Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Figur
Putri Pariwisata Kaltim 2024, Nabila Putri Giswatama.(Istimewa)
NAMANYA Nabila Putri Giswatama, lahir pada 2 Desember 2003 di Jakarta yang kini menyandang predikat sebagai Putri Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2024.
Namun sebelum menjadi Putri Pariwisata Kaltim 2024, gadis 21 tahun ini dulunya adalah seorang atlet renang Artistik dan telah menorehkan sejumlah prestasi yang membanggakan.
Awalnya, Nabila tertarik dengan dunia renang saat masih menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD). Kala itu, ia kerap menyaksikan kakaknya berlatih renang.
Berkat ajakan sang kakak, dirinya pun memutuskan untuk terjun dan menekuni olahraga air sebagai awal mula untuk berkarir.
“Sedari kecil saya sering mengikuti berbagai kelas di Balikpapan, seperti berenang, matematika, piano dan lainnya. Bahkan itu saya lakukan setiap hari dan pulang pergi antara Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan,” ucap Nabila saat berbincang dengan awak media seputarfakta.com.
Kegigihannya dalam mengikuti kelas renang, ia pun dilirik Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjadi perwakilan di berbagai ajang olahraga bergengsi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Asian Games atau Pekan Olahraga Asia Jakarta dan Palembang pada 2018 lalu dan lainnya.
Selama menjadi atlet renang artistik, Nabila telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan, seperti meraih posisi empat pada PON 2016 di Jawa Barat, mengantongi medali perak pada Festival Akuatik 2017 di Palembang dan kembali meraih medali perak pada Festival Akuatik 2018 di Jakarta.
Terakhir, ia meraih medali emas dan perak pada PON 2021 di Papua. Tak lama kemudian, Nabila memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai atlet renang artistik karena fokus menuntut ilmu di perguruan tinggi.
Di sela-sela kesibukannya menimba ilmu, mahasiswi Fakultas Psikologi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini sempat memikirkan kegiatan apa yang dapat membuatnya bermanfaat untuk orang lain dan masyarakat luas.
“Saya berlatarbelakang psikologi dan tentu memikirkan cara untuk memberdayakan masyarakat di PPU karena menurut saya, SDM PPU harus ditingkatkan, sehingga terlintas dipikiran saya untuk muncul di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Nabila.
Melihat kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di PPU, langsung terlintas di benaknya untuk mengambil peran sebagai Putri Pariwisata agar bisa memperkenalkan dan mempromosikan potensi destinasi wisata di daerah kepada masyarakat dan wisatawan.
“Ini sejalan dengan tujuan, saya yang ingin memberdayakan masyarakat PPU,” jelas Nabila.
Sebelum terpilih sebagai Putri Pariwisata Benuo Taka dan Kalimantan Timur (Kaltim) 2024, Nabila harus mengikuti berbagai seleksi, seperti tes tertulis, sesi wawancara, penilaian bakat dan tahapan lainnya. Tetapi berkat kecantikan dan kecerdasan yang dimiliki dirinya, Nabila berhasil menaklukkan finalis lainnya pada ajang pemilihan.
Sebagai penyandang gelar Putri Pariwisata Kaltim 2024, dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk terus mempromosikan destinasi wisata dan di 10 kabupaten/kota di Kaltim kepada masyarakat luas.
Selain bertugas untuk mempromosikan destinasi wisata, dirinya juga mengemban tugas sebagai edukator untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, betapa pentingnya menjaga keberlangsungan lingkungan di sekitar terutama di tempat wisata.
Nabila mengaku sebelum mendaftarkan diri sebagai Putri Pariwisata, dirinya telah memiliki planning atau rencana program yang akan dijalankan, nama program itu adalah Bekerjasama Untuk Parekraf Nusantara atau disingkat Buen yang telah berkolaborasi dengan Edun English Course yang merupakan kelas bahasa inggris.
Kolaborasi ini, kata dia, memiliki maksud untuk membekali pengetahuan dan keterampilan pada SDM di wilayah PPU, terutama di bidang bahasa inggris.
“Belum lama ini kita melaksanakan Buen Camp di destinasi wisata dan kegiatan ini berfokus pada pemuda-pemudi yang ingin memberdayakan dirinya dengan mempelajari dan menguasai bahasa inggris, jadi peran sebagai Putri Pariwisata dan mahasiswi psikologi untuk memberdayakan masyarakat juga jalan,” bebernya.
Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu upaya untuk menghadapi kehadiran IKN yang berpotensi menarik minat wisatawan asing untuk berkunjung.
“Melalui program Buen, ini bisa dijadikan sebagai wadah untuk mempersiapkan dan menciptakan SDM yang ahli dalam berbahasa inggris, sehingga mereka memiliki peluang besar untuk menjadi pemandu wisata atau Tour Guide ketika wisatawan asing datang di destinasi wisata,” tandasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Figur

Putri Pariwisata Kaltim 2024, Nabila Putri Giswatama.(Istimewa)
NAMANYA Nabila Putri Giswatama, lahir pada 2 Desember 2003 di Jakarta yang kini menyandang predikat sebagai Putri Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2024.
