Cari disini...
Figur
Alvionita Budiaris, Pemuda Berprestasi asal Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto: Alvionita Budiaris)
NAMA Alvionita Budiaris yang kini berusia 24 tahun mungkin sudah tidak asing bagi pelaku kesenian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan segudang prestasinya, baik ditingkat lokal, nasional hingga asia.
Wanita berkerudung berparas cantik asal Kota Tenggarong ini merupakan putri keempat pasangan Misra Budiarto dan Iis Maryati kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
"Saya meneruskan S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul," kata wanita yang akrab disapa Alvi ini, Sabtu (2/3/2024).
Awalnya, ia menempuh pendidikan dasar di SDN 009 Tenggarong, berlanjut di SMPN 1 Tenggarong dan SMK Farmasi Tenggarong.
Kepada seputarfakta.com, Alvi mengaku seringkali mengikuti kompetisi yang digelar di tingkat daerah maupun asia dengan mewakili nama Indonesia. Salah satunya Penari Indonesia di Muara Festival yang digelar di Singapura pada 2016 lalu.
Sebelum itu, selama periode 2015 - 2023, Alvi meraih 16 prestasi yang sangat membangggakan orang tuanya, yakni Duta Anak Indonesia Provinsi Kaltim pada 2015 di Kota Bogor.
Juara 3 Tuna Muda Pemimpin Indonesia Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2015 yang diselenggarakan di Kota Tenggarong, Penari Kaltim di HUT RI Istana Negara 2015 di Jakarta.
Prestasi itu terus berlanjut ke Kota Surabaya saat mengikuti Pertunjukan Rakyat Nasional dari Kementerian Kominfo RI pada 2015.
Pada 2016, dirinya mengikuti Penari Indonesia di Muara Festival Singapore.
Berlanjut di 2018, dirinya kembali mengikuti Duta Pemuda Indonesia Provinsi Kaltim dari Kemenpora RI di Bangka Belitung.
Ia juga masuk 12 Besar Senam Poco-Poco GWR Nasional di Kota Samarinda pada 2019. Koordinator Daerah Terbaik Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat di tahun 2020 di Wilayah 2 ISMKMI (Kaltimtara, Jawa Barat, DKI Jakarta) dan Winner Dara Kukar 2020 atau Duta Wisata Kukar.
Pada 2021, Alvi mengikuti Duta Budaya Kukar, Top 10 Kanda Dinda Budaya Kaltim di Kota Balikpapan, Duta Wisata Persahabatan Provinsi Kaltim di Kota Samarinda.
Sedangkan di 2022, dirinya mengikuti Talent Festival 3 Danau Kaltim di Desa Semayang, Melintang dan Jempang. Kemudian lanjut mengikuti Duta Baca Daerah Kukar.
"Pada 2023 saya juga pernah menjadi Tim Kesenian HUT RI di Istana Negara yang diadakan di Jakarta dan Juara 1 Pemuda Kesadaran Bela Negara, Provinsi Kaltim di Kota Samarinda baru-baru ini," ungkapnya.
Motivasi dirinya untuk terus berprestasi itu datang dari sang Ibunya saat memberikan buku bertemakan "Jangan Hidup Apabila Tidak Bermanfaat".
Buku tersebut menceritakan tentang motivasi dan hikayat tentang memberi manfaat sebanyak-banyaknya dan Allah SWT akan mengganti berkali-kali lipat pada apa yang telah diberi.
Menurutnya, memberi itu tak melulu soal uang, tapi bisa berupa kebaikan, ide-ide, nasihat, perhatian, kemampuan dan harapan.
"Motivasi saya sederhana dan masih dengan buku yang sama. Buku yang diberi oleh ibu saya, Jangan Hidup Apabila Tidak Bermanfaat," Jelasnya.
"Motto hidup saya adalah jadilah pelaku sejarah, bukan semata pembaca sejarah," lanjutnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh anak -anak muda yang ada di Kukar untuk tetap menjadi dari sendiri dan terus semangat menggapai cita-cita, terus bergerak agar bisa bermanfaat untuk sesama.
"Yakinlah bahwa semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah," tutup Alvi.
(Sf/By)
Cari disini...
