Kesehatan

    Dinkes Balikpapan Ajak Warga Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini Kanker

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    17 Oktober 2026 pukul 11:42 WITA

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati. (Foto: dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini, termasuk kanker.

    “Langkah ini dinilai penting karena sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal,” ucap Kepala DKK Balikpapan, Alwiati kepada media, Sabtu (17/10/2026).

    Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu menunda pemeriksaan kesehatan karena khawatir terhadap hasil diagnosis. Menurutnya, deteksi dini dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat sesuai kebutuhan.

    “Jangan takut melakukan deteksi dini. Jangan karena takut mengetahui hasil pemeriksaan kemudian memilih tidak memeriksakan diri. Datang ke puskesmas dan manfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” jelasnya.

    Selain pemeriksaan kesehatan berkala, DKK Balikpapan juga mendorong pencegahan kanker melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV), khususnya bagi anak usia sekolah dasar. Vaksinasi tersebut merupakan salah satu upaya mencegah infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker serviks.

    Kata dia, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dan diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.

    “Untuk mendukung deteksi kanker serviks, pemeriksaan HPV DNA dan metode pemeriksaan lainnya juga menjadi bagian dari upaya pencegahan,” imbuhnya.

    Perempuan juga diimbau lebih memperhatikan perubahan pada tubuh, termasuk pada payudara. Apabila menemukan perubahan atau keluhan yang tidak biasa, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Di sisi lain, DKK Balikpapan turut mengingatkan pentingnya menghindari faktor risiko kanker yang dapat dicegah, salah satunya kebiasaan merokok.

    “Penerapan pola hidup sehat dan pengurangan paparan asap rokok dinilai perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

    Selain itu, generasi muda termasuk mahasiswa, dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kanker. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya hidup sehat, tetapi juga menjadi contoh dan menyebarkan informasi kepada lingkungan sekitarnya.

    “Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami berharap generasi muda dapat menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan ikut mengampanyekan hidup tanpa rokok,” ujarnya.

    Upaya tersebut juga sejalan dengan penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Balikpapan. Lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi, menjadi salah satu tempat penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan menciptakan lingkungan bebas asap rokok.

    Pemerintah Kota Balikpapan akan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan media untuk menyosialisasikan penerapan KTR.

    “Penertiban terhadap pelanggaran dapat disertai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

    Pihaknya berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan kanker tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif setiap individu melalui pemeriksaan berkala, vaksinasi, dan penerapan pola hidup sehat.

    (Sf/Rs)

    Kesehatan

    Dinkes Balikpapan Ajak Warga Cek Kesehatan Gratis untuk Deteksi Dini Kanker

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    17 Oktober 2026 pukul 11:42 WITA

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati. (Foto: dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini, termasuk kanker.

    “Langkah ini dinilai penting karena sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal,” ucap Kepala DKK Balikpapan, Alwiati kepada media, Sabtu (17/10/2026).

    Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu menunda pemeriksaan kesehatan karena khawatir terhadap hasil diagnosis. Menurutnya, deteksi dini dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat sesuai kebutuhan.

    “Jangan takut melakukan deteksi dini. Jangan karena takut mengetahui hasil pemeriksaan kemudian memilih tidak memeriksakan diri. Datang ke puskesmas dan manfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” jelasnya.

    Selain pemeriksaan kesehatan berkala, DKK Balikpapan juga mendorong pencegahan kanker melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV), khususnya bagi anak usia sekolah dasar. Vaksinasi tersebut merupakan salah satu upaya mencegah infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker serviks.

    Kata dia, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dan diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.

    “Untuk mendukung deteksi kanker serviks, pemeriksaan HPV DNA dan metode pemeriksaan lainnya juga menjadi bagian dari upaya pencegahan,” imbuhnya.

    Perempuan juga diimbau lebih memperhatikan perubahan pada tubuh, termasuk pada payudara. Apabila menemukan perubahan atau keluhan yang tidak biasa, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Di sisi lain, DKK Balikpapan turut mengingatkan pentingnya menghindari faktor risiko kanker yang dapat dicegah, salah satunya kebiasaan merokok.

    “Penerapan pola hidup sehat dan pengurangan paparan asap rokok dinilai perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

    Selain itu, generasi muda termasuk mahasiswa, dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kanker. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya hidup sehat, tetapi juga menjadi contoh dan menyebarkan informasi kepada lingkungan sekitarnya.

    “Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami berharap generasi muda dapat menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan ikut mengampanyekan hidup tanpa rokok,” ujarnya.

    Upaya tersebut juga sejalan dengan penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Balikpapan. Lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi, menjadi salah satu tempat penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan menciptakan lingkungan bebas asap rokok.

    Pemerintah Kota Balikpapan akan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan media untuk menyosialisasikan penerapan KTR.

    “Penertiban terhadap pelanggaran dapat disertai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

    Pihaknya berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan kanker tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif setiap individu melalui pemeriksaan berkala, vaksinasi, dan penerapan pola hidup sehat.

    (Sf/Rs)