Kesehatan

    Waspada! Influenza pada Anak Bukan Sekadar Flu Biasa, Kenali Tanda Bahayanya

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    18 Oktober 2026 pukul 16:47 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Influenza pada anak tidak boleh dianggap sebagai flu biasa. Terutama pada balita berusia di bawah lima tahun, infeksi ini berisiko berkembang menjadi kondisi yang lebih serius sehingga orang tua perlu mengenali gejala dan tanda bahayanya sejak dini.

    Peringatan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), yang mengimbau orang tua untuk mewaspadai gejala influenza pada anak serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda-tanda bahaya.

    Gejala influenza pada anak antara lain demam tinggi disertai menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, serta tubuh terasa lemas. Pada beberapa anak, infeksi juga dapat disertai mual, muntah atau diare.

    *Kenali Tanda Bahaya yang Membutuhkan Penanganan Segera*

    Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter atau instalasi gawat darurat (IGD) apabila mengalami sesak napas atau napas cepat, bibir tampak kebiruan, tubuh sangat lemas hingga sulit dibangunkan, kebingungan atau kejang.

    Tanda bahaya lainnya meliputi anak tidak mau minum, muntah terus-menerus, buang air kecil sangat sedikit, demam selama lebih dari tiga hari, serta kondisi yang semakin memburuk.

    Gejala tersebut tidak boleh diabaikan. Penanganan medis diperlukan untuk memastikan kondisi anak dan menentukan tindakan yang sesuai, terutama apabila muncul tanda-tanda kegawatan.

    *Cegah Penularan dengan Kebiasaan Sehari-hari*

    Influenza dapat menular melalui percikan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut.

    Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat diimbau membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala, terutama saat berada di tempat umum.

    Selain itu, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang, cukup minum air putih dan istirahat yang memadai. Aktivitas fisik juga dapat disesuaikan dengan kondisi anak. Vaksinasi influenza dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

    (Sf/Lo)

    Kesehatan

    Waspada! Influenza pada Anak Bukan Sekadar Flu Biasa, Kenali Tanda Bahayanya

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    18 Oktober 2026 pukul 16:47 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Influenza pada anak tidak boleh dianggap sebagai flu biasa. Terutama pada balita berusia di bawah lima tahun, infeksi ini berisiko berkembang menjadi kondisi yang lebih serius sehingga orang tua perlu mengenali gejala dan tanda bahayanya sejak dini.

    Peringatan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), yang mengimbau orang tua untuk mewaspadai gejala influenza pada anak serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda-tanda bahaya.

    Gejala influenza pada anak antara lain demam tinggi disertai menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, serta tubuh terasa lemas. Pada beberapa anak, infeksi juga dapat disertai mual, muntah atau diare.

    *Kenali Tanda Bahaya yang Membutuhkan Penanganan Segera*

    Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter atau instalasi gawat darurat (IGD) apabila mengalami sesak napas atau napas cepat, bibir tampak kebiruan, tubuh sangat lemas hingga sulit dibangunkan, kebingungan atau kejang.

    Tanda bahaya lainnya meliputi anak tidak mau minum, muntah terus-menerus, buang air kecil sangat sedikit, demam selama lebih dari tiga hari, serta kondisi yang semakin memburuk.

    Gejala tersebut tidak boleh diabaikan. Penanganan medis diperlukan untuk memastikan kondisi anak dan menentukan tindakan yang sesuai, terutama apabila muncul tanda-tanda kegawatan.

    *Cegah Penularan dengan Kebiasaan Sehari-hari*

    Influenza dapat menular melalui percikan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut.

    Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat diimbau membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala, terutama saat berada di tempat umum.

    Selain itu, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang, cukup minum air putih dan istirahat yang memadai. Aktivitas fisik juga dapat disesuaikan dengan kondisi anak. Vaksinasi influenza dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

    (Sf/Lo)