Cari disini...
Kesehatan
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Bontang - Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanggulangan tuberkulosis (TB). Hingga 14 Oktober 2026, sebanyak 647.423 kasus TB telah ditemukan, berdasarkan data yang diunggah melalui akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Kamis (22/10/2026).
Jumlah tersebut setara sekitar 60 persen dari target penemuan kasus TB nasional 2026. Angka ini menunjukkan masih banyak kasus TB yang perlu ditemukan dan ditangani.
Pemerintah terus memperkuat upaya penemuan kasus melalui skrining, pelacakan kontak erat, serta pendampingan pasien agar menjalani pengobatan hingga tuntas.
Kasus TB Mulai Menurun
Di tengah tingginya jumlah kasus, Indonesia mulai menunjukkan perkembangan positif. Kemenkes menyebut, berdasarkan Global TB Report, estimasi insiden TB di Indonesia mencapai puncaknya pada 2024 dan mulai menurun pada 2025.
Dalam keterangan terbaru pada 22 Oktober 2026, Kemenkes menyebut estimasi insiden TB Indonesia pada 2026 turun menjadi sekitar 1,08 juta kasus, dibandingkan 1,092 juta kasus pada 2024.
Meski demikian, penurunan estimasi insiden tersebut tidak berarti persoalan TB telah selesai. Pemerintah tetap memperluas skrining untuk menemukan kasus yang belum terdeteksi dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan.
Skrining Menjangkau 514 Kabupaten/Kota
Upaya skrining dan pelacakan kontak erat TB kini diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini menyasar keluarga serumah dan orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.
Pelaksanaannya mencakup 53.335 lokasi di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Sejak April 2026, Kemenkes juga mengintegrasikan data CKG dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Langkah ini bertujuan mempermudah tindak lanjut hasil skrining, mencegah pemeriksaan berulang, dan mengurangi beban pencatatan.
Pemerintah turut memanfaatkan rontgen portabel dan mesin tes molekuler Near Point-of-Care (NPOC) untuk memperluas akses diagnosis TB.
Sebanyak 18 Provinsi Jadi Prioritas
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes menetapkan 18 provinsi sebagai wilayah prioritas penanggulangan TB. Wilayah tersebut diperkirakan menyumbang sekitar 86 persen dari total estimasi kasus TB nasional.
Selain memperluas penemuan kasus, pemerintah memperkuat pelacakan kontak erat di seluruh kabupaten/kota, meningkatkan sistem pelaporan digital, serta mengembangkan layanan One Stop Service yang mengintegrasikan skrining, diagnosis, hingga pengobatan.
Hampir 600 Ribu Pasien Telah Memulai Pengobatan
Data Kemenkes per Oktober 2026 menunjukkan, dari 666.985 kasus TB yang ditemukan dan dilaporkan, sebanyak 599.425 pasien telah memulai pengobatan.
Kemenkes juga mencatat angka keberhasilan pengobatan TB sebesar 79 persen dalam materi yang diunggah melalui akun Instagram resminya.
Penemuan kasus perlu diikuti pengobatan yang tepat hingga selesai untuk menekan risiko penularan. Karena itu, pendampingan oleh tenaga kesehatan, kader dan keluarga menjadi bagian penting untuk memastikan pasien disiplin mengonsumsi obat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Kesehatan

Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Bontang - Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanggulangan tuberkulosis (TB). Hingga 14 Oktober 2026, sebanyak 647.423 kasus TB telah ditemukan, berdasarkan data yang diunggah melalui akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Kamis (22/10/2026).
Jumlah tersebut setara sekitar 60 persen dari target penemuan kasus TB nasional 2026. Angka ini menunjukkan masih banyak kasus TB yang perlu ditemukan dan ditangani.
Pemerintah terus memperkuat upaya penemuan kasus melalui skrining, pelacakan kontak erat, serta pendampingan pasien agar menjalani pengobatan hingga tuntas.
Kasus TB Mulai Menurun
Di tengah tingginya jumlah kasus, Indonesia mulai menunjukkan perkembangan positif. Kemenkes menyebut, berdasarkan Global TB Report, estimasi insiden TB di Indonesia mencapai puncaknya pada 2024 dan mulai menurun pada 2025.
Dalam keterangan terbaru pada 22 Oktober 2026, Kemenkes menyebut estimasi insiden TB Indonesia pada 2026 turun menjadi sekitar 1,08 juta kasus, dibandingkan 1,092 juta kasus pada 2024.
Meski demikian, penurunan estimasi insiden tersebut tidak berarti persoalan TB telah selesai. Pemerintah tetap memperluas skrining untuk menemukan kasus yang belum terdeteksi dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan.
Skrining Menjangkau 514 Kabupaten/Kota
Upaya skrining dan pelacakan kontak erat TB kini diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini menyasar keluarga serumah dan orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.
Pelaksanaannya mencakup 53.335 lokasi di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Sejak April 2026, Kemenkes juga mengintegrasikan data CKG dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Langkah ini bertujuan mempermudah tindak lanjut hasil skrining, mencegah pemeriksaan berulang, dan mengurangi beban pencatatan.
Pemerintah turut memanfaatkan rontgen portabel dan mesin tes molekuler Near Point-of-Care (NPOC) untuk memperluas akses diagnosis TB.
Sebanyak 18 Provinsi Jadi Prioritas
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes menetapkan 18 provinsi sebagai wilayah prioritas penanggulangan TB. Wilayah tersebut diperkirakan menyumbang sekitar 86 persen dari total estimasi kasus TB nasional.
Selain memperluas penemuan kasus, pemerintah memperkuat pelacakan kontak erat di seluruh kabupaten/kota, meningkatkan sistem pelaporan digital, serta mengembangkan layanan One Stop Service yang mengintegrasikan skrining, diagnosis, hingga pengobatan.
Hampir 600 Ribu Pasien Telah Memulai Pengobatan
Data Kemenkes per Oktober 2026 menunjukkan, dari 666.985 kasus TB yang ditemukan dan dilaporkan, sebanyak 599.425 pasien telah memulai pengobatan.
Kemenkes juga mencatat angka keberhasilan pengobatan TB sebesar 79 persen dalam materi yang diunggah melalui akun Instagram resminya.
Penemuan kasus perlu diikuti pengobatan yang tepat hingga selesai untuk menekan risiko penularan. Karena itu, pendampingan oleh tenaga kesehatan, kader dan keluarga menjadi bagian penting untuk memastikan pasien disiplin mengonsumsi obat.
(Sf/Lo)