Mengenal Sosok Riski Rusdiansyah, Representasi Generasi Z di Kursi Parlemen Bontang

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Figur

    20 Februari 2026 01:16 WIB

    Anggota DPRD Kota Bontang, Riski Rusdiansyah. (Foto: Info Pemilu.go.id)

    Bontang - Nama Riski Rusdiansyah mungkin terdengar asing bagi mereka yang terbiasa dengan hiruk-pikuk politisi kawakan di Kalimantan Timur (Kaltim). Lahir di Kota Bontang pada 24 Agustus 2001, Riski tumbuh besar di lingkungan yang menuntutnya untuk mandiri lebih awal. 

    Ia resmi mencatatkan namanya sebagai anggota DPRD Kota Bontang termuda untuk periode 2024-2029. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Riski menjadi representasi nyata bangkitnya generasi Z di kursi parlemen.

    Riski Rusdiansyah resmi dilantik melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW) dalam Rapat Paripurna pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kota Bontang. Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan oleh Agus Haris, yang kini telah resmi menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bontang.

    Berdasarkan hasil penetapan KPU Kota Bontang pada Pileg 2024 lalu, Riski yang maju melalui Partai Gerindra di Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang Utara (Bontang 3) berhasil mengamankan posisi suara terbanyak kedua di internal partainya dengan perolehan 653 suara.

    Meski tampil dengan nomor urut "buncit" 10 pada saat pemilihan, konsistensi Riski di akar rumput membuahkan hasil. Warga asli Kelurahan Gunung Elai ini membuktikan usia muda dan latar belakang wiraswasta bukan halangan untuk terjun ke dunia politik praktis.

    Langkah kakinya di dunia publik mulai terlihat saat ia menuntaskan pendidikan menengah di SMAN 2 Bontang selama periode 2018 hingga 2021.

    Tamat SMA, ia terjun ke dunia usaha. Pengalaman sebagai wiraswasta inilah yang kemudian membentuk mentalitasnya yang taktis dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan lapangan. Keyakinan Riski untuk memberikan dampak yang lebih luas membawanya pada sebuah keputusan besar beberapa tahun silam. 

    Ia memilih jalur politik sebagai kanal pengabdian. Prinsip ini ia pegang teguh saat memutuskan bertarung di Dapil Kota Bontang 3, yang meliputi wilayah Bontang Utara. 

    Meski saat itu usianya masih sangat belia, Riski tidak gentar bersaing dengan nama-nama besar yang memiliki modal sosial dan finansial jauh di atasnya. Keterlibatannya dalam kontestasi legislatif pada 2024 menjadi latar belakang yang menarik dalam perjalanan kariernya. 

    Saat itu, ia muncul sebagai wajah baru yang segar di tengah kejenuhan publik terhadap janji-janji lama. Sebagai sosok yang berdomisili di Kelurahan Gunung Elai, Riski sangat memahami denyut nadi konstituennya. Ia bukan tipe orang yang hanya muncul saat membutuhkan suara, melainkan tetangga yang sehari-hari berinteraksi, memahami keluhan pedagang pasar, hingga menangkap kegelisahan anak muda Bontang yang kesulitan mencari ruang kreativitas.

    Ia adalah representasi dari generasi yang tumbuh dengan arus informasi cepat, yang menuntut transparansi dan kecepatan dalam setiap penyelesaian masalah. Di 2026 ini, profil Riski Rusdiansyah tetap relevan sebagai studi kasus tentang bagaimana anak muda bisa mendapatkan tempat di ruang pengambilan keputusan. 

    Perjalanan Riski masih sangat panjang. Namun apa yang telah ia rintis di Bontang Utara memberikan pesan kuat bahwa ruang publik adalah milik mereka yang mau bekerja keras.

