Cari disini...
Figur
Syamsiah saat menerima medali emas di kejuaraan dunia 2024 di Bali.(Istimewa)
SETIAP orang pasti memiliki kisah dan cerita perjalanan hidup yang begitu mengesankan. Bahkan, tak jarang dari kisah perjalanan tersebut yang seringkali dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi seseorang.
Seperti sosok Syamsiah, perempuan kelahiran 5 Mei 1973 di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan ini disela-sela kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU ini, mengisi waktu luangnya menjadi seorang atlet nasional di tiga Cabang Olahraga (Cabor) berbeda, yakni Pickleball, Hockey dan Tenis Meja.
Chia sapaan akrabnya, sewaktu kecil memiliki ketertarikan terhadap dunia olahraga ketika melihat sang ayah, Andi Tappareng memainkan Tenis Meja di halaman rumahnya. Melihat rutinitas sang ayah membuat Chia kecil ingin mencoba permainan tersebut.
Awalnya, dia hanya sekedar memantulkan bola pingpong ke dinding dengan menggunakan sebilah papan kayu. Tapi semenjak sang ayah mulai mengamati aktivitas yang dilakukan Chia kecil membuat sang ayah kagum dengan bakatnya, sehingga Chia kecil pun menerima sarana dan prasarana yang memadai sebagai bentuk dukungan sang ayah terhadap putrinya.
“Bapak waktu itu mungkin melihat ada bakat Tenis Meja di diri saya setelah mengamati bermain dengan tembok. Jadi beliau membelikan saya sebuah bet tenis meja beserta lapangan permainannya,” ungkap Syamsiah saat berbincang santai dengan awak media ini.
Kata ‘gagal’ sudah tidak asing bagi dirinya. Sebab, ini pernah dia alami ketika mewakili daerah Penajam Paser Utara (PPU) di ajang Sea Games Cabor Hockey pada 2001.
Kala itu, dia hanya bertahan semifinal saja. Tapi saat mengalami kegagalan, dia tidak merasa putus asa dan ingin menyerah, bahkan semakin termotivasi dan terus berlatih dengan sekuat tenaga untuk mencapai keinginannya, yaitu meraih kejuaraan dengan membawa nama PPU.
Berkat kegigihan dan ketekunannya dalam berlatih, mengantarkan dirinya pada berbagai capaian prestasi yang gemilang, seperti menjuarai ajang Pekan Olahraga Olahraga (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2006, 2010, 2014 dengan mengantongi medali emas, satu perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, dua medali emas di Porprov III Kaltim 2024 Cabor Tenis Meja, juara satu Pickleball di ajang Hari Olahraga Nasional (Haornas) Balikpapan, juara tiga di kejuaraan dunia Bali 2023, medali emas kejuaraan dunia Bali 2024 dan enam kali mewakili Kaltim di Tenis Meja tingkat nasional.
Capaian itu tidak terlepas dari keberhasilannya dalam membagi waktu antara karir pekerjaan dan olahraga. “Saya mulai berlatih sejak 1998 hingga sekarang dan menjadi seorang ASN sejak 2005. Karena umur saya sudah menginjak 51 tahun, saya sekarang aktif di dua Cabor saja sedangkan Pickleball saya memutuskan untuk pensiun sebagai Atlet Nasional,” ungkapnya.
Chia pun mengajak kepada siapapun yang saat ini sedang berjuang dalam mencapai impian dan tujuannya untuk tidak pantang menyerah, terutama kalangan muda yang masih memiliki perjalanan panjang dalam hidup ini.
“Teruslah berlatih, berkarya dan berproses karena tidak ada usaha yang menghianati hasil. Jangan buang-buang waktu dan manfaatkan waktu itu dengan hal-hal positif dan kegiatan yang bermanfaat karena saran ini disampaikan demi kebaikan masa depan mereka,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Figur

Syamsiah saat menerima medali emas di kejuaraan dunia 2024 di Bali.(Istimewa)
SETIAP orang pasti memiliki kisah dan cerita perjalanan hidup yang begitu mengesankan. Bahkan, tak jarang dari kisah perjalanan tersebut yang seringkali dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi seseorang.
Seperti sosok Syamsiah, perempuan kelahiran 5 Mei 1973 di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan ini disela-sela kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU ini, mengisi waktu luangnya menjadi seorang atlet nasional di tiga Cabang Olahraga (Cabor) berbeda, yakni Pickleball, Hockey dan Tenis Meja.
Chia sapaan akrabnya, sewaktu kecil memiliki ketertarikan terhadap dunia olahraga ketika melihat sang ayah, Andi Tappareng memainkan Tenis Meja di halaman rumahnya. Melihat rutinitas sang ayah membuat Chia kecil ingin mencoba permainan tersebut.
Awalnya, dia hanya sekedar memantulkan bola pingpong ke dinding dengan menggunakan sebilah papan kayu. Tapi semenjak sang ayah mulai mengamati aktivitas yang dilakukan Chia kecil membuat sang ayah kagum dengan bakatnya, sehingga Chia kecil pun menerima sarana dan prasarana yang memadai sebagai bentuk dukungan sang ayah terhadap putrinya.
“Bapak waktu itu mungkin melihat ada bakat Tenis Meja di diri saya setelah mengamati bermain dengan tembok. Jadi beliau membelikan saya sebuah bet tenis meja beserta lapangan permainannya,” ungkap Syamsiah saat berbincang santai dengan awak media ini.
Kata ‘gagal’ sudah tidak asing bagi dirinya. Sebab, ini pernah dia alami ketika mewakili daerah Penajam Paser Utara (PPU) di ajang Sea Games Cabor Hockey pada 2001.
Kala itu, dia hanya bertahan semifinal saja. Tapi saat mengalami kegagalan, dia tidak merasa putus asa dan ingin menyerah, bahkan semakin termotivasi dan terus berlatih dengan sekuat tenaga untuk mencapai keinginannya, yaitu meraih kejuaraan dengan membawa nama PPU.
Berkat kegigihan dan ketekunannya dalam berlatih, mengantarkan dirinya pada berbagai capaian prestasi yang gemilang, seperti menjuarai ajang Pekan Olahraga Olahraga (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2006, 2010, 2014 dengan mengantongi medali emas, satu perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, dua medali emas di Porprov III Kaltim 2024 Cabor Tenis Meja, juara satu Pickleball di ajang Hari Olahraga Nasional (Haornas) Balikpapan, juara tiga di kejuaraan dunia Bali 2023, medali emas kejuaraan dunia Bali 2024 dan enam kali mewakili Kaltim di Tenis Meja tingkat nasional.
Capaian itu tidak terlepas dari keberhasilannya dalam membagi waktu antara karir pekerjaan dan olahraga. “Saya mulai berlatih sejak 1998 hingga sekarang dan menjadi seorang ASN sejak 2005. Karena umur saya sudah menginjak 51 tahun, saya sekarang aktif di dua Cabor saja sedangkan Pickleball saya memutuskan untuk pensiun sebagai Atlet Nasional,” ungkapnya.
Chia pun mengajak kepada siapapun yang saat ini sedang berjuang dalam mencapai impian dan tujuannya untuk tidak pantang menyerah, terutama kalangan muda yang masih memiliki perjalanan panjang dalam hidup ini.
“Teruslah berlatih, berkarya dan berproses karena tidak ada usaha yang menghianati hasil. Jangan buang-buang waktu dan manfaatkan waktu itu dengan hal-hal positif dan kegiatan yang bermanfaat karena saran ini disampaikan demi kebaikan masa depan mereka,” tandasnya.
(Sf/By)