Komunitas

    Mengenal SENADA, Komunitas Anak Muda Samarinda yang Konsisten Wujudkan Aksi Sosial Berkelanjutan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    10 Agustus 2026 pukul 20:51 WITA

    Para Founder SENADA yang membagikan bantuan kepada yayasan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Niat awalnya hanyalah sebuah kegiatan amal sederhana di panti asuhan untuk sekadar mengisi masa libur. Namun, langkah kecil itu kini berkembang menjadi sebuah pergerakan sosial yang berkelanjutan.

    Melalui komunitas SENADA (Senyum Nyata Dalam Aksi Bersama), sekumpulan anak muda di Samarinda membuktikan bahwa kepedulian bisa diubah menjadi aksi nyata yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

    Belum lama ini, sebanyak 42 relawan muda dari SENADA menyambangi Panti Rehabilitasi Yayasan Joint Adulam Ministry Samarinda (JAMS) di Jalan Cendana, Kecamatan Sungai Kunjang, pada Minggu (9/8/2026).

    Kedatangan mereka sukses membuat suasana panti yang biasanya tenang berubah menjadi jauh lebih hangat.

    Kehadiran komunitas ini rupanya bukan sekadar kegiatan seremonial sesaat. Co-Founder SENADA, Andromeda Bramanda, menceritakan bahwa inisiatif kemanusiaan ini awalnya digagas oleh Muhammad Tegar Al Razak.

    Niat awalnya cukup sederhana, yakni sekadar menggelar satu kegiatan sukarela di sebuah panti asuhan pada bulan lalu.

    "Namun dari para co-founder, termasuk saya, At-Tifa, dan rekan lainnya yang total berempat, sepakat ingin membuat acara ini menjadi kegiatan yang terus berkelanjutan. Kami ingin memperluas jangkauan bakti sosial ini," ungkap Andromeda.

    Komitmen tersebut langsung direalisasikan dalam aksi nyata yang dibagi ke dalam beberapa etape. Andromeda menjelaskan, tahap pertama telah sukses dilaksanakan dengan menyasar panti asuhan.

    Kemudian, tahap kedua difokuskan pada panti rehabilitasi kejiwaan seperti JAMS, dan rencananya pada tahap ketiga mereka akan turun langsung menyasar sekolah rakyat.

    Dalam setiap aksinya, SENADA tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan fisik. Mereka menggalang dana dari masyarakat umum dan relawan untuk didonasikan, lalu melengkapinya dengan sentuhan interaksi langsung.

    Di panti asuhan, mereka bermain bersama anak-anak yatim piatu, sementara di JAMS mereka mengajak para pasien berbincang, bernyanyi, hingga membuka sesi berbagi cerita.

    Founder SENADA, Muhammad Tegar Al Razak, menuturkan bahwa ide gerakan ini berakar dari keinginan anak muda untuk memberikan manfaat yang nyata.

    Pemilihan panti rehabilitasi kejiwaan pada kegiatan terakhir mereka juga didasari oleh minimnya sorotan dan kunjungan sosial ke tempat-tempat tersebut.

    “Kami ingin teman-teman relawan belajar tentang aksi sosial, sekaligus belajar sopan santun dan bagaimana cara memberikan kebahagiaan kepada orang lain,” ujar Tegar.

    Pendekatan humanis yang dibawa SENADA nyatanya memberikan dampak positif yang sangat terasa bagi para penerima manfaat.

    Ketua Yayasan JAMS, Rina Eflin Mangkey, menyebutkan kini terdapat sekitar 140 orang yang sedang menjalani perawatan medis dan terapi di tempatnya.

    Rina mengakui, para penghuni membutuhkan lebih dari sekadar bantuan logistik. Kehadiran anak-anak muda yang mau duduk bersama, mengajak bermain dan memberikan perhatian langsung membuat para penghuni merasa sangat dihargai.

    “Senang sekali mereka bisa datang ke tempat ini. Kegiatan yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi ada interaksi langsung, itu membuat satu kebahagiaan yang besar juga bagi mereka,” pungkas Rina.

