Figur

    Kenalan dengan Thohiron, dari Penjual Kue hingga jadi Anggota DPRD

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2024 pukul 20:03 WITA

    Anggota DPRD PPU terpilih 2024-2029, Thohiron.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Peribahasa tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu, rupanya benar-benar berlaku pada sosok satu ini. Perjalanan hidupnya, benar-benar tak bisa diperkirakan. Bagaimana tidak, memulai semuanya dari sekadar usaha mempertahankan hidup dengan berjualan kue keliling, kini ia menjelma menjadi sosok politisi andal, yang baru saja dilantik untuk yang ketiga kalinya, sebagai Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

    Ia adalah Thohiron. Lelaki kelahiran 5 Agustus 1972, yang berasal dari Kota Lamongan. Berlatar belakang anak petani, nyatanya tak bikin Thohiron menyerah untuk tidak meraih pendidikan tinggi. 

    Setelah kedua orang tuanya merantau ke Balikpapan, Thohiron muda menempuh pendidikannya di Kota Minyak tersebut, hingga menyandang gelar Sarjana dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Khaldun Balikpapan.

    Di sela kesibukan menuntut ilmu, Thohiron tak mau berpangku tangan. Dengan modal seadanya, ia berjualan kue keliling demi bisa meringankan beban orang tuanya.

    “Saya ingat betul pada 1996 hingga 1998 itu ketika saya berjualan kue keliling di Balikpapan,” kenang Thohirun, saat berbincang dengan awak redaksi Seputar Fakta, Selasa (20/8/2024).

    Usai menyelesaikan studi, nasib baik mulai datang. Ia dipercaya untuk menjadi guru, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Airlangga di Kota Balikpapan pada 1998 hingga 2007. Dengan durasi sepanjang itu menjadi guru, rupanya tak membuat Thohiron menutup diri dari kemungkinan roda nasib membawanya ke tempat yang jauh lebih baik. Karenanya, pada tahun yang sama, ia lalu memutuskan untuk merantau ke PPU.

    Meski tergolong tak terlalu jauh dari Balikpapan, PPU tetap lah tanah baru bagi Thohiron, kala itu. Tapi, berbekal pengalaman dan keyakinannya, Thohiron terbukti bisa meyakinkan lingkungan barunya, dan diberi kepercayaan sebagai  kepala sekolah atau kepala yayasan di Nurul Hikmah, Kelurahan Nipah-nipah pada 2007 hingga 2014.

    Belasan tahun berkecimpung dalam dunia pendidikan, Thohiron akhirnya memutuskan berhenti. Ia seperti tahu, kapan harus memulai dan kapan harus berhenti. Hingga, karena didasari keterlibatannya dalam kegiatan politik, juga didorong persentuhan dengan dunia politik sejak ia kecil, akhirnya Thohiron memantapkan diri untuk menjadi Calon Anggota Legislatif. 

    Kala itu, Thohiron melabuhkan pilihan, pada  Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Setelah  memutuskan untuk berhenti menjadi kepala sekolah, ia fokus bertarung pada pemilihan legislatif periode 2014-2019.

    Seperti sudah jadi jalan nasibnya. Pada percobaan pertama itu, Thohiron terpilih. 

    “Pada 1998 saya memang pernah menjadi kader Partai Politik (Parpol), sehingga pada 2014-2019 saya diberikan amanah dan kepercayaan untuk menduduki kursi legislatif sebagai perwakilan Parpol,” ungkap Thohiron.

    Thohiron mengaku, dirinya juga sempat menjabat sebagai sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PKS di Balikpapan hingga menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS PPU pada 2010-2014.

    Tingkat kepercayaan masyarakat PPU yang begitu tinggi terhadap Thohiron sejak menjabat sebagai wakil rakyat. Membuat dirinya memiliki kesempatan menjabat selama tiga periode, yakni pada 2014-2019, 2019-2024 dan 2024-2029.

    Kepercayaan itu ia dapatkan dengan mewujudkan berbagai aspirasi masyarakat, seperti di bidang infrastruktur, pendidikan dan lainnya.

    “Banyak aspirasi masyarakat yang berhasil direalisasikan, salah satunya rigid beton yang berada di Kecamatan Penajam dan gedung-gedung sekolah,” ungkapnya.

    Thohiron menyatakan, ada rasa kebanggaan tersendiri di dalam dirinya sebab bisa bermanfaat dan berbuat banyak untuk masyarakat.