    Dengan integritas yang terjaga, Riski terus merajut harapan-harapan masyarakat yang dititipkan kepadanya, membuktikan keberanian anak muda adalah motor penggerak bagi kemajuan sebuah kota.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Mengenal Sosok Riski Rusdiansyah, Representasi Generasi Z di Kursi Parlemen Bontang

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Figur

    20 Februari 2026 01:16 WIB

    Anggota DPRD Kota Bontang, Riski Rusdiansyah. (Foto: Info Pemilu.go.id)

    Bontang - Nama Riski Rusdiansyah mungkin terdengar asing bagi mereka yang terbiasa dengan hiruk-pikuk politisi kawakan di Kalimantan Timur (Kaltim). Lahir di Kota Bontang pada 24 Agustus 2001, Riski tumbuh besar di lingkungan yang menuntutnya untuk mandiri lebih awal. 

    Ia resmi mencatatkan namanya sebagai anggota DPRD Kota Bontang termuda untuk periode 2024-2029. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Riski menjadi representasi nyata bangkitnya generasi Z di kursi parlemen.

    Riski Rusdiansyah resmi dilantik melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW) dalam Rapat Paripurna pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kota Bontang. Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan oleh Agus Haris, yang kini telah resmi menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bontang.

    Berdasarkan hasil penetapan KPU Kota Bontang pada Pileg 2024 lalu, Riski yang maju melalui Partai Gerindra di Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang Utara (Bontang 3) berhasil mengamankan posisi suara terbanyak kedua di internal partainya dengan perolehan 653 suara.

    Meski tampil dengan nomor urut "buncit" 10 pada saat pemilihan, konsistensi Riski di akar rumput membuahkan hasil. Warga asli Kelurahan Gunung Elai ini membuktikan usia muda dan latar belakang wiraswasta bukan halangan untuk terjun ke dunia politik praktis.

    Langkah kakinya di dunia publik mulai terlihat saat ia menuntaskan pendidikan menengah di SMAN 2 Bontang selama periode 2018 hingga 2021.

    Tamat SMA, ia terjun ke dunia usaha. Pengalaman sebagai wiraswasta inilah yang kemudian membentuk mentalitasnya yang taktis dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan lapangan. Keyakinan Riski untuk memberikan dampak yang lebih luas membawanya pada sebuah keputusan besar beberapa tahun silam. 

    Ia memilih jalur politik sebagai kanal pengabdian. Prinsip ini ia pegang teguh saat memutuskan bertarung di Dapil Kota Bontang 3, yang meliputi wilayah Bontang Utara. 

    Meski saat itu usianya masih sangat belia, Riski tidak gentar bersaing dengan nama-nama besar yang memiliki modal sosial dan finansial jauh di atasnya. Keterlibatannya dalam kontestasi legislatif pada 2024 menjadi latar belakang yang menarik dalam perjalanan kariernya. 

    Saat itu, ia muncul sebagai wajah baru yang segar di tengah kejenuhan publik terhadap janji-janji lama. Sebagai sosok yang berdomisili di Kelurahan Gunung Elai, Riski sangat memahami denyut nadi konstituennya. Ia bukan tipe orang yang hanya muncul saat membutuhkan suara, melainkan tetangga yang sehari-hari berinteraksi, memahami keluhan pedagang pasar, hingga menangkap kegelisahan anak muda Bontang yang kesulitan mencari ruang kreativitas.

    Ia adalah representasi dari generasi yang tumbuh dengan arus informasi cepat, yang menuntut transparansi dan kecepatan dalam setiap penyelesaian masalah. Di 2026 ini, profil Riski Rusdiansyah tetap relevan sebagai studi kasus tentang bagaimana anak muda bisa mendapatkan tempat di ruang pengambilan keputusan. 

    Perjalanan Riski masih sangat panjang. Namun apa yang telah ia rintis di Bontang Utara memberikan pesan kuat bahwa ruang publik adalah milik mereka yang mau bekerja keras.

    Dengan integritas yang terjaga, Riski terus merajut harapan-harapan masyarakat yang dititipkan kepadanya, membuktikan keberanian anak muda adalah motor penggerak bagi kemajuan sebuah kota.

    (Sf/Lo)