Figur

    Kisah Anak Daerah, Firman dari Long Kali ke Kursi Bawaslu Paser

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    24 November 2025 pukul 11:42 WITA

    Foto Komisioner Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Paser, Firman (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Dari Long Kali, daerah paling utara Kabupaten Paser, hingga kursi Komisioner Bawaslu Paser periode 2024-2028, inilah kisah perjuangan Firman.

    Pria kelahiran 1989 yang membuktikan bahwa latar belakang sederhana dari lingkungan hangat tidak pernah menjadi penghalang untuk menggapai karir tertinggi. Perjalanannya menuju jabatan komisioner adalah narasi panjang tentang ketekunan dan dedikasi.

    Mulai SD sampai SMA ia habiskan menempuh jalur pendidikan selama 12 tahun di daerah itu. Sampai akhirnya Firman memberanikan diri keluar dari Long Kali untuk menempuh jenjang S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Tanah Grogot. 

    Kegigihan dalam menempa diri tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berproses dan belajar di dunia pendidikan. 

    "Semua itu saya lewati untuk dapat belajar secara terus-menerus dan menggali pengalaman," kata Firman saat ditemui seputarfakta.com, Minggu (23/11/2025).

    Usai mendapat gelar S1 pada 2011, ia bekerja sebagai Penyuluh Kebudayaan di Paser selama tiga tahun, program dari Kementerian Kebudayaan RI. 

    "Selama di penyuluh kebudayaan, satu tahun saya di Paser, tahun kedua di Kutai Barat dan tahun ketiga di Penajam Paser Utara," tambahnya.

    Tidak berhenti di situ, gelar S1 Pertanian tidak menghilangkan kehausannya pada dunia pendidikan. Dari Penyuluh Kebudayaan, ia kembali meneruskan pendidikan ke jenjang S2 Ilmu Lingkungan di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 2014-2016 melalui jalur beasiswa S2 program Corporate Social Responsibility (CSR) Kideco.

    Kemudian, pada 2017 Firman mulai terjun ke dunia penyelenggara pemilu menjadi staf panwaslu kecamatan. Kinerjanya yang baik dan tekun membuatnya berhasil menjadi staf Panwaslu Paser Divisi SDMO sejak 2018-2022.

    Tak lama berselang, tepatnya pada 2022, panggilan mengabdi datang dari almamaternya. Firman kembali ke kampus yang dulu menempanya sebagai sarjana dan menjabat sebagai Ketua Jurusan Agroteknologi. Posisi ini ia emban di tengah perjuangan Stiper Muhammadiyah Tanah Grogot yang kala itu sedang memfinalisasi urusan administrasi penting guna bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

    "Pertimbangannya karena sebagai alumni dan sempat mengajar di tahun 2017," ucapnya.

    Momentum kembali ke dunia kepemiluan terjadi pada 2023. Setelah sekian lama fokus di dunia akademis, ia memutuskan untuk mendaftar seleksi calon komisioner bawaslu kabupaten/kota. Keputusan ini didasari oleh pengalaman panjangnya, termasuk enam tahun dedikasi sebelumnya sebagai penyelenggara pemilu. 

    Berkat modal dan rekam jejak yang kuat tersebut, Firman berhasil lolos dan menjadi satu-satunya wajah baru di antara tiga Komisioner Bawaslu Kabupaten Paser yang menjabat saat ini.

    (Sf/Lo)

    Figur

    Kisah Anak Daerah, Firman dari Long Kali ke Kursi Bawaslu Paser

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    24 November 2025 pukul 11:42 WITA

    Foto Komisioner Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Paser, Firman (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Dari Long Kali, daerah paling utara Kabupaten Paser, hingga kursi Komisioner Bawaslu Paser periode 2024-2028, inilah kisah perjuangan Firman.

    Pria kelahiran 1989 yang membuktikan bahwa latar belakang sederhana dari lingkungan hangat tidak pernah menjadi penghalang untuk menggapai karir tertinggi. Perjalanannya menuju jabatan komisioner adalah narasi panjang tentang ketekunan dan dedikasi.

    Mulai SD sampai SMA ia habiskan menempuh jalur pendidikan selama 12 tahun di daerah itu. Sampai akhirnya Firman memberanikan diri keluar dari Long Kali untuk menempuh jenjang S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Tanah Grogot. 

    Kegigihan dalam menempa diri tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berproses dan belajar di dunia pendidikan. 

    "Semua itu saya lewati untuk dapat belajar secara terus-menerus dan menggali pengalaman," kata Firman saat ditemui seputarfakta.com, Minggu (23/11/2025).

    Usai mendapat gelar S1 pada 2011, ia bekerja sebagai Penyuluh Kebudayaan di Paser selama tiga tahun, program dari Kementerian Kebudayaan RI. 

    "Selama di penyuluh kebudayaan, satu tahun saya di Paser, tahun kedua di Kutai Barat dan tahun ketiga di Penajam Paser Utara," tambahnya.

    Tidak berhenti di situ, gelar S1 Pertanian tidak menghilangkan kehausannya pada dunia pendidikan. Dari Penyuluh Kebudayaan, ia kembali meneruskan pendidikan ke jenjang S2 Ilmu Lingkungan di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 2014-2016 melalui jalur beasiswa S2 program Corporate Social Responsibility (CSR) Kideco.

    Kemudian, pada 2017 Firman mulai terjun ke dunia penyelenggara pemilu menjadi staf panwaslu kecamatan. Kinerjanya yang baik dan tekun membuatnya berhasil menjadi staf Panwaslu Paser Divisi SDMO sejak 2018-2022.

    Tak lama berselang, tepatnya pada 2022, panggilan mengabdi datang dari almamaternya. Firman kembali ke kampus yang dulu menempanya sebagai sarjana dan menjabat sebagai Ketua Jurusan Agroteknologi. Posisi ini ia emban di tengah perjuangan Stiper Muhammadiyah Tanah Grogot yang kala itu sedang memfinalisasi urusan administrasi penting guna bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

    "Pertimbangannya karena sebagai alumni dan sempat mengajar di tahun 2017," ucapnya.

    Momentum kembali ke dunia kepemiluan terjadi pada 2023. Setelah sekian lama fokus di dunia akademis, ia memutuskan untuk mendaftar seleksi calon komisioner bawaslu kabupaten/kota. Keputusan ini didasari oleh pengalaman panjangnya, termasuk enam tahun dedikasi sebelumnya sebagai penyelenggara pemilu. 

    Berkat modal dan rekam jejak yang kuat tersebut, Firman berhasil lolos dan menjadi satu-satunya wajah baru di antara tiga Komisioner Bawaslu Kabupaten Paser yang menjabat saat ini.

    (Sf/Lo)