    “Ketika saya masih menjadi kepala sekolah dulu rasanya kecil sekali dapat membantu masyarakat, oleh karena itu saya termotivasi untuk menjadi anggota D0PRD agar bisa membantu masyarakat secara luas,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Figur

    Kenalan dengan Thohiron, dari Penjual Kue hingga jadi Anggota DPRD

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2024 pukul 20:03 WITA

    Anggota DPRD PPU terpilih 2024-2029, Thohiron.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Peribahasa tuah ayam boleh dilihat, tuah manusia siapa tahu, rupanya benar-benar berlaku pada sosok satu ini. Perjalanan hidupnya, benar-benar tak bisa diperkirakan. Bagaimana tidak, memulai semuanya dari sekadar usaha mempertahankan hidup dengan berjualan kue keliling, kini ia menjelma menjadi sosok politisi andal, yang baru saja dilantik untuk yang ketiga kalinya, sebagai Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

    Ia adalah Thohiron. Lelaki kelahiran 5 Agustus 1972, yang berasal dari Kota Lamongan. Berlatar belakang anak petani, nyatanya tak bikin Thohiron menyerah untuk tidak meraih pendidikan tinggi. 

    Setelah kedua orang tuanya merantau ke Balikpapan, Thohiron muda menempuh pendidikannya di Kota Minyak tersebut, hingga menyandang gelar Sarjana dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Khaldun Balikpapan.

    Di sela kesibukan menuntut ilmu, Thohiron tak mau berpangku tangan. Dengan modal seadanya, ia berjualan kue keliling demi bisa meringankan beban orang tuanya.

    “Saya ingat betul pada 1996 hingga 1998 itu ketika saya berjualan kue keliling di Balikpapan,” kenang Thohirun, saat berbincang dengan awak redaksi Seputar Fakta, Selasa (20/8/2024).

    Usai menyelesaikan studi, nasib baik mulai datang. Ia dipercaya untuk menjadi guru, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Airlangga di Kota Balikpapan pada 1998 hingga 2007. Dengan durasi sepanjang itu menjadi guru, rupanya tak membuat Thohiron menutup diri dari kemungkinan roda nasib membawanya ke tempat yang jauh lebih baik. Karenanya, pada tahun yang sama, ia lalu memutuskan untuk merantau ke PPU.

    Meski tergolong tak terlalu jauh dari Balikpapan, PPU tetap lah tanah baru bagi Thohiron, kala itu. Tapi, berbekal pengalaman dan keyakinannya, Thohiron terbukti bisa meyakinkan lingkungan barunya, dan diberi kepercayaan sebagai  kepala sekolah atau kepala yayasan di Nurul Hikmah, Kelurahan Nipah-nipah pada 2007 hingga 2014.

    Belasan tahun berkecimpung dalam dunia pendidikan, Thohiron akhirnya memutuskan berhenti. Ia seperti tahu, kapan harus memulai dan kapan harus berhenti. Hingga, karena didasari keterlibatannya dalam kegiatan politik, juga didorong persentuhan dengan dunia politik sejak ia kecil, akhirnya Thohiron memantapkan diri untuk menjadi Calon Anggota Legislatif. 

    Kala itu, Thohiron melabuhkan pilihan, pada  Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Setelah  memutuskan untuk berhenti menjadi kepala sekolah, ia fokus bertarung pada pemilihan legislatif periode 2014-2019.

    Seperti sudah jadi jalan nasibnya. Pada percobaan pertama itu, Thohiron terpilih. 

    “Pada 1998 saya memang pernah menjadi kader Partai Politik (Parpol), sehingga pada 2014-2019 saya diberikan amanah dan kepercayaan untuk menduduki kursi legislatif sebagai perwakilan Parpol,” ungkap Thohiron.

    Thohiron mengaku, dirinya juga sempat menjabat sebagai sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PKS di Balikpapan hingga menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS PPU pada 2010-2014.

    Tingkat kepercayaan masyarakat PPU yang begitu tinggi terhadap Thohiron sejak menjabat sebagai wakil rakyat. Membuat dirinya memiliki kesempatan menjabat selama tiga periode, yakni pada 2014-2019, 2019-2024 dan 2024-2029.

    Kepercayaan itu ia dapatkan dengan mewujudkan berbagai aspirasi masyarakat, seperti di bidang infrastruktur, pendidikan dan lainnya.

    “Banyak aspirasi masyarakat yang berhasil direalisasikan, salah satunya rigid beton yang berada di Kecamatan Penajam dan gedung-gedung sekolah,” ungkapnya.

    Thohiron menyatakan, ada rasa kebanggaan tersendiri di dalam dirinya sebab bisa bermanfaat dan berbuat banyak untuk masyarakat.

    “Ketika saya masih menjadi kepala sekolah dulu rasanya kecil sekali dapat membantu masyarakat, oleh karena itu saya termotivasi untuk menjadi anggota D0PRD agar bisa membantu masyarakat secara luas,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)