Cari disini...
Kesehatan
Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Panglima Sebaya. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Tanah Grogot resmi mengoperasikan fasilitas baru di Instalasi Bedah Sentral (IBS) Lantai tiga. Peresmian ditandai dengan penambahan tiga kamar operasi baru yang dirancang menggunakan standar internasional demi meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Kabupaten Paser.
Direktur RSUD Panglima Sebaya, dr Kamal menyebut sebelum adanya penambahan tersebur, pihak rumah sakit hanya memiliki total tujuh kamar operasi. Tujuh fasilitas tersebut terbagi menjadi lima kamar untuk operasi terencana dan dua kamar khusus penanganan darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Hari ini kita meresmikan Instalasi Bedah Sentral lantai tiga. Sebelumnya kita baru punya tujuh kamar operasi, yaitu lima untuk operasi elektif dan dua untuk di IGD. Nah, sekarang kita nambah tiga lagi dengan standar yang sudah internasional," ujar dr Kamal, Jumat (23/10/2026).
dr Kamal menjelaskan, peresmian fasilitas medis terbaru itu turut dihadiri oleh pihak Pemerintah Kabupaten Paser. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Paser, Romif Erwinadi meninjau langsung kesiapan fasilitas yang ada di dalam area instalasi bedah tersebut.
Fasilitas baru itu dipastikan menggunakan teknologi modern berupa sistem panel terpadu dan kontrol tersentralisasi. Seluruh pengontrolan sistem kualitas udara, pasokan oksigen medis, hingga instalasi kelistrikan telah terintegrasi secara otomatis demi menjaga kestabilan operasional selama tindakan bedah.
Sistem tersentralisasi tersebut dirancang tidak hanya untuk mempermudah operasional tenaga medis, tetapi juga untuk menjamin keamanan yang maksimal. Baik pasien yang menjalani tindakan bedah maupun para petugas medis yang bertugas dipastikan berada dalam lingkungan kerja yang aman dan terkontrol.
Penerapan standar internasional pada ruangan baru juga difokuskan pada optimalisasi sistem pencegahan dan pengendalian infeksi. Tingkat sterilitas ruang operasi dinilai sangat memadai untuk menekan risiko infeksi pascaoperasi pada para pasien.
dr Kamal menegaskan, tiga kamar operasi baru ini bersifat fleksibel dan terbuka untuk berbagai jenis tindakan medis. Pihak rumah sakit memanfaatkannya secara umum untuk memfasilitasi seluruh jenis kasus pembedahan yang membutuhkan penanganan.
Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), RSUD Panglima Sebaya telah melakukan perhitungan dan perencanaan matang sejak tahap pengajuan pembangunan. Rumah sakit bahkan berencana menambah dokter spesialis urologi serta dokter spesialis bedah saraf pada tahun depan guna memperkuat tim medis.
"Sewaktu kita mengajukan kamar operasi ini SDM memang sudah kita perhitungkan dan terlebih lagi mudah-mudahan tahun depan kita ada penambahan dokter spesialis urologi dan juga bedah saraf tambahan," tuturnya.
Adapun pembangunan penambahan fasilitas Instalasi Bedah Sentral Lantai tiga itu terwujud berkat dukungan anggaran bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025. Penambahan tersebut diharapkan dapat mengurai antrean operasi elektif dan memaksimalkan layanan bedah di RSUD Panglima Sebaya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Kesehatan

Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Panglima Sebaya. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Tanah Grogot resmi mengoperasikan fasilitas baru di Instalasi Bedah Sentral (IBS) Lantai tiga. Peresmian ditandai dengan penambahan tiga kamar operasi baru yang dirancang menggunakan standar internasional demi meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Kabupaten Paser.
Direktur RSUD Panglima Sebaya, dr Kamal menyebut sebelum adanya penambahan tersebur, pihak rumah sakit hanya memiliki total tujuh kamar operasi. Tujuh fasilitas tersebut terbagi menjadi lima kamar untuk operasi terencana dan dua kamar khusus penanganan darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Hari ini kita meresmikan Instalasi Bedah Sentral lantai tiga. Sebelumnya kita baru punya tujuh kamar operasi, yaitu lima untuk operasi elektif dan dua untuk di IGD. Nah, sekarang kita nambah tiga lagi dengan standar yang sudah internasional," ujar dr Kamal, Jumat (23/10/2026).
dr Kamal menjelaskan, peresmian fasilitas medis terbaru itu turut dihadiri oleh pihak Pemerintah Kabupaten Paser. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Paser, Romif Erwinadi meninjau langsung kesiapan fasilitas yang ada di dalam area instalasi bedah tersebut.
Fasilitas baru itu dipastikan menggunakan teknologi modern berupa sistem panel terpadu dan kontrol tersentralisasi. Seluruh pengontrolan sistem kualitas udara, pasokan oksigen medis, hingga instalasi kelistrikan telah terintegrasi secara otomatis demi menjaga kestabilan operasional selama tindakan bedah.
Sistem tersentralisasi tersebut dirancang tidak hanya untuk mempermudah operasional tenaga medis, tetapi juga untuk menjamin keamanan yang maksimal. Baik pasien yang menjalani tindakan bedah maupun para petugas medis yang bertugas dipastikan berada dalam lingkungan kerja yang aman dan terkontrol.
Penerapan standar internasional pada ruangan baru juga difokuskan pada optimalisasi sistem pencegahan dan pengendalian infeksi. Tingkat sterilitas ruang operasi dinilai sangat memadai untuk menekan risiko infeksi pascaoperasi pada para pasien.
dr Kamal menegaskan, tiga kamar operasi baru ini bersifat fleksibel dan terbuka untuk berbagai jenis tindakan medis. Pihak rumah sakit memanfaatkannya secara umum untuk memfasilitasi seluruh jenis kasus pembedahan yang membutuhkan penanganan.
Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), RSUD Panglima Sebaya telah melakukan perhitungan dan perencanaan matang sejak tahap pengajuan pembangunan. Rumah sakit bahkan berencana menambah dokter spesialis urologi serta dokter spesialis bedah saraf pada tahun depan guna memperkuat tim medis.
"Sewaktu kita mengajukan kamar operasi ini SDM memang sudah kita perhitungkan dan terlebih lagi mudah-mudahan tahun depan kita ada penambahan dokter spesialis urologi dan juga bedah saraf tambahan," tuturnya.
Adapun pembangunan penambahan fasilitas Instalasi Bedah Sentral Lantai tiga itu terwujud berkat dukungan anggaran bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025. Penambahan tersebut diharapkan dapat mengurai antrean operasi elektif dan memaksimalkan layanan bedah di RSUD Panglima Sebaya.
(Sf/Rs)