Cari disini...
Lifestyle
Edu Park (sebelah kiri), Titik Koma (sebelah kanan). Kedua menjadi opsi tempat nongkrong Gen Z. (Kolase oleh Seputarfakta.com)
Samarinda - Samarinda, yang terkenal dengan sebutan "Kota Seribu Tempat Ngopi" kata anak kabupaten tetangga, memang punya daya tarik tersendiri buat anak muda zaman sekarang alias Gen Z.
Bayangin aja, 6 dari 10 Gen Z di Samarinda lebih milih buat nongkrong santai di kafe daripada menikmati suasana taman. Kenapa bisa begitu?
Survei ala-ala:
Tim Seputarfakta.com mencoba ngobrol santai dengan 10 Gen Z di Samarinda, nanyain mereka lebih suka nongkrong di kafe atau taman.
Hsilnya, Kebanyakan dari mereka lebih demen ngopi di kafe. Alasannya macam-macam, ada yang bilang ngopi itu udah jadi rutinitas, bahkan ada juga yang bilang "belum ngopi belum nikmat menjalani hari".
Curhat ala Gen Z:
Silvia Dwi, mahasiswa hukum umur 20 tahun, cerita ke media ini. "Ngopi itu udah kayak rutinitas aja gitu. Apalagi kalau lagi mumet (pusing), langsung deh cari kopi," ujar Silvi.
Tapi, nongkrong di kafe kan butuh duit, ya kan? Nur Aidayani yang berusia 23 tahun juga curhat, dia bisa ngabisin Rp30 ribu sampai Rp50 ribu sekali ngopi di kafe. Tapi, menurutnya, semua itu sebanding dengan apa yang dia terima selama ngopi di kafe.
"Enggak masalah sih kak, yang dicari itu sebenarnya nyamannya. Kalau ke coffeeshop kan sudah pasti adem ya, terus gak yang bising-bising banget gitu, beda halnya kalau ke taman, belum lagi kalau panas atau banyak nyamuk," kata Aida, sapaan akrabnya.
Saking banyaknya pilihan kafe di Samarinda, Aida jadi bingung sendiri mau pilih yang mana. Tapi, dia punya satu tempat favorit, yaitu Kafe Titik Koma di Jalan Antasari.
Katanya sih, suasananya nyaman banget buat belajar. Nah, ternyata enggak cuma Aida, enam Gen Z lainnya juga punya pendapat yang sama. Kafe Titik Koma emang lagi hits banget di kalangan anak muda Samarinda.
Anak Taman:
Eits, tapi jangan salah, gak semua Gen Z di Samarinda lebih suka nongkrong di kafe. Ada juga yang lebih milih buat nongkrong di taman. Contohnya Kholis, mahasiswa Universitas Mulawarman yang juga aktif berorganisasi.
Dia sering banget ngabisin waktunya buat diskusi di taman kampus atau di ruang terbuka hijau yang disediakan pemerintah.
"Menurutku ya mas, ngobrol diskusi di alam terbuka itu nikmat banget. Semilir angin dari pepohonan itu bisa menghasilkan pikiran jernih, jadi setiap karya saya hasilkan dari sini," ujar Kholis yang udah 24 tahun ini.
Kholis berharap pemerintah bisa lebih banyak menyediakan ruang terbuka hijau, biar taman bisa jadi tempat nongkrong yang asyik buat Gen Z. Soalnya, menurut dia, taman itu penting banget buat refreshing dan mencari inspirasi.
Nah, dari cerita di atas, bisa disimpulin kalau Gen Z di Samarinda punya pilihan yang beda-beda soal tempat nongkrong. Ada yang lebih suka kafe karena nyaman dan adem, ada juga yang lebih suka taman karena bisa refreshing dan cari inspirasi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Lifestyle

Edu Park (sebelah kiri), Titik Koma (sebelah kanan). Kedua menjadi opsi tempat nongkrong Gen Z. (Kolase oleh Seputarfakta.com)
Samarinda - Samarinda, yang terkenal dengan sebutan "Kota Seribu Tempat Ngopi" kata anak kabupaten tetangga, memang punya daya tarik tersendiri buat anak muda zaman sekarang alias Gen Z.
Bayangin aja, 6 dari 10 Gen Z di Samarinda lebih milih buat nongkrong santai di kafe daripada menikmati suasana taman. Kenapa bisa begitu?
Survei ala-ala:
Tim Seputarfakta.com mencoba ngobrol santai dengan 10 Gen Z di Samarinda, nanyain mereka lebih suka nongkrong di kafe atau taman.
Hsilnya, Kebanyakan dari mereka lebih demen ngopi di kafe. Alasannya macam-macam, ada yang bilang ngopi itu udah jadi rutinitas, bahkan ada juga yang bilang "belum ngopi belum nikmat menjalani hari".
Curhat ala Gen Z:
Silvia Dwi, mahasiswa hukum umur 20 tahun, cerita ke media ini. "Ngopi itu udah kayak rutinitas aja gitu. Apalagi kalau lagi mumet (pusing), langsung deh cari kopi," ujar Silvi.
Tapi, nongkrong di kafe kan butuh duit, ya kan? Nur Aidayani yang berusia 23 tahun juga curhat, dia bisa ngabisin Rp30 ribu sampai Rp50 ribu sekali ngopi di kafe. Tapi, menurutnya, semua itu sebanding dengan apa yang dia terima selama ngopi di kafe.
"Enggak masalah sih kak, yang dicari itu sebenarnya nyamannya. Kalau ke coffeeshop kan sudah pasti adem ya, terus gak yang bising-bising banget gitu, beda halnya kalau ke taman, belum lagi kalau panas atau banyak nyamuk," kata Aida, sapaan akrabnya.
Saking banyaknya pilihan kafe di Samarinda, Aida jadi bingung sendiri mau pilih yang mana. Tapi, dia punya satu tempat favorit, yaitu Kafe Titik Koma di Jalan Antasari.
Katanya sih, suasananya nyaman banget buat belajar. Nah, ternyata enggak cuma Aida, enam Gen Z lainnya juga punya pendapat yang sama. Kafe Titik Koma emang lagi hits banget di kalangan anak muda Samarinda.
Anak Taman:
Eits, tapi jangan salah, gak semua Gen Z di Samarinda lebih suka nongkrong di kafe. Ada juga yang lebih milih buat nongkrong di taman. Contohnya Kholis, mahasiswa Universitas Mulawarman yang juga aktif berorganisasi.
Dia sering banget ngabisin waktunya buat diskusi di taman kampus atau di ruang terbuka hijau yang disediakan pemerintah.
"Menurutku ya mas, ngobrol diskusi di alam terbuka itu nikmat banget. Semilir angin dari pepohonan itu bisa menghasilkan pikiran jernih, jadi setiap karya saya hasilkan dari sini," ujar Kholis yang udah 24 tahun ini.
Kholis berharap pemerintah bisa lebih banyak menyediakan ruang terbuka hijau, biar taman bisa jadi tempat nongkrong yang asyik buat Gen Z. Soalnya, menurut dia, taman itu penting banget buat refreshing dan mencari inspirasi.
Nah, dari cerita di atas, bisa disimpulin kalau Gen Z di Samarinda punya pilihan yang beda-beda soal tempat nongkrong. Ada yang lebih suka kafe karena nyaman dan adem, ada juga yang lebih suka taman karena bisa refreshing dan cari inspirasi.
(Sf/Rs)