Cari disini...
Figur
Muhammad Fadil Adilasyah atlet panahan muda berprestasi asal SMPN 5 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang – Muhammad Fadil Adilasyah menjadi salah satu atlet panahan muda asal Kota Bontang yang terus menunjukkan perkembangan dan prestasi di berbagai kejuaraan.
Siswa kelas IX SMP Negeri 5 Bontang ini aktif mengikuti kompetisi panahan tradisional (horsebow) maupun panahan pelajar sejak 2022.
Fadil lahir di Bontang pada 4 Oktober 2010. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Masmudin dan Hernawati yang merupakan warga Kelurahan Loktuan Kecamatan Bontang Utara.
Ketertarikannya pada olahraga panahan bermula saat masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar. Saat itu, ia mengikuti lomba secara pribadi setelah mendapat tawaran dari tetangganya yang berprofesi sebagai pelatih panahan.
Sejak saat itu, Fadil mulai menekuni panahan secara serius dan rutin berlatih di kawasan Gunung Kusnodo, hampir setiap hari.
Sejumlah prestasi berhasil ia raih di tingkat kota hingga provinsi, berdasarkan data pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Bontang, dalam dua tahun terkahir, Fadil telah menyabet berbagai prestasi di bidang panahan.
Pada Kejuaraan Olahraga Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda 2025, Fadil mencatatkan hasil membanggakan dengan meraih Juara 1 Remaja 30 Meter, Juara 2 Remaja 25 Meter, Juara 2 Remaja 20 Meter, serta Juara 3 Kualifikasi Remaja 25 Meter dan Juara 3 Kualifikasi Remaja 20 Meter.
Selain itu, ia juga meraih Juara 2 Eliminasi Pelajar Under 18 Putra pada ajang Panahan Horsebow Alkahfi Laga #2 di Balikpapan.
Pada Panahan Tradisional Horsebow Summayyah Grand Competition Session 2, Fadil berhasil meraih Juara 2 Under 18 Putra dan Juara 3 Eliminasi Umum Putra.
Di tingkat kabupaten, Fadil meraih Juara 3 Under 18 Putra 20 Meter pada Nusaibah Archery Competition Series 2 di Kabupaten Berau tahun 2024.
Sementara itu, pada Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat di Balikpapan tahun 2024, ia menyabet Juara 1 dan Juara 2 kategori Bantalan. Prestasi lainnya diraih pada Al Muhajirin Horsebow Archery Day #2 di Kutai Kartanegara, dengan meraih Juara 2 Bantalan Putra U-14 jarak 10 meter.
Menurut Fadil, menjadi atlet panahan memberinya banyak pengalaman berharga, termasuk kesempatan mengikuti lomba ke luar kota dan bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah.
“Kalau bisa mencapai target rasanya senang. Apalagi bisa keluar kota dan dapat banyak teman,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa perjalanan sebagai atlet tidak selalu mudah. Rasa pegal pada tangan hingga luka akibat latihan menjadi tantangan tersendiri. Kekecewaan pun kerap muncul ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
“Kadang tangan pegal dan luka-luka. Kalau tidak capai target, suka kecewa sampai nangis,” tuturnya.
Motivasi terbesar Fadil dalam menekuni panahan adalah keinginannya untuk membanggakan orang tua. Ke depan, ia berharap dapat terus berkarier sebagai atlet panahan dan mengharumkan nama daerah, sembari mengejar cita-citanya menjadi seorang polisi.
Persaingan di tingkat kota maupun provinsi diakuinya cukup ketat. Namun hal itu justru menjadi pemacu semangat bagi Fadil untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Dengan semangat, disiplin, dan dukungan keluarga, Muhammad Fadil Adilasyah menjadi salah satu potensi atlet panahan muda yang patut diperhitungkan dari Kota Bontang.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Figur

Muhammad Fadil Adilasyah atlet panahan muda berprestasi asal SMPN 5 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang – Muhammad Fadil Adilasyah menjadi salah satu atlet panahan muda asal Kota Bontang yang terus menunjukkan perkembangan dan prestasi di berbagai kejuaraan.
Siswa kelas IX SMP Negeri 5 Bontang ini aktif mengikuti kompetisi panahan tradisional (horsebow) maupun panahan pelajar sejak 2022.
Fadil lahir di Bontang pada 4 Oktober 2010. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Masmudin dan Hernawati yang merupakan warga Kelurahan Loktuan Kecamatan Bontang Utara.
Ketertarikannya pada olahraga panahan bermula saat masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar. Saat itu, ia mengikuti lomba secara pribadi setelah mendapat tawaran dari tetangganya yang berprofesi sebagai pelatih panahan.
Sejak saat itu, Fadil mulai menekuni panahan secara serius dan rutin berlatih di kawasan Gunung Kusnodo, hampir setiap hari.
Sejumlah prestasi berhasil ia raih di tingkat kota hingga provinsi, berdasarkan data pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Bontang, dalam dua tahun terkahir, Fadil telah menyabet berbagai prestasi di bidang panahan.
Pada Kejuaraan Olahraga Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda 2025, Fadil mencatatkan hasil membanggakan dengan meraih Juara 1 Remaja 30 Meter, Juara 2 Remaja 25 Meter, Juara 2 Remaja 20 Meter, serta Juara 3 Kualifikasi Remaja 25 Meter dan Juara 3 Kualifikasi Remaja 20 Meter.
Selain itu, ia juga meraih Juara 2 Eliminasi Pelajar Under 18 Putra pada ajang Panahan Horsebow Alkahfi Laga #2 di Balikpapan.
Pada Panahan Tradisional Horsebow Summayyah Grand Competition Session 2, Fadil berhasil meraih Juara 2 Under 18 Putra dan Juara 3 Eliminasi Umum Putra.
Di tingkat kabupaten, Fadil meraih Juara 3 Under 18 Putra 20 Meter pada Nusaibah Archery Competition Series 2 di Kabupaten Berau tahun 2024.
Sementara itu, pada Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat di Balikpapan tahun 2024, ia menyabet Juara 1 dan Juara 2 kategori Bantalan. Prestasi lainnya diraih pada Al Muhajirin Horsebow Archery Day #2 di Kutai Kartanegara, dengan meraih Juara 2 Bantalan Putra U-14 jarak 10 meter.
Menurut Fadil, menjadi atlet panahan memberinya banyak pengalaman berharga, termasuk kesempatan mengikuti lomba ke luar kota dan bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah.
“Kalau bisa mencapai target rasanya senang. Apalagi bisa keluar kota dan dapat banyak teman,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa perjalanan sebagai atlet tidak selalu mudah. Rasa pegal pada tangan hingga luka akibat latihan menjadi tantangan tersendiri. Kekecewaan pun kerap muncul ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
“Kadang tangan pegal dan luka-luka. Kalau tidak capai target, suka kecewa sampai nangis,” tuturnya.
Motivasi terbesar Fadil dalam menekuni panahan adalah keinginannya untuk membanggakan orang tua. Ke depan, ia berharap dapat terus berkarier sebagai atlet panahan dan mengharumkan nama daerah, sembari mengejar cita-citanya menjadi seorang polisi.
Persaingan di tingkat kota maupun provinsi diakuinya cukup ketat. Namun hal itu justru menjadi pemacu semangat bagi Fadil untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Dengan semangat, disiplin, dan dukungan keluarga, Muhammad Fadil Adilasyah menjadi salah satu potensi atlet panahan muda yang patut diperhitungkan dari Kota Bontang.
(Sf/Mr)