    (Sf/Lo)

    Komunitas

    Mengenal SENADA, Komunitas Anak Muda Samarinda yang Konsisten Wujudkan Aksi Sosial Berkelanjutan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    10 Agustus 2026 pukul 20:51 WITA

    Para Founder SENADA yang membagikan bantuan kepada yayasan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Niat awalnya hanyalah sebuah kegiatan amal sederhana di panti asuhan untuk sekadar mengisi masa libur. Namun, langkah kecil itu kini berkembang menjadi sebuah pergerakan sosial yang berkelanjutan.

    Melalui komunitas SENADA (Senyum Nyata Dalam Aksi Bersama), sekumpulan anak muda di Samarinda membuktikan bahwa kepedulian bisa diubah menjadi aksi nyata yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

    Belum lama ini, sebanyak 42 relawan muda dari SENADA menyambangi Panti Rehabilitasi Yayasan Joint Adulam Ministry Samarinda (JAMS) di Jalan Cendana, Kecamatan Sungai Kunjang, pada Minggu (9/8/2026).

    Kedatangan mereka sukses membuat suasana panti yang biasanya tenang berubah menjadi jauh lebih hangat.

    Kehadiran komunitas ini rupanya bukan sekadar kegiatan seremonial sesaat. Co-Founder SENADA, Andromeda Bramanda, menceritakan bahwa inisiatif kemanusiaan ini awalnya digagas oleh Muhammad Tegar Al Razak.

    Niat awalnya cukup sederhana, yakni sekadar menggelar satu kegiatan sukarela di sebuah panti asuhan pada bulan lalu.

    "Namun dari para co-founder, termasuk saya, At-Tifa, dan rekan lainnya yang total berempat, sepakat ingin membuat acara ini menjadi kegiatan yang terus berkelanjutan. Kami ingin memperluas jangkauan bakti sosial ini," ungkap Andromeda.

    Komitmen tersebut langsung direalisasikan dalam aksi nyata yang dibagi ke dalam beberapa etape. Andromeda menjelaskan, tahap pertama telah sukses dilaksanakan dengan menyasar panti asuhan.

    Kemudian, tahap kedua difokuskan pada panti rehabilitasi kejiwaan seperti JAMS, dan rencananya pada tahap ketiga mereka akan turun langsung menyasar sekolah rakyat.

    Dalam setiap aksinya, SENADA tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan fisik. Mereka menggalang dana dari masyarakat umum dan relawan untuk didonasikan, lalu melengkapinya dengan sentuhan interaksi langsung.

    Di panti asuhan, mereka bermain bersama anak-anak yatim piatu, sementara di JAMS mereka mengajak para pasien berbincang, bernyanyi, hingga membuka sesi berbagi cerita.

    Founder SENADA, Muhammad Tegar Al Razak, menuturkan bahwa ide gerakan ini berakar dari keinginan anak muda untuk memberikan manfaat yang nyata.

    Pemilihan panti rehabilitasi kejiwaan pada kegiatan terakhir mereka juga didasari oleh minimnya sorotan dan kunjungan sosial ke tempat-tempat tersebut.

    “Kami ingin teman-teman relawan belajar tentang aksi sosial, sekaligus belajar sopan santun dan bagaimana cara memberikan kebahagiaan kepada orang lain,” ujar Tegar.

    Pendekatan humanis yang dibawa SENADA nyatanya memberikan dampak positif yang sangat terasa bagi para penerima manfaat.

    Ketua Yayasan JAMS, Rina Eflin Mangkey, menyebutkan kini terdapat sekitar 140 orang yang sedang menjalani perawatan medis dan terapi di tempatnya.

    Rina mengakui, para penghuni membutuhkan lebih dari sekadar bantuan logistik. Kehadiran anak-anak muda yang mau duduk bersama, mengajak bermain dan memberikan perhatian langsung membuat para penghuni merasa sangat dihargai.

    “Senang sekali mereka bisa datang ke tempat ini. Kegiatan yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi ada interaksi langsung, itu membuat satu kebahagiaan yang besar juga bagi mereka,” pungkas Rina.

    (Sf/Lo)