Cari disini...
Figur
Farras Raihanna Fauziyya (Dok: istimewa)
Tenggarong - Sosok inspiratif kembali hadir di kalangan generasi muda di Kutai Kartanegara (Kukar). Sosok itu bernama Farras Raihanna Fauziyya, gen z yang baru-baru ini dinyatakan terpilih sebagai Direktur Utama (Dirut) Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) periode 2026-2030.
Ia terpilih usai mengikuti seleksi ketat calon Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) pada 13 Maret 2026 lalu.
Perempuan kelahiran 6 September 1997 di Semarang, Jawa Tengah tersebut ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi Dirut RPK. Ia mengawali karirnya dengan magang di industri kecantikan lokal asal Yogyakarta, dikenal dengan nama brand Avoskin. Karir perempuan ini dimulai sejak 2019 lalu, usai merampungkan pendidikan di Universitas Islam Indonesia (UII).
“Saya kuliah di UII angkatan 2015, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi pada public relations atau komunikasi strategis,” kenang Farras saat berbincang santai dengan Seputar Fakta, Kamis (23/4/2026).
Setelah dua bulan menunjukkan kinerja yang baik selama magang, Farras dipercaya untuk bergabung sebagai employee atau karyawan tetap hingga 2025.
Selama bertahun-tahun bekerja di industri kecantikan, Farras mengasah berbagai skill di bidang komunikasi, pemasaran hingga relasi media.
“Kalau di Avoskin saya di divisi influencer dan media sebagai supervisor, jadi saya meng-handle para influencer dan bekerja sama dengan media. Karena local industri, tapi di company saya itu skalanya internasional, sudah ada di Malaysia, Vietnam dan Singapore, jadi untuk kerja sama klien-klien biasanya banyaknya ada di Jakarta,” terangnya.
Memasuki tahun ketiga bekerja di Avoskin, Farras juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai project manager secara outsource di salah satu creative agency yang kerap menangani proyek, bekerja sama dengan instansi pemerintah di Tenggarong.
Dalam pekerjaan tersebut, Farras mengemban tugas untuk menyusun perencanaan konten dan memastikan konsep yang dibuat dapat tersampaikan dengan baik kepada tim pelaksana.
Setelah semua materi selesai dikerjakan, konten tersebut akan diserahkan kepada pemerintah atau perangkat daerah yang menjalin kerja sama dengan agensi tempatnya bekerja.
Namun setelah bertahun-tahun bekerja di industri kecantikan, Farras memutuskan untuk resign dari pekerjaannya karena hendak membuka lembaran baru, yakni menikah bersama pujaan hatinya.
Perjalanannya tidak terhenti di situ. Pada Januari 2026, Farras kembali meniti karir dengan bekerja sebagai marketing communications di Setia Investama Group hingga sekarang.
“Sebagai marketing communications, tugas saya untuk positioning brand, branding marketing dan bagaimana membantu bisnis brand itu berjalan serta tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Farras menceritakan awal mula dirinya bisa menjadi Dirut RPK, berawal dari pembukaan lowongan calon Direksi LPPL yang diumumkan secara publik.
Kala itu, Farras tertarik untuk mendaftarkan diri sebagai calon karena merasa memiliki kemampuan yang dibutuhkan, selaras dengan latar belakang serta pengalaman yang telah dirinya bangun selama bertahun-tahun berkarir di bidang komunikasi.
Usai mendaftar, Farras harus melewati tiga tahapan seleksi, mulai dari seleksi tertulis, multiple choice, psikotes, sesi wawancara, presentasi milestone, pengetahuan seputar RPK, hingga pemahaman terkait peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan LPPL.
Berkat pengetahun dan pengalaman yang dimiliki, Farras ditunjuk menjadi Dirut RPK dan akan dilantik dalam waktu dekat.
“Hasil seleksi diumumkan pada 17 April dan akan segera dilantik, intinya dalam waktu dekat dilantik,” jelas Farras.
Dengan ditetapkannya sebagai Dirut RPK, Farras berkomitmen akan menjalankan tugas sesuai dengan visi dan misinya, yakni berupaya mengembangkan radio melalui inovasi, kolaborasi serta optimalisasi sumber daya untuk menciptakan nilai dan dampak kepada masyarakat.
Ia juga berupaya menjadikan RPK sebagai lembaga yang mandiri, terutama dari segi pembiayaan dengan memiliki sumber pendanaan sendiri, sehingga tidak serta-merta terus bergantung pada dana hibah.
Salah satu langkah untuk mewujudkan hal tersebut adalah kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta melalui skema Business to Business (B2B).
“Kalau dari saya sendiri inginnya RPK nantinya bisa mandiri secara pendanaan, jadi kalau bisa tidak ketergantungan terhadap dana hibah, tapi melalui kerja sama,” paparnya.
Selain itu, Farras juga mengusung misi menjadikan RPK sebagai creative hub di Kukar dengan harapan lembaga tersebut dapat pusat kreativitas yang membuka ruang kolaborasi bersama komunitas, pelaku UMKM hingga pengembangan creative marketing di daerah.
Ia berkeinginan RPK di bawah kepemimpinannya tidak hanya sekadar tempat penyiaran saja, tapi juga dapat menjadi pusat kreatif di Kukar.
Ke depan, RPK berupaya menggaet sekolah-sekolah, sektor swasta hingga pelaku UMKM untuk membantu mempromosikan produk dan usaha lokal agar semakin berkembang dan memiliki daya saing lebih luas.