Namun sebelum menjadi Putri Pariwisata Kaltim 2024, gadis 21 tahun ini dulunya adalah seorang atlet renang Artistik dan telah menorehkan sejumlah prestasi yang membanggakan.
Awalnya, Nabila tertarik dengan dunia renang saat masih menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD). Kala itu, ia kerap menyaksikan kakaknya berlatih renang.
Berkat ajakan sang kakak, dirinya pun memutuskan untuk terjun dan menekuni olahraga air sebagai awal mula untuk berkarir.
“Sedari kecil saya sering mengikuti berbagai kelas di Balikpapan, seperti berenang, matematika, piano dan lainnya. Bahkan itu saya lakukan setiap hari dan pulang pergi antara Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan,” ucap Nabila saat berbincang dengan awak media seputarfakta.com.
Kegigihannya dalam mengikuti kelas renang, ia pun dilirik Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjadi perwakilan di berbagai ajang olahraga bergengsi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Asian Games atau Pekan Olahraga Asia Jakarta dan Palembang pada 2018 lalu dan lainnya.
Selama menjadi atlet renang artistik, Nabila telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan, seperti meraih posisi empat pada PON 2016 di Jawa Barat, mengantongi medali perak pada Festival Akuatik 2017 di Palembang dan kembali meraih medali perak pada Festival Akuatik 2018 di Jakarta.
Terakhir, ia meraih medali emas dan perak pada PON 2021 di Papua. Tak lama kemudian, Nabila memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai atlet renang artistik karena fokus menuntut ilmu di perguruan tinggi.
Di sela-sela kesibukannya menimba ilmu, mahasiswi Fakultas Psikologi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini sempat memikirkan kegiatan apa yang dapat membuatnya bermanfaat untuk orang lain dan masyarakat luas.
“Saya berlatarbelakang psikologi dan tentu memikirkan cara untuk memberdayakan masyarakat di PPU karena menurut saya, SDM PPU harus ditingkatkan, sehingga terlintas dipikiran saya untuk muncul di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Nabila.
Melihat kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di PPU, langsung terlintas di benaknya untuk mengambil peran sebagai Putri Pariwisata agar bisa memperkenalkan dan mempromosikan potensi destinasi wisata di daerah kepada masyarakat dan wisatawan.
“Ini sejalan dengan tujuan, saya yang ingin memberdayakan masyarakat PPU,” jelas Nabila.
Sebelum terpilih sebagai Putri Pariwisata Benuo Taka dan Kalimantan Timur (Kaltim) 2024, Nabila harus mengikuti berbagai seleksi, seperti tes tertulis, sesi wawancara, penilaian bakat dan tahapan lainnya. Tetapi berkat kecantikan dan kecerdasan yang dimiliki dirinya, Nabila berhasil menaklukkan finalis lainnya pada ajang pemilihan.
Sebagai penyandang gelar Putri Pariwisata Kaltim 2024, dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk terus mempromosikan destinasi wisata dan di 10 kabupaten/kota di Kaltim kepada masyarakat luas.
Selain bertugas untuk mempromosikan destinasi wisata, dirinya juga mengemban tugas sebagai edukator untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, betapa pentingnya menjaga keberlangsungan lingkungan di sekitar terutama di tempat wisata.
Nabila mengaku sebelum mendaftarkan diri sebagai Putri Pariwisata, dirinya telah memiliki planning atau rencana program yang akan dijalankan, nama program itu adalah Bekerjasama Untuk Parekraf Nusantara atau disingkat Buen yang telah berkolaborasi dengan Edun English Course yang merupakan kelas bahasa inggris.
Kolaborasi ini, kata dia, memiliki maksud untuk membekali pengetahuan dan keterampilan pada SDM di wilayah PPU, terutama di bidang bahasa inggris.
“Belum lama ini kita melaksanakan Buen Camp di destinasi wisata dan kegiatan ini berfokus pada pemuda-pemudi yang ingin memberdayakan dirinya dengan mempelajari dan menguasai bahasa inggris, jadi peran sebagai Putri Pariwisata dan mahasiswi psikologi untuk memberdayakan masyarakat juga jalan,” bebernya.
Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu upaya untuk menghadapi kehadiran IKN yang berpotensi menarik minat wisatawan asing untuk berkunjung.
“Melalui program Buen, ini bisa dijadikan sebagai wadah untuk mempersiapkan dan menciptakan SDM yang ahli dalam berbahasa inggris, sehingga mereka memiliki peluang besar untuk menjadi pemandu wisata atau Tour Guide ketika wisatawan asing datang di destinasi wisata,” tandasnya.
(Sf/By)