Figur

    Profil Edi Markus Palinggi, dari Teknisi hingga Ketua Komisi A DPRD Kutim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    10 Juli 2026 pukul 13:01 WITA

    Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur (Kutim), Edi Markus Palinggi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Perjalanan karier Edi Markus Palinggi dibangun melalui pengalaman di berbagai bidang. Lahir di Sangatta pada 9 Juni 1980, ia mengawali karier di dunia industri, aktif dalam berbagai organisasi profesi, sosial dan keagamaan, hingga kini dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur (Kutim).

    Edi menempuh pendidikan menengah di SMA Singa Geweh Sangatta dan lulus pada 1999. Selepas itu, ia memulai karier sebagai teknisi di PT Fluidcon Jaya pada 2000. Selama tujuh tahun bekerja, ia menimba pengalaman di bidang industri yang kemudian membawanya dipercaya menjabat sebagai foreman pada 2007 hingga 2009.

    Kariernya kemudian berlanjut sebagai Safety Officer di PT Atlas Copco Fluidcon pada 2009 hingga 2010. Untuk meningkatkan kompetensinya di bidang keselamatan kerja, Edi mengikuti berbagai pelatihan profesional, di antaranya Leadership Dale Carnegie, Uji Pengawas Operasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Training for Trainer.

    Pengalaman tersebut mengantarkannya menjabat sebagai Manager di PT Tunggal Ika Sakti pada periode 2017 hingga 2023. Posisi itu menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya setelah berbagai jenjang pekerjaan di sektor industri.

    Selain berkarier di dunia industri, Edi juga aktif dalam berbagai organisasi. Sejak usia muda, ia dipercaya menjadi Ketua Pemuda GKE Sangatta pada 1999 hingga 2002. Selanjutnya, ia menjabat Sekretaris Asosiasi Profesi K3 Kutim pada 2014 hingga 2017, sejalan dengan latar belakang pekerjaannya di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

    Kiprahnya juga terlihat di bidang ekonomi dan keagamaan. Edi pernah menjadi Sekretaris Asosiasi Perhimpunan Pengusaha Ayam Bertelur Sangatta pada 2019 hingga 2023. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Pembangunan Gereja Toraja Imanuel Teluk Lingga Sangatta pada 2021 hingga 2023, serta Wakil Ketua Keluarga Sangkutu Banne Sangatta.

    Pengalaman di dunia industri dan organisasi kemudian menjadi bekal Edi saat memasuki dunia politik. Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kutim dari Daerah Pemilihan Kutim 1. Di lembaga legislatif, ia kini menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Kutim dari Fraksi Partai NasDem.

    "Kami akan bekerja secara maksimal dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan standar kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah Kutim," ujar Edi.

    Komitmen tersebut sejalan dengan perannya sebagai Ketua Komisi A DPRD Kutim. Melalui komisi yang membidangi urusan pemerintahan, penegakan hukum, ketertiban umum, serta pelayanan publik, Edi mengawal berbagai kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

    Perjalanan Edi Markus Palinggi menunjukkan bagaimana pengalaman di dunia industri, organisasi, hingga lembaga legislatif membentuk kiprahnya saat ini. Berbekal pengalaman tersebut, ia terus menjalankan perannya dalam pelayanan publik sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan di Kutim. 

    (Sf/Lo)

    Figur

    Profil Edi Markus Palinggi, dari Teknisi hingga Ketua Komisi A DPRD Kutim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    10 Juli 2026 pukul 13:01 WITA

    Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur (Kutim), Edi Markus Palinggi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Perjalanan karier Edi Markus Palinggi dibangun melalui pengalaman di berbagai bidang. Lahir di Sangatta pada 9 Juni 1980, ia mengawali karier di dunia industri, aktif dalam berbagai organisasi profesi, sosial dan keagamaan, hingga kini dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur (Kutim).

    Edi menempuh pendidikan menengah di SMA Singa Geweh Sangatta dan lulus pada 1999. Selepas itu, ia memulai karier sebagai teknisi di PT Fluidcon Jaya pada 2000. Selama tujuh tahun bekerja, ia menimba pengalaman di bidang industri yang kemudian membawanya dipercaya menjabat sebagai foreman pada 2007 hingga 2009.

    Kariernya kemudian berlanjut sebagai Safety Officer di PT Atlas Copco Fluidcon pada 2009 hingga 2010. Untuk meningkatkan kompetensinya di bidang keselamatan kerja, Edi mengikuti berbagai pelatihan profesional, di antaranya Leadership Dale Carnegie, Uji Pengawas Operasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Training for Trainer.

    Pengalaman tersebut mengantarkannya menjabat sebagai Manager di PT Tunggal Ika Sakti pada periode 2017 hingga 2023. Posisi itu menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya setelah berbagai jenjang pekerjaan di sektor industri.

    Selain berkarier di dunia industri, Edi juga aktif dalam berbagai organisasi. Sejak usia muda, ia dipercaya menjadi Ketua Pemuda GKE Sangatta pada 1999 hingga 2002. Selanjutnya, ia menjabat Sekretaris Asosiasi Profesi K3 Kutim pada 2014 hingga 2017, sejalan dengan latar belakang pekerjaannya di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

    Kiprahnya juga terlihat di bidang ekonomi dan keagamaan. Edi pernah menjadi Sekretaris Asosiasi Perhimpunan Pengusaha Ayam Bertelur Sangatta pada 2019 hingga 2023. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Pembangunan Gereja Toraja Imanuel Teluk Lingga Sangatta pada 2021 hingga 2023, serta Wakil Ketua Keluarga Sangkutu Banne Sangatta.

    Pengalaman di dunia industri dan organisasi kemudian menjadi bekal Edi saat memasuki dunia politik. Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kutim dari Daerah Pemilihan Kutim 1. Di lembaga legislatif, ia kini menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Kutim dari Fraksi Partai NasDem.

    "Kami akan bekerja secara maksimal dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan standar kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah Kutim," ujar Edi.

    Komitmen tersebut sejalan dengan perannya sebagai Ketua Komisi A DPRD Kutim. Melalui komisi yang membidangi urusan pemerintahan, penegakan hukum, ketertiban umum, serta pelayanan publik, Edi mengawal berbagai kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

    Perjalanan Edi Markus Palinggi menunjukkan bagaimana pengalaman di dunia industri, organisasi, hingga lembaga legislatif membentuk kiprahnya saat ini. Berbekal pengalaman tersebut, ia terus menjalankan perannya dalam pelayanan publik sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan di Kutim. 

    (Sf/Lo)