Cari disini...
Komunitas
Peserta mengikuti jalan sehat sebagai pembuka Porseni KMB Samarinda 2026. (Dok: Istimewa)
Samarinda– Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Samarinda kembali menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) sebagai ruang mempererat persatuan warga Batak sekaligus menjaga tradisi budaya di tengah kehidupan masyarakat perantauan.
Kegiatan yang dibuka dengan jalan sehat tersebut berlangsung mulai 3 Oktober -7 November 2026, dengan sejumlah cabang olahraga dan seni tradisional Batak.
Ketua Panitia Porseni KMB Samarinda, Jannes Manek Pasaribu mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan jalan sehat yang turut dihadiri Ketua Umum KMB Nauli dan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Agenda tersebut dilanjutkan pembagian doorprize dan pengundian nomor peserta.
Ia menjelaskan, Porseni digelar dengan sejumlah cabang olahraga, yakni bola voli, bulu tangkis, tenis meja dan catur. Sementara pada bidang seni, panitia menghadirkan tortor Batak sebagai bagian dari tradisi yang ingin terus dijaga.
Kegiatan bertujuan untuk bagaimana semakin menyatukan orang Batak dan untuk dan membangun silahturahmi, serta melestarikan budaya-budaya Batak,” ujar Jannes yang juga Tokoh Pemuda Batak, Kalimantan Timur.
Jannes menyebut peserta kegiatan berasal dari berbagai kelompok Batak yang tinggal di Samarinda, mulai dari Batak Toba, Batak Karo, Simalungun hingga Batak Mandailing beserta masing-masing marga.
Ia mengatakan keberagaman tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Porseni.
Selain mempererat hubungan kekeluargaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menjaga nilai toleransi di tengah perbedaan asal daerah maupun agama.
Khusus tortor Batak, Jannes mengatakan tarian tersebut menjadi salah satu budaya yang ingin dipertahankan agar tidak hilang seiring perkembangan zaman dan tahun kedepan.
Menurutnya, pelestarian budaya tetap penting dilakukan meski masyarakat Batak hidup jauh dari daerah asal.
Rangkaian Porseni selanjutnya dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 15.00 hingga 20.00 Wita, sampai 7 November 2026.
Jannes menyebut antusiasme warga Batak cukup tinggi meski sebagian peserta terkendala pekerjaan maupun kegiatan lain.
Ia mengatakan Porseni tersebut sebenarnya merupakan kegiatan tahunan. Namun, pelaksanaannya sempat terhenti selama beberapa tahun karena pandemi Covid-19 dan pesta Tahun politik.
Dalam pelaksanaannya, Jannes menegaskan seluruh pembiayaan Porseni berasal dari panitia juga dari ketua KMB Nauli Bapak Janri Samosir dan warga Batak
Ke depan, Jannes berharap kegiatan serupa dapat terus berjalan dan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, terutama dalam kegiatan olahraga masyarakat dan pelestarian budaya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Komunitas

Peserta mengikuti jalan sehat sebagai pembuka Porseni KMB Samarinda 2026. (Dok: Istimewa)
Samarinda– Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Samarinda kembali menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) sebagai ruang mempererat persatuan warga Batak sekaligus menjaga tradisi budaya di tengah kehidupan masyarakat perantauan.
Kegiatan yang dibuka dengan jalan sehat tersebut berlangsung mulai 3 Oktober -7 November 2026, dengan sejumlah cabang olahraga dan seni tradisional Batak.
Ketua Panitia Porseni KMB Samarinda, Jannes Manek Pasaribu mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan jalan sehat yang turut dihadiri Ketua Umum KMB Nauli dan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Agenda tersebut dilanjutkan pembagian doorprize dan pengundian nomor peserta.
Ia menjelaskan, Porseni digelar dengan sejumlah cabang olahraga, yakni bola voli, bulu tangkis, tenis meja dan catur. Sementara pada bidang seni, panitia menghadirkan tortor Batak sebagai bagian dari tradisi yang ingin terus dijaga.
Kegiatan bertujuan untuk bagaimana semakin menyatukan orang Batak dan untuk dan membangun silahturahmi, serta melestarikan budaya-budaya Batak,” ujar Jannes yang juga Tokoh Pemuda Batak, Kalimantan Timur.
Jannes menyebut peserta kegiatan berasal dari berbagai kelompok Batak yang tinggal di Samarinda, mulai dari Batak Toba, Batak Karo, Simalungun hingga Batak Mandailing beserta masing-masing marga.
Ia mengatakan keberagaman tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Porseni.
Selain mempererat hubungan kekeluargaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menjaga nilai toleransi di tengah perbedaan asal daerah maupun agama.
Khusus tortor Batak, Jannes mengatakan tarian tersebut menjadi salah satu budaya yang ingin dipertahankan agar tidak hilang seiring perkembangan zaman dan tahun kedepan.
Menurutnya, pelestarian budaya tetap penting dilakukan meski masyarakat Batak hidup jauh dari daerah asal.
Rangkaian Porseni selanjutnya dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 15.00 hingga 20.00 Wita, sampai 7 November 2026.
Jannes menyebut antusiasme warga Batak cukup tinggi meski sebagian peserta terkendala pekerjaan maupun kegiatan lain.
Ia mengatakan Porseni tersebut sebenarnya merupakan kegiatan tahunan. Namun, pelaksanaannya sempat terhenti selama beberapa tahun karena pandemi Covid-19 dan pesta Tahun politik.
Dalam pelaksanaannya, Jannes menegaskan seluruh pembiayaan Porseni berasal dari panitia juga dari ketua KMB Nauli Bapak Janri Samosir dan warga Batak
Ke depan, Jannes berharap kegiatan serupa dapat terus berjalan dan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, terutama dalam kegiatan olahraga masyarakat dan pelestarian budaya.
(Sf/Rs)