Figur

Alvionita Budiaris, Pemuda Berprestasi asal Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto: Alvionita Budiaris)
NAMA Alvionita Budiaris yang kini berusia 24 tahun mungkin sudah tidak asing bagi pelaku kesenian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan segudang prestasinya, baik ditingkat lokal, nasional hingga asia.
Wanita berkerudung berparas cantik asal Kota Tenggarong ini merupakan putri keempat pasangan Misra Budiarto dan Iis Maryati kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
"Saya meneruskan S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul," kata wanita yang akrab disapa Alvi ini, Sabtu (2/3/2024).
Awalnya, ia menempuh pendidikan dasar di SDN 009 Tenggarong, berlanjut di SMPN 1 Tenggarong dan SMK Farmasi Tenggarong.
Kepada seputarfakta.com, Alvi mengaku seringkali mengikuti kompetisi yang digelar di tingkat daerah maupun asia dengan mewakili nama Indonesia. Salah satunya Penari Indonesia di Muara Festival yang digelar di Singapura pada 2016 lalu.
Sebelum itu, selama periode 2015 - 2023, Alvi meraih 16 prestasi yang sangat membangggakan orang tuanya, yakni Duta Anak Indonesia Provinsi Kaltim pada 2015 di Kota Bogor.
Juara 3 Tuna Muda Pemimpin Indonesia Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2015 yang diselenggarakan di Kota Tenggarong, Penari Kaltim di HUT RI Istana Negara 2015 di Jakarta.
Prestasi itu terus berlanjut ke Kota Surabaya saat mengikuti Pertunjukan Rakyat Nasional dari Kementerian Kominfo RI pada 2015.
Pada 2016, dirinya mengikuti Penari Indonesia di Muara Festival Singapore.
Berlanjut di 2018, dirinya kembali mengikuti Duta Pemuda Indonesia Provinsi Kaltim dari Kemenpora RI di Bangka Belitung.
Ia juga masuk 12 Besar Senam Poco-Poco GWR Nasional di Kota Samarinda pada 2019. Koordinator Daerah Terbaik Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat di tahun 2020 di Wilayah 2 ISMKMI (Kaltimtara, Jawa Barat, DKI Jakarta) dan Winner Dara Kukar 2020 atau Duta Wisata Kukar.
Pada 2021, Alvi mengikuti Duta Budaya Kukar, Top 10 Kanda Dinda Budaya Kaltim di Kota Balikpapan, Duta Wisata Persahabatan Provinsi Kaltim di Kota Samarinda.
Sedangkan di 2022, dirinya mengikuti Talent Festival 3 Danau Kaltim di Desa Semayang, Melintang dan Jempang. Kemudian lanjut mengikuti Duta Baca Daerah Kukar.
"Pada 2023 saya juga pernah menjadi Tim Kesenian HUT RI di Istana Negara yang diadakan di Jakarta dan Juara 1 Pemuda Kesadaran Bela Negara, Provinsi Kaltim di Kota Samarinda baru-baru ini," ungkapnya.
Motivasi dirinya untuk terus berprestasi itu datang dari sang Ibunya saat memberikan buku bertemakan "Jangan Hidup Apabila Tidak Bermanfaat".
Buku tersebut menceritakan tentang motivasi dan hikayat tentang memberi manfaat sebanyak-banyaknya dan Allah SWT akan mengganti berkali-kali lipat pada apa yang telah diberi.
Menurutnya, memberi itu tak melulu soal uang, tapi bisa berupa kebaikan, ide-ide, nasihat, perhatian, kemampuan dan harapan.
"Motivasi saya sederhana dan masih dengan buku yang sama. Buku yang diberi oleh ibu saya, Jangan Hidup Apabila Tidak Bermanfaat," Jelasnya.
"Motto hidup saya adalah jadilah pelaku sejarah, bukan semata pembaca sejarah," lanjutnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh anak -anak muda yang ada di Kukar untuk tetap menjadi dari sendiri dan terus semangat menggapai cita-cita, terus bergerak agar bisa bermanfaat untuk sesama.
"Yakinlah bahwa semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah," tutup Alvi.
(Sf/By)