026.

    Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, EABT tahun ini digelar dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. 

    Sekretaris Desa Sabintulung, Nurdiansyah mengatakan pihak panitia berupaya memaksimalkan dana yang ada, serta mencari dukungan pendanaan dari pihak lain agar rangkaian kegiatan adat dan budaya tetap terlaksana.

    “Pelaksanaan tahun ini memang agak berbeda dengan tahun lalu karena keterbatasan anggaran. Kami berupaya memaksimalkan dana yang ada, kemudian juga mencari-cari dana dari luar,” ujar Nurdiansyah, Kamis (27/8/2026).

    Meski dengan keterbatasan tersebut, masyarakat dan panitia tetap bahu-membahu untuk memastikan tradisi EABT dapat kembali digelar. 

    “Kita saling membantu, termasuk vendor penyedia sound system dan panggung. Masa penyewaan yang semula direncanakan selama empat hari diringankan menjadi tiga hari. Masyarakat juga turut membantu melalui iuran, sehingga beban biaya tidak terlalu signifikan,” terangnya.

    Ia menyampaikan ada berbagai kegiatan yang disiapkan untuk memeriahkan EABT 2026. Berdasarkan rundown panitia, rangkaian kegiatan berlangsung mulai 25 Agustus-1 September 2026.

    Acara diawali dengan pembukaan Erau Benua Tuha dan tari tradisional di Lapangan Sepak Bola Desa Sabintulung pada 25 Agustus lalu.

    Kemudian pada 25 Agustus-1 September, masyarakat akan disuguhkan belian pelas kampong, pentas seni budaya, hiburan rakyat serta bazar UMKM.

    Rangkaian kegiatan juga diisi olahraga tradisional berupa begasing, belogo dan beganjur yang dijadwalkan pada 26-27 Agustus. 

    Tidak hanya itu, kompetisi futsal juga akan digelar pada 26-30 Agustus dalam rangka memeriahkan pelaksanaan Erau Benua Tuha.

    Sementara penutupan EABT 2026 dijadwalkan pada 1 September dengan agenda tari tradisional dan hiburan rakyat.

    “Sesuai dengan roundown, nanti penutupannya akan ditandai dengan penampilan tari tradisional serta hiburan rakyat pada 1 September 2026 mendatang,” jelas Nurdiansyah.

    Melalui semangat gotong royong tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjaga seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan, sekaligus menjadi bentuk komitmen warga Sabintulung dalam melestarikan adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

    (Sf/Lo)

    Lifestyle

    Anggaran Terbatas, Gotong Royong Warga Sabintulung Hidupkan Erau Adat Benua Tuha 2026

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    27 Agustus 2026 pukul 22:31 WITA

    Suasana pembukaan Erau Benua Tuha di Desa Sabintulung pada 25 Agustus 2026 lalu (Dok: Sekdes Sabintulung)

    Tenggarong - Keterbatasan anggaran tidak menjadi kendala bagi masyarakat Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) untuk tetap menggelar Erau Adat Benua Tuha (EABT) 2026.

    Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, EABT tahun ini digelar dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. 

    Sekretaris Desa Sabintulung, Nurdiansyah mengatakan pihak panitia berupaya memaksimalkan dana yang ada, serta mencari dukungan pendanaan dari pihak lain agar rangkaian kegiatan adat dan budaya tetap terlaksana.

    “Pelaksanaan tahun ini memang agak berbeda dengan tahun lalu karena keterbatasan anggaran. Kami berupaya memaksimalkan dana yang ada, kemudian juga mencari-cari dana dari luar,” ujar Nurdiansyah, Kamis (27/8/2026).

    Meski dengan keterbatasan tersebut, masyarakat dan panitia tetap bahu-membahu untuk memastikan tradisi EABT dapat kembali digelar. 

    “Kita saling membantu, termasuk vendor penyedia sound system dan panggung. Masa penyewaan yang semula direncanakan selama empat hari diringankan menjadi tiga hari. Masyarakat juga turut membantu melalui iuran, sehingga beban biaya tidak terlalu signifikan,” terangnya.

    Ia menyampaikan ada berbagai kegiatan yang disiapkan untuk memeriahkan EABT 2026. Berdasarkan rundown panitia, rangkaian kegiatan berlangsung mulai 25 Agustus-1 September 2026.

    Acara diawali dengan pembukaan Erau Benua Tuha dan tari tradisional di Lapangan Sepak Bola Desa Sabintulung pada 25 Agustus lalu.

    Kemudian pada 25 Agustus-1 September, masyarakat akan disuguhkan belian pelas kampong, pentas seni budaya, hiburan rakyat serta bazar UMKM.

    Rangkaian kegiatan juga diisi olahraga tradisional berupa begasing, belogo dan beganjur yang dijadwalkan pada 26-27 Agustus. 

    Tidak hanya itu, kompetisi futsal juga akan digelar pada 26-30 Agustus dalam rangka memeriahkan pelaksanaan Erau Benua Tuha.

    Sementara penutupan EABT 2026 dijadwalkan pada 1 September dengan agenda tari tradisional dan hiburan rakyat.

    “Sesuai dengan roundown, nanti penutupannya akan ditandai dengan penampilan tari tradisional serta hiburan rakyat pada 1 September 2026 mendatang,” jelas Nurdiansyah.

    Melalui semangat gotong royong tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjaga seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan, sekaligus menjadi bentuk komitmen warga Sabintulung dalam melestarikan adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

    (Sf/Lo)