Seputar Fakta

    Kesehatan

    Kasus ISPA di Balikpapan Menurun, DKK Ingatkan Warga Tetap Waspada Polusi Udara

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    27 Oktober 2026 pukul 15:20 WITA

    Kepala DKK Kota Balikpapan, Alwiati saat ditemui awak media. (Foto: dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak polusi udara, meski jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami penurunan pada Oktober 2026.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, jumlah kasus ISPA hingga Oktober 2026 tercatat sebanyak 6.157 kasus. Angka tersebut turun dibandingkan September yang mencapai sekitar 7.772 kasus.

    Meski demikian, masyarakat diminta tidak mengabaikan upaya pencegahan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi langkah yang dianjurkan untuk mengurangi paparan polusi.

    “Alhamdulillah di Kota Balikpapan, walaupun kami lihat data ISPU mengalami situasi naik turun, namun ini tidak diikuti dengan peningkatan kasus ISPA,” kata Alwiati kepada awak media, Selasa (27/10/2026).

    Menurut Alwiati, kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan turut menjadi hal positif dalam menghadapi kondisi udara yang berfluktuasi.

    DKK juga menilai penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat kualitas udara memburuk membantu mengurangi paparan polusi pada anak-anak. Dengan berkurangnya aktivitas di luar ruangan, risiko terpapar udara yang kurang baik diharapkan dapat ditekan.

    “Penggunaan masker juga sangat diharapkan. Sumbangsih dari adanya PJJ selama masa ISPU yang tinggi juga memberikan dampak yang baik bagi kesehatan, terutama pada anak-anak kita,” terangnya.

    Selain anak-anak, kelompok lanjut usia juga menjadi perhatian karena termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih saat kualitas udara menurun. DKK turut mengingatkan warga usia produktif agar tetap menggunakan masker, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

    Dia mengimbau perusahaan di Balikpapan untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui bantuan masker.

    “Kami mengimbau perusahaan-perusahaan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, dalam hal ini bantuan masker, supaya masyarakat lebih disiplin menggunakan masker, terutama pada saat di luar ruangan,” katanya.

    Selain melakukan pencegahan, masyarakat yang mengalami gejala ISPA diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat, termasuk pneumonia.

    Dirinya menjelaskan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Kalau ada yang merasa sakit, silakan langsung ke fasilitas kesehatan menggunakan kartu BPJS atau kartu JKN-nya untuk berobat,” ujarnya.

    Hingga saat ini, DKK Balikpapan menyatakan belum menemukan kasus pneumonia maupun kematian yang berkaitan dengan kondisi peningkatan ISPA dalam konteks kualitas udara tersebut.

    Meski jumlah kasus ISPA menurun, DKK tetap mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan pernapasan.

    (Sf/Lo)

    Kesehatan

    Kasus ISPA di Balikpapan Menurun, DKK Ingatkan Warga Tetap Waspada Polusi Udara

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    27 Oktober 2026 pukul 15:20 WITA

    Kepala DKK Kota Balikpapan, Alwiati saat ditemui awak media. (Foto: dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak polusi udara, meski jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami penurunan pada Oktober 2026.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, jumlah kasus ISPA hingga Oktober 2026 tercatat sebanyak 6.157 kasus. Angka tersebut turun dibandingkan September yang mencapai sekitar 7.772 kasus.

    Meski demikian, masyarakat diminta tidak mengabaikan upaya pencegahan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi langkah yang dianjurkan untuk mengurangi paparan polusi.

    “Alhamdulillah di Kota Balikpapan, walaupun kami lihat data ISPU mengalami situasi naik turun, namun ini tidak diikuti dengan peningkatan kasus ISPA,” kata Alwiati kepada awak media, Selasa (27/10/2026).

    Menurut Alwiati, kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan turut menjadi hal positif dalam menghadapi kondisi udara yang berfluktuasi.

    DKK juga menilai penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat kualitas udara memburuk membantu mengurangi paparan polusi pada anak-anak. Dengan berkurangnya aktivitas di luar ruangan, risiko terpapar udara yang kurang baik diharapkan dapat ditekan.

    “Penggunaan masker juga sangat diharapkan. Sumbangsih dari adanya PJJ selama masa ISPU yang tinggi juga memberikan dampak yang baik bagi kesehatan, terutama pada anak-anak kita,” terangnya.

    Selain anak-anak, kelompok lanjut usia juga menjadi perhatian karena termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih saat kualitas udara menurun. DKK turut mengingatkan warga usia produktif agar tetap menggunakan masker, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

    Dia mengimbau perusahaan di Balikpapan untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui bantuan masker.

    “Kami mengimbau perusahaan-perusahaan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, dalam hal ini bantuan masker, supaya masyarakat lebih disiplin menggunakan masker, terutama pada saat di luar ruangan,” katanya.

    Selain melakukan pencegahan, masyarakat yang mengalami gejala ISPA diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat, termasuk pneumonia.

    Dirinya menjelaskan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Kalau ada yang merasa sakit, silakan langsung ke fasilitas kesehatan menggunakan kartu BPJS atau kartu JKN-nya untuk berobat,” ujarnya.

    Hingga saat ini, DKK Balikpapan menyatakan belum menemukan kasus pneumonia maupun kematian yang berkaitan dengan kondisi peningkatan ISPA dalam konteks kualitas udara tersebut.

    Meski jumlah kasus ISPA menurun, DKK tetap mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan pernapasan.

    (Sf/Lo)