“Harapannya masyarakat itu bisa bertumbuh dan berkembang bersama RPK untuk mendapatkan value atau nilai yang lebih,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Figur

Farras Raihanna Fauziyya (Dok: istimewa)
Tenggarong - Sosok inspiratif kembali hadir di kalangan generasi muda di Kutai Kartanegara (Kukar). Sosok itu bernama Farras Raihanna Fauziyya, gen z yang baru-baru ini dinyatakan terpilih sebagai Direktur Utama (Dirut) Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) periode 2026-2030.
Ia terpilih usai mengikuti seleksi ketat calon Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) pada 13 Maret 2026 lalu.
Perempuan kelahiran 6 September 1997 di Semarang, Jawa Tengah tersebut ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi Dirut RPK. Ia mengawali karirnya dengan magang di industri kecantikan lokal asal Yogyakarta, dikenal dengan nama brand Avoskin. Karir perempuan ini dimulai sejak 2019 lalu, usai merampungkan pendidikan di Universitas Islam Indonesia (UII).
“Saya kuliah di UII angkatan 2015, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi pada public relations atau komunikasi strategis,” kenang Farras saat berbincang santai dengan Seputar Fakta, Kamis (23/4/2026).
Setelah dua bulan menunjukkan kinerja yang baik selama magang, Farras dipercaya untuk bergabung sebagai employee atau karyawan tetap hingga 2025.
Selama bertahun-tahun bekerja di industri kecantikan, Farras mengasah berbagai skill di bidang komunikasi, pemasaran hingga relasi media.
“Kalau di Avoskin saya di divisi influencer dan media sebagai supervisor, jadi saya meng-handle para influencer dan bekerja sama dengan media. Karena local industri, tapi di company saya itu skalanya internasional, sudah ada di Malaysia, Vietnam dan Singapore, jadi untuk kerja sama klien-klien biasanya banyaknya ada di Jakarta,” terangnya.
Memasuki tahun ketiga bekerja di Avoskin, Farras juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai project manager secara outsource di salah satu creative agency yang kerap menangani proyek, bekerja sama dengan instansi pemerintah di Tenggarong.
Dalam pekerjaan tersebut, Farras mengemban tugas untuk menyusun perencanaan konten dan memastikan konsep yang dibuat dapat tersampaikan dengan baik kepada tim pelaksana.
Setelah semua materi selesai dikerjakan, konten tersebut akan diserahkan kepada pemerintah atau perangkat daerah yang menjalin kerja sama dengan agensi tempatnya bekerja.
Namun setelah bertahun-tahun bekerja di industri kecantikan, Farras memutuskan untuk resign dari pekerjaannya karena hendak membuka lembaran baru, yakni menikah bersama pujaan hatinya.
Perjalanannya tidak terhenti di situ. Pada Januari 2026, Farras kembali meniti karir dengan bekerja sebagai marketing communications di Setia Investama Group hingga sekarang.
“Sebagai marketing communications, tugas saya untuk positioning brand, branding marketing dan bagaimana membantu bisnis brand itu berjalan serta tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Farras menceritakan awal mula dirinya bisa menjadi Dirut RPK, berawal dari pembukaan lowongan calon Direksi LPPL yang diumumkan secara publik.
Kala itu, Farras tertarik untuk mendaftarkan diri sebagai calon karena merasa memiliki kemampuan yang dibutuhkan, selaras dengan latar belakang serta pengalaman yang telah dirinya bangun selama bertahun-tahun berkarir di bidang komunikasi.
Usai mendaftar, Farras harus melewati tiga tahapan seleksi, mulai dari seleksi tertulis, multiple choice, psikotes, sesi wawancara, presentasi milestone, pengetahuan seputar RPK, hingga pemahaman terkait peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan LPPL.
Berkat pengetahun dan pengalaman yang dimiliki, Farras ditunjuk menjadi Dirut RPK dan akan dilantik dalam waktu dekat.
“Hasil seleksi diumumkan pada 17 April dan akan segera dilantik, intinya dalam waktu dekat dilantik,” jelas Farras.
Dengan ditetapkannya sebagai Dirut RPK, Farras berkomitmen akan menjalankan tugas sesuai dengan visi dan misinya, yakni berupaya mengembangkan radio melalui inovasi, kolaborasi serta optimalisasi sumber daya untuk menciptakan nilai dan dampak kepada masyarakat.
Ia juga berupaya menjadikan RPK sebagai lembaga yang mandiri, terutama dari segi pembiayaan dengan memiliki sumber pendanaan sendiri, sehingga tidak serta-merta terus bergantung pada dana hibah.
Salah satu langkah untuk mewujudkan hal tersebut adalah kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta melalui skema Business to Business (B2B).
“Kalau dari saya sendiri inginnya RPK nantinya bisa mandiri secara pendanaan, jadi kalau bisa tidak ketergantungan terhadap dana hibah, tapi melalui kerja sama,” paparnya.
Selain itu, Farras juga mengusung misi menjadikan RPK sebagai creative hub di Kukar dengan harapan lembaga tersebut dapat pusat kreativitas yang membuka ruang kolaborasi bersama komunitas, pelaku UMKM hingga pengembangan creative marketing di daerah.
Ia berkeinginan RPK di bawah kepemimpinannya tidak hanya sekadar tempat penyiaran saja, tapi juga dapat menjadi pusat kreatif di Kukar.
Ke depan, RPK berupaya menggaet sekolah-sekolah, sektor swasta hingga pelaku UMKM untuk membantu mempromosikan produk dan usaha lokal agar semakin berkembang dan memiliki daya saing lebih luas.
“Harapannya masyarakat itu bisa bertumbuh dan berkembang bersama RPK untuk mendapatkan value atau nilai yang lebih,” tandasnya.
(Sf/Lo)