Perempuan Inspiratif, Kiprah Sujiati dari Petani hingga Anggota DPRD PPU

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Figur

    05 Juli 2025 11:47 WIB

    Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati (Dok: istimewa)

    17 Juli 1973, lahir seorang perempuan tangguh dan inspiratif bernama Sujiati di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang kini tinggal di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Perjalanan hidup yang ditempuh Sujiati terbilang sulit dan sangat tidak terduga. Berawal dari seorang petani perempuan yang sehari-harinya mengolah lahan pertanian demi bertahan hidup, kini menjadi sosok penting di PPU karena menjelma sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk ketiga kalinya.

    Sujiati bercerita menjadi seorang petani ketika masih berusia muda. Keputusan itu diambil demi membantu meringankan beban orang tuanya yang juga berprofesi sebagai petani.

    Saat mengenang masa-masa itu, terutama kondisi ekonomi keluarganya yang serba keterbatasan, mata Sujiati tampak berkaca-kaca, seakan-akan sedang menahan air matanya agar tak jatuh dan tetap berusaha tegar ketika membayangkan kembali betapa kerasnya kehidupan yang dilalui kala itu.

    Bahkan karena keterbatasan biaya, Sujiati hanya mampu menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan mengambil program kesetaraan Paket C demi mendapatkan ijazah.

    “Saya ikut orang tua bertransmigrasi dari Tulungagung sejak 1978. Kala itu saya masih berusia empat tahun. Orang tua berprofesi sebagai petani. Karena saya punya latar belakang keluarga kurang mampu jadi saya hanya menempuh hingga SMA saja, itupun ambil paket C. Saya kala itu tidak melanjutkan kuliah karena nggak punya uang,” kenang Sujiati saat berbincang dengan seputarfakta.com. 

    Meski kerap dihadapkan berbagai tantangan, terutama soal ekonomi, Sujiati mengaku tidak pernah mengeluh. Ia terus berusaha memperbaiki perekonomian keluarganya, termasuk menjadi bagian dari Tim Sukses (Timses) salah satu partai besar yang kemudian mengantarkannya masuk ke dunia politik.

    “Seiring berjalannya waktu, saya diminta teman politik menjadi timses yang membantu menyukseskan pemilihan kepala daerah periode 2003-2008,” ujar Sujiati.

    Awal mula Sujiati menduduki kursi legislatif terjadi ketika Partai Gerindra yang kini menjadi perahu dalam perjalanan politiknya meminta dirinya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD periode 2014-2019 untuk memenuhi ketentuan keterwakilan 30 persen perempuan dalam Pemilihan Umum (Pemilu).

    Ketentuan tersebut telah diatur dalam UU 10/2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD yang kini diubah menjadi UU 2/2011 tentang Parpol.

    “Saya kala itu dicalonkan menjadi anggota DPRD PPU untuk memenuhi kuota terkait pendaftaran anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus 30 persen perempuan dalam keterwakilan Parpolnya,” bebernya.

    Waktu itu Sujiati dilanda rasa kebingungan karena sama sekali tidak memiliki pengalaman maupun pengetahuan yang cukup terkait dunia politik.

    Terlebih dengan latar belakangnya sebagai seorang petani, tentu membuat dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi anggota DPRD.

    Walau sempat minder dan kurang percaya diri saat pencalonan pertama, Sujiati tetap berusaha meyakinkan diri, terutama setelah mendapatkan dukungan moril dari rekan sesama petani yang mendorongnya untuk maju sebagai wakil rakyat di parlemen daerah.

    “Saat itu ibu sempat bingung tapi teman-teman petani bilang ibu punya kami, sehingga dorongan itulah yang membuat ibu meyakinkan diri. Tapi suara ibu kalah karena betul-betul nggak ngerti dunia politik dan tahunya cuma nanam padi, tapi hasil suara ibu maksimal. Waktu itu yang naik temen ibu, Pak Sanusi,” jelasnya.

    Namun pada periode itu Sujiati menjadi anggota DPRD selama sembilan bulan melalui mekanisme Pergantian Antar-Waktu (PAW) setelah rekan sesama kadernya, Sanusi memutuskan untuk pindah parpol.

    “Pak Sanusi temen saya itu ternyata pindah dan PAW turun ke ibu, sehingga itulah periode pertama ibu menjabat sebagai anggota DPRD,” terangnya.

    Setelah sembilan bulan menjabat, Sujiati telah beradaptasi dengan tugas dan dinamika kerja di DPRD, termasuk memahami mekanisme rapat, penyusunan anggaran hingga menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat di dapilnya.

    Usai periodenya berakhir, Sujiati kembali dicalonkan sebagai anggota DPRD PPU dan terpilih pada periode 2019-2024 hingga 2024-2029 dengan menjabat posisi Wakil Komisi II, serta menjadi satu-satunya perempuan yang menduduki kursi legislatif di PPU.

    Kini Sujiati tengah melanjutkan pendidikannya di Universitas Terbuka (UT) dengan mengambil program studi bidang pemerintahan.

    “Saat ini ibu masih semester enam. Sebenarnya sudah mau selesai tapi karena kedua anak ibu juga kuliah dan membutuhkan biaya yang besar, jadi ibu memutuskan untuk ambil cuti saat semester dua dan baru melanjutkan kembali setelah kedua anak ibu menyelesaikan kuliahnya,” imbuhnya.

    Keputusannya untuk melanjutkan kuliah mencerminkan pendidikan memiliki nilai penting bagi hidupnya, tanpa terhalang usia, peran sebagai ibu maupun kesibukannya sebagai anggota legislatif.

    Selain menjadi anggota DPRD, Sujiati sejak dulu sudah aktif dalam berbagai organisasi yang berkaitan dengan pertanian dan perikanan. Saat masih berusia muda, ia bergabung dalam organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) hingga sekarang. 

    “Saya dulu seorang aktivis pertanian dan masuk KTNA pada 1997 dan ibu dengan teman-teman dari provinsi diangkat sebagai penyuluh swadaya tanpa digaji pada 1998, tapi ibu tetap menjalankan tugas memberikan edukasi kepada petani, nelayan dan lainnya,” ungkapnya.

    Sujiati berharap perjalanan hidup yang ditempuhnya dapat menjadi inspirasi bagi semua orang untuk terus berusaha, semangat, berinovasi dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup serta mewujudkan cita-cita, tanpa memperdulikan latar belakang dan usia.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Perempuan Inspiratif, Kiprah Sujiati dari Petani hingga Anggota DPRD PPU

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Figur

    05 Juli 2025 11:47 WIB

    Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati (Dok: istimewa)

    17 Juli 1973, lahir seorang perempuan tangguh dan inspiratif bernama Sujiati di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang kini tinggal di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Perjalanan hidup yang ditempuh Sujiati terbilang sulit dan sangat tidak terduga. Berawal dari seorang petani perempuan yang sehari-harinya mengolah lahan pertanian demi bertahan hidup, kini menjadi sosok penting di PPU karena menjelma sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk ketiga kalinya.

    Sujiati bercerita menjadi seorang petani ketika masih berusia muda. Keputusan itu diambil demi membantu meringankan beban orang tuanya yang juga berprofesi sebagai petani.

    Saat mengenang masa-masa itu, terutama kondisi ekonomi keluarganya yang serba keterbatasan, mata Sujiati tampak berkaca-kaca, seakan-akan sedang menahan air matanya agar tak jatuh dan tetap berusaha tegar ketika membayangkan kembali betapa kerasnya kehidupan yang dilalui kala itu.

    Bahkan karena keterbatasan biaya, Sujiati hanya mampu menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan mengambil program kesetaraan Paket C demi mendapatkan ijazah.

    “Saya ikut orang tua bertransmigrasi dari Tulungagung sejak 1978. Kala itu saya masih berusia empat tahun. Orang tua berprofesi sebagai petani. Karena saya punya latar belakang keluarga kurang mampu jadi saya hanya menempuh hingga SMA saja, itupun ambil paket C. Saya kala itu tidak melanjutkan kuliah karena nggak punya uang,” kenang Sujiati saat berbincang dengan seputarfakta.com. 

    Meski kerap dihadapkan berbagai tantangan, terutama soal ekonomi, Sujiati mengaku tidak pernah mengeluh. Ia terus berusaha memperbaiki perekonomian keluarganya, termasuk menjadi bagian dari Tim Sukses (Timses) salah satu partai besar yang kemudian mengantarkannya masuk ke dunia politik.

    “Seiring berjalannya waktu, saya diminta teman politik menjadi timses yang membantu menyukseskan pemilihan kepala daerah periode 2003-2008,” ujar Sujiati.

    Awal mula Sujiati menduduki kursi legislatif terjadi ketika Partai Gerindra yang kini menjadi perahu dalam perjalanan politiknya meminta dirinya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD periode 2014-2019 untuk memenuhi ketentuan keterwakilan 30 persen perempuan dalam Pemilihan Umum (Pemilu).

    Ketentuan tersebut telah diatur dalam UU 10/2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD yang kini diubah menjadi UU 2/2011 tentang Parpol.

    “Saya kala itu dicalonkan menjadi anggota DPRD PPU untuk memenuhi kuota terkait pendaftaran anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus 30 persen perempuan dalam keterwakilan Parpolnya,” bebernya.

    Waktu itu Sujiati dilanda rasa kebingungan karena sama sekali tidak memiliki pengalaman maupun pengetahuan yang cukup terkait dunia politik.

    Terlebih dengan latar belakangnya sebagai seorang petani, tentu membuat dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi anggota DPRD.

    Walau sempat minder dan kurang percaya diri saat pencalonan pertama, Sujiati tetap berusaha meyakinkan diri, terutama setelah mendapatkan dukungan moril dari rekan sesama petani yang mendorongnya untuk maju sebagai wakil rakyat di parlemen daerah.

    “Saat itu ibu sempat bingung tapi teman-teman petani bilang ibu punya kami, sehingga dorongan itulah yang membuat ibu meyakinkan diri. Tapi suara ibu kalah karena betul-betul nggak ngerti dunia politik dan tahunya cuma nanam padi, tapi hasil suara ibu maksimal. Waktu itu yang naik temen ibu, Pak Sanusi,” jelasnya.

    Namun pada periode itu Sujiati menjadi anggota DPRD selama sembilan bulan melalui mekanisme Pergantian Antar-Waktu (PAW) setelah rekan sesama kadernya, Sanusi memutuskan untuk pindah parpol.

    “Pak Sanusi temen saya itu ternyata pindah dan PAW turun ke ibu, sehingga itulah periode pertama ibu menjabat sebagai anggota DPRD,” terangnya.

    Setelah sembilan bulan menjabat, Sujiati telah beradaptasi dengan tugas dan dinamika kerja di DPRD, termasuk memahami mekanisme rapat, penyusunan anggaran hingga menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat di dapilnya.

    Usai periodenya berakhir, Sujiati kembali dicalonkan sebagai anggota DPRD PPU dan terpilih pada periode 2019-2024 hingga 2024-2029 dengan menjabat posisi Wakil Komisi II, serta menjadi satu-satunya perempuan yang menduduki kursi legislatif di PPU.

    Kini Sujiati tengah melanjutkan pendidikannya di Universitas Terbuka (UT) dengan mengambil program studi bidang pemerintahan.

    “Saat ini ibu masih semester enam. Sebenarnya sudah mau selesai tapi karena kedua anak ibu juga kuliah dan membutuhkan biaya yang besar, jadi ibu memutuskan untuk ambil cuti saat semester dua dan baru melanjutkan kembali setelah kedua anak ibu menyelesaikan kuliahnya,” imbuhnya.

    Keputusannya untuk melanjutkan kuliah mencerminkan pendidikan memiliki nilai penting bagi hidupnya, tanpa terhalang usia, peran sebagai ibu maupun kesibukannya sebagai anggota legislatif.

    Selain menjadi anggota DPRD, Sujiati sejak dulu sudah aktif dalam berbagai organisasi yang berkaitan dengan pertanian dan perikanan. Saat masih berusia muda, ia bergabung dalam organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) hingga sekarang. 

    “Saya dulu seorang aktivis pertanian dan masuk KTNA pada 1997 dan ibu dengan teman-teman dari provinsi diangkat sebagai penyuluh swadaya tanpa digaji pada 1998, tapi ibu tetap menjalankan tugas memberikan edukasi kepada petani, nelayan dan lainnya,” ungkapnya.

    Sujiati berharap perjalanan hidup yang ditempuhnya dapat menjadi inspirasi bagi semua orang untuk terus berusaha, semangat, berinovasi dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup serta mewujudkan cita-cita, tanpa memperdulikan latar belakang dan usia.

    (Sf/Lo)