Cari disini...
Figur
Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq Rahman (Dok: dprdppu)
NAMA Ishaq Rahman mungkin sudah tidak terdengar asing di telinga masyarakat Penajam Paser Utara (PPU).
Pria kelahiran 25 Januari 1979 di Balikpapan itu berhasil menduduki bangku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU untuk pertama kalinya dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi I periode 2024-2029.
Di balik keberhasilannya meraih kursi legislatif, ternyata tersimpan perjalanan yang tidak mudah.
Ishaq bercerita sempat berulang kali gagal dalam pencalonan pemilihan legislatif (pileg). Tercatat ia telah lima kali maju sejak periode 2004 lalu.
“Saya sudah lima kali mencalonkan diri dan kelima kalinya ini baru terpilih,” ujarnya.
Sebelum berhasil melenggang ke DPRD PPU, Ishaq sempat meniti perjalanan bersama beberapa partai. Pada awalnya ia bergabung dengan partai Nahdlatul Ulama (NU), namun pencalonannya belum membuahkan hasil.
Tidak lama kemudian, Ishaq mendapat ajakan untuk bergabung ke PDI Perjuangan pada 2011 lalu.
Dua tahun berselang, Ishaq ditunjuk menjadi ketua timses pemenangan pasangan Yusran Aspar dan Mustaqim pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2013-2018.
Setelah penunjukan itu, Ishaq diminta untuk mengikuti psikotes oleh PDI Perjuangan PPU sebagai salah satu syarat administratif untuk menjadi ketua timses.
Tapi ternyata tes itu hanyalah dalih dari internal PDI Perjuangan untuk mencalonkan Ishaq sebagai anggota DPRD PPU.
“Waktu saya tiba di tempat psikotes kok ada banner bertuliskan selamat datang bakal calon PDI Perjuangan, padahal kala itu saya sudah tidak memiliki niatan untuk mengikuti pileg dan berjanji hanya bekerja untuk partai,” jelas Ishaq.
Ia mengaku sempat mendapat penolakan dari pihak keluarga saat hendak kembali mencalonkan diri. Namun ia melihat perkembangan Kecamatan Waru yang kini menjadi wilayah dapilnya terlihat lamban, sehingga hatinya bergerak untuk melangkah maju.
“Saat saya masih di bangku SMP, saya melihat tumbuh kembang Waru itu sangat lambat dan saya merasa punya tanggung jawab moral karena kakek saya dulu pambakal (kepala desa) pertama di Waru,” bebernya.
Kini dengan terpilihnya ia sebagai Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq berkomitmen akan memperjuangkan seluruh aspirasi serta permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Figur

Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq Rahman (Dok: dprdppu)
NAMA Ishaq Rahman mungkin sudah tidak terdengar asing di telinga masyarakat Penajam Paser Utara (PPU).
Pria kelahiran 25 Januari 1979 di Balikpapan itu berhasil menduduki bangku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU untuk pertama kalinya dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi I periode 2024-2029.
Di balik keberhasilannya meraih kursi legislatif, ternyata tersimpan perjalanan yang tidak mudah.
Ishaq bercerita sempat berulang kali gagal dalam pencalonan pemilihan legislatif (pileg). Tercatat ia telah lima kali maju sejak periode 2004 lalu.
“Saya sudah lima kali mencalonkan diri dan kelima kalinya ini baru terpilih,” ujarnya.
Sebelum berhasil melenggang ke DPRD PPU, Ishaq sempat meniti perjalanan bersama beberapa partai. Pada awalnya ia bergabung dengan partai Nahdlatul Ulama (NU), namun pencalonannya belum membuahkan hasil.
Tidak lama kemudian, Ishaq mendapat ajakan untuk bergabung ke PDI Perjuangan pada 2011 lalu.
Dua tahun berselang, Ishaq ditunjuk menjadi ketua timses pemenangan pasangan Yusran Aspar dan Mustaqim pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2013-2018.
Setelah penunjukan itu, Ishaq diminta untuk mengikuti psikotes oleh PDI Perjuangan PPU sebagai salah satu syarat administratif untuk menjadi ketua timses.
Tapi ternyata tes itu hanyalah dalih dari internal PDI Perjuangan untuk mencalonkan Ishaq sebagai anggota DPRD PPU.
“Waktu saya tiba di tempat psikotes kok ada banner bertuliskan selamat datang bakal calon PDI Perjuangan, padahal kala itu saya sudah tidak memiliki niatan untuk mengikuti pileg dan berjanji hanya bekerja untuk partai,” jelas Ishaq.
Ia mengaku sempat mendapat penolakan dari pihak keluarga saat hendak kembali mencalonkan diri. Namun ia melihat perkembangan Kecamatan Waru yang kini menjadi wilayah dapilnya terlihat lamban, sehingga hatinya bergerak untuk melangkah maju.
“Saat saya masih di bangku SMP, saya melihat tumbuh kembang Waru itu sangat lambat dan saya merasa punya tanggung jawab moral karena kakek saya dulu pambakal (kepala desa) pertama di Waru,” bebernya.
Kini dengan terpilihnya ia sebagai Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq berkomitmen akan memperjuangkan seluruh aspirasi serta permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.
(Sf/